Penyakit Lainnya

Sakit Pinggang

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sakit Pinggang
Orang yang jarang bergerak atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri pinggang.
Sakit pinggang adalah suatu kondisi berupa rasa nyeri yang muncul di punggung bawah. Rasa sakit tersebut juga biasanya muncul pada tulang belakang,  hingga pinggul.Nyeri punggung dapat menyerang berbagai kalangan usia, dengan penyebab yang berbeda-beda. Umumnya, sakit pinggang terjadi akibat cedera, aktivitas yang berat, dan sebagai gejala dari beberapa kondisi medis.Dalam kebanyakan kasus, sakit pinggang tidak disebabkan oleh kondisi serius dan akan membaik dengan sendirinya. Anda juga dapat melakukan perawatan sederhana di rumah dan mengonsumsi obat-obatan medis untuk penyembuhan yang lebih efektif.Pada kasus sakit pinggang yang lebih serius, operasi mungkin direkomendasikan sebagai pilihan pengobatan terakhir. 
Berikut ini tanda dan gejala nyeri pinggang:
  • Sakit punggung
  • Sakit yang menusuk dan menjalar ke kaki
  • Tidak dapat berdiri tegak
  • Penurunan kemampuan untuk bergerak
Gejala yang dirasakan mungkin dapat berlangsung singkat maupun berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. 
Sakit pinggang terjadi karena adanya kerusakan pada salah satu komponen pinggang yang terdiri dari otot, ligamen, tendon, diskus dan tulang. Penyebab kerusakan tersebut umumnya adalah regangan, kondisi medis lain, maupun gerakan dan postur tubuh.

Regangan

Regangan pada otot atau ligamen biasanya menjadi penyebab sakit pinggang yang paling sering terjadi. Regangan ini bisa terjadi setelah Anda:
  • Mengangkat benda berat berulang kali secara mendadak atau mengangkat sesuatu yang terlalu berat
  • Mengalami cedera, patah tulang, atau terjatuh
  • Mengalami kejang otot atau tegang otot
  • Mengalami kerusaan bantalan penyangga tulang yang disebut diskus

Kondisi medis lainnya

Ada sejumlah kondisi medis lain yang juga berpotensi menimbulkan sakit pinggang, yaitu radang sendi, kelainan bentuk tulang, osteoporosis, dan masalah ginjal.
  • Radang sendi. Penyakit seperti osteoarthritis alias radang sendi dapat memengaruhi punggung bagian bawah, yang mengakibatkan penyempitan ruang di dekat sumsum tulang belakang, (stenosis tulang belakang).
  • Kelainan bentuk tulang. Yang termasuk kelainan ini adalah tulang dengan bentuk melengkung ke samping (skoliosis), dan akhirnya menghasilkan rasa nyeri pada punggung.
  • Osteoporosis. Pada penderita osteoporosis, tulang menjadi mudah keropos dan rapuh, yang meningkatkan risiko sakit pinggang dan patah tulang.
  • Masalah ginjal. Gangguan pada ginjal seperti batu ginjal atau infeksi ginjal dapat menyebabkan sakit pinggang kanan atau kiri.

Gerakan dan postur tubuh

Sakit pinggang juga bisa terjadi akibat aktivitas sehari-hari atau postur tubuh yang buruk, termasuk:
  • Melakukan peregangan otot yang berlebihan
  • Membungkuk, berdiri atau duduk untuk waktu yang lama
  • Mengemudi atau menggunakan komputer terlalu lama, sehingga leher jadi tegang
  • Tidur di kasur yang bergelombang, sehingga tidak menjaga tulang punggung tetap lurus

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit pinggang:
  • Usia 30 tahun ke atas
  • Tidak berolahraga secara teratur
  • Berat badan berlebih
  • Mengangkat benda berat dengan posisi yang salah
  • Masalah psikologis
  • Merokok
  • Konsumsi air putih yang sedikit setiap harinya
 
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi penyakit ini. yang meliputi tes:
  • Kemampuan berdiri dan berjalan
  • Pergerakan tulang belakang
  • Refleks
  • Kekuatan kaki
  • Kemampuan kaki
  • Pemeriksaan fisik ginjal
Tes lain juga diperlukan apabila kondisi ini semakin serius, seperti:
  • Tes darah dan urine, untuk mencari penyebabnya
  • X-ray, untuk melihat tulang belakang secara keseluruhan dan memeriksa patahan
  • CT scan atau magnetic resonance imaging (MRI), untuk mengukur diskus, otot, ligamen, saraf, dan pembuluh darah
  • Scan tulang, untuk mencari kelainan pada jaringan tulang
  • Elektromiografi (EMG), untuk menguji konduksi saraf
 
Kebanyakan sakit pinggang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun untuk sakit pinggang yang parah, ada sejumlah pilihan perawatan maupun pengobatan yang bisa Anda coba, seperti berikut ini.

Perawatan di rumah

Sebelum mencoba obat-obatan, ada baiknya Anda melakukan perawatan di rumah, yang cukup sederhana ini.
  • Menempelkan kompres dingin atau hangat
Kompres es atau air hangat dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan peradangan pada sakit punggung.  
  • Melakukan latihan fisik
Lakukan juga latihan fisik untuk memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot-otot inti di perut dan punggung. Anda bisa melakukan peregangan maupun yoga misalnya, atau mengangkat benda yang cukup berat dengan teknik tepat.Selain memelajari sendiri teknik latihan fisik yang tepat untuk mengatasi sakit pinggang, Anda juga dapat mengikuti sesi fisioterapi dengan seorang terapis berpengalaman di klinik maupun rumah sakit.

Obat-obatan

Obat-obatan berikut ini dapat digunakan dalam meredakan nyeri pinggang:
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), untuk meredakan nyeri dan pembengkakan seperti ibuprofen, naproxen
  • Obat Pereda nyeri tanpa efek antipembengkakan seperti parasetamol
  • Obat gosok atau salep dengan kandungan, ibuprofen dan lidokan, untuk mengurangi nyeri punggung
  • Relaksan otot, seperti tizanidine, baclofen, cyclobenzaprine, carisoprodol, dan eperison, untuk meredakan kejang otot
  • Opioid seperti oxycodone atau hidrokodon (harus menggunakan resep dokter) dengan kemampuan antinyeri, untuk meredakan sakit pinggang yang parah.
  • Antidepresan seperti amitriptilin, yang terkadang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi nyeri pinggang akibat gangguan saraf
  • Suntikan steroid seperti kortison, dengan efek sekitar tiga bulan untuk meredakan sakit pinggang parah..
Baca juga: OAINS atau NSAID, Obat Antiinflamasi untuk Obati Sakit Gigi hingga Nyeri Sendi 

Operasi

Langkah ini merupakan jalan terakhir untuk menyembuhkan sakit punggung, yang biasanya terjadi akibat kelainan bentuk tulang. Operasi menjadi pilihan jika:
  • Penanganan dengan obat-obatan dan terapi tidak membuahkan hasil
  • Sakit yang parah dan tidak kunjung sembuh
  • Terjadi penyempitan saraf yang melemahkan otot
Operasi jenis fusi spinal biasanya dilakukan dengan membedah tulang belakang untuk mengatasi kondisi ini. Melalui tindakan medis ini, dokter akan menggunakan tulang tambahan untuk mengisi rongga di antara ruas-ruas tulang belakang.

Pengobatan alternatif

Selain perawatan dan pengobatan medis, ada sejumlah terapi yang dipercaya bisa mengurangi sakit punggung, yaitu:
  • Akupunktur
  • Pijat
  • Chiropractic
  • Terapi perilaku kognitif
  • Shiatsu
Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani pengobatan alternatif, untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi.Baca juga: Dipercaya dapat Atasi Masalah Punggung, Apa Itu Terapi Chiropractic? 

Komplikasi

Seiring berjalannya waktu, sakit pinggang yang tidak ditangani dengan baik, dapat mengakibatkan komplikasi berupa:
  • Penurunan kualitas hidup
  • Kerusakan saraf permanen termasuk kelumpuhan
  • Cacat fisik permanen
 
Ada pun cara untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memperbaiki kondisi fisik dan melatih tubuh dengan:
  • Berolahraga secara teratur
  • Melatih otot dan kelenturan otot
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D yang baik untuk tulang
  • Tidak merokok
  • Berdiri maupun duduk dengan posisi yang benar
  • Mengangkat benda dengan teknik yang benar
Baca Juga: Usir Rasa Sakit Pinggang yang Mengganggu dengan Gerakan-gerakan Ini 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:
  • Masalah kandung kemih dan usus
  • Demam
  • Terjatuh
  • Muncul perasan berat yang tak kunjung hilang
  • Sakit punggung yang menjalar ke kaki
  • Rasa lelah berlebihan
  • Penurunan berat badan
Baca jawaban dokter: Sakit Pinggang Berpindah-Pindah, Bagaimana Cara Mengatasinya? 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini: 
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab utama dari sakit pinggang saya?
    • Apakah saya perlu menjalani tes diagnostik tertentu?
    • Pengobatan apa yang paling tepat?
    • Obat apa yang dapat saya konsumsi dan apa efek sampingnya?
    • Berapa lama pengobatan yang saya perlukan?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap sakit pinggang?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sakit pinggang agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/back-pain/symptoms-causes/syc-20369906
Diakses pada 13 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/back-pain
Diakses pada 13 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/back-pain#1
Diakses pada 28 Agustus 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172943#
Diakses pada 28 Agustus 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Berbagai Cara Mengobati Sakit Pinggang dengan Olahraga

Cara mengobati sakit pinggang dengan olahraga bisa Anda lakukan di rumah. Saat mengalami sakit pinggang, gerakan latihan yang tepat dapat memperkuat otot pinggang perut dan otot tungkai
06 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Cara mengobati sakit pinggang dengan olahraga di rumah

Waspadai Penyakit Akibat Kerja yang Sering Menyerang Karyawan

Penyakit akibat kerja adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat paparan zat berbahaya di tempat kerja. Penyakit ini juga bisa terjadi akibat posisi kerja yang tidak ergonomis hingga beban kerja yang berlebih. Biaya perawatan penyakit akibat kerja sebagiannya dapat ditanggung oleh BPJAMSOSTEK.
13 Apr 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Penyakit akibat kerja ada banyak jenisnya, salah satunya carpal tunnel syndrome

Jenis dan Fungsi Telapak Tangan Manusia yang Bisa DIpelajari

Fungsi tulang telapak tangan secara umum adalah untuk memberikan sokongan dan fleksibilitas pada jaringan lunak atau otot tangan. Berikut adalah penjelasan komprehensif mengenai fungsi dan jenis tulang telapak tangan.
18 Aug 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Fungsi tulang telapak tangan adalah untuk memberikan sokongan dan fleksibilitas pada jaringan lunak