Penyakit Lainnya

Sakit Pinggang

Diterbitkan: 07 Apr 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sakit Pinggang
Orang yang jarang bergerak atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami sakit pinggang
Sakit pinggang adalah suatu kondisi berupa rasa nyeri yang muncul di punggung bawah. Rasa sakit tersebut juga biasanya muncul pada tulang belakang, hingga pinggul.Nyeri dapat menyerang berbagai kalangan usia, dengan penyebab yang berbeda-beda. Umumnya, sakit pinggang terjadi akibat cedera, aktivitas yang berat, dan sebagai gejala dari beberapa kondisi medis.Dalam kebanyakan kasus, sakit pinggang tidak disebabkan oleh kondisi serius dan akan membaik dengan sendirinya. Penderita juga dapat melakukan perawatan sederhana di rumah dan mengonsumsi obat-obatan medis untuk penyembuhan yang lebih efektif.Pada kasus sakit pinggang yang lebih serius, operasi mungkin direkomendasikan sebagai pilihan pengobatan terakhir. 
Sakit Pinggang
Dokter spesialis Saraf, Ortopedi
GejalaSakit yang menusuk, menjalar ke kaki, sulit berdiri tegak
Faktor risikoUsia 30 tahun ke atas, kurang olahraga, obesitas
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatIbuprofen, paracetamol, lidokain
KomplikasiPenurunan kualitas hidup, kerusakan saraf permanen, cacat fisik permanen
Kapan harus ke dokter?Mengalami sakit pinggang yang tidak kunjung hilang
Secara umum, gejala sakit pinggang bisa berupa:
  • Sakit yang menusuk dan menjalar ke kaki
  • Sulit berdiri tegak
  • Penurunan kemampuan untuk bergerak
Gejala yang dirasakan mungkin dapat berlangsung singkat maupun berminggu-minggu, hingga dalam hitungan bulan. 
Penyebab sakit pinggang adalah adanya kerusakan pada salah satu komponen di pinggang. Mulai dari otot, ligamen, tendon, diskus, hingga tulang.Kerusakan tersebut bisa terjadi karena regangan, gerakan dan postur tubuh, maupun kondisi medis lain. Berikut penjelasannya:

Regangan

Regangan pada otot atau ligamen biasanya menjadi penyebab sakit pinggang sebelah kiri maupun kanan yang paling umum. Kondisi ini bisa terjadi setelah seseorang:
  • Mengangkat benda berat berulang kali
  • Mengangkat sesuatu yang terlalu berat
  • Mengangkat benda berat dengan postur tubuh yang salah
  • Mengalami cedera atau patah tulang
  • Terjatuh
  • Mengalami kram atau tegang otot
  • Mengalami kerusaan bantalan penyangga tulang (diskus)

Kondisi medis lain

Ada sejumlah kondisi medis lain yang juga berpotensi menimbulkan sakit pinggang, yaitu radang sendi, kelainan bentuk tulang, osteoporosis, dan masalah ginjal.
  • Osteoarthritis

Penyakit seperti osteoarthritis atau radang sendi dapat memengaruhi punggung bagian bawah. Akibatnya, terjadi penyempitan ruang di dekat sumsum tulang belakang yang disebut stenosis tulang belakang.
  • Kelainan bentuk tulang

Yang termasuk kelainan ini adalah tulang dengan bentuk melengkung ke samping (skoliosis). Kondisi ini bisa memicu nyeri pada punggung.
  • Osteoporosis

Pada penderita osteoporosis, tulang menjadi mudah keropos dan rapuh. Kondisi ini meningkatkan risiko sakit pinggang dan patah tulang.
  • Masalah ginjal

Gangguan pada ginjal tertentu dapat menyebabkan sakit pinggang kanan atau kiri. Contohnya, batu ginjal atau infeksi ginjal.

Gerakan dan postur tubuh

Sakit pinggang juga bisa terjadi akibat aktivitas sehari-hari atau postur tubuh yang buruk, termasuk:
  • Melakukan peregangan otot yang berlebihan
  • Membungkuk, berdiri, atau duduk untuk waktu yang lama
  • Mengemudi atau menggunakan komputer terlalu lama, sehingga leher menjadi tegang
  • Tidur di kasur yang bergelombang, sehingga tidak menjaga tulang punggung tetap lurus

 

Faktor risiko sakit pinggang

Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko sakit pinggang:
 
Untuk menentukan diagnosis sakit pinggang dan penyebabnya, dokter akan melakukan langkah-langkah pemeriksaan di bawah ini:

Pemeriksaan fisik

Langkah ini meliputi pemeriksaan:
  • Kemampuan berdiri dan berjalan
  • Pergerakan tulang belakang
  • Refleks
  • Kekuatan kaki
  • Pemeriksaan fisik ginjal

Tes darah dan urine

Tes darah dan tes urine bertujuan mencari penyebab sakit pinggang.

X-ray

Tes ini dilakukan untuk melihat struktur tulang belakang secara keseluruhan dan memeriksa ada tidaknya kondisi patah tulang.

CT scan dan MRI

CT scan dan magnetic resonance imaging (MRI) berfungsi mengukur diskus, otot, ligamen, saraf, dan pembuluh darah pasien.

Scan tulang

Scan tulang memungkinkan dokter untuk mencari kelainan pada jaringan tulang.

Elektromiografi (EMG)

Prosedur EMG akan menguji konduksi saraf pasien. 
Kebanyakan kondisi sakit pinggang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun untuk nyeri yang parah, sejumlah pilihan pengobatan di bawah ini mungkin dianjurkan oleh dokter:

Perawatan di rumah

Sebelum mencoba obat-obatan, ada baiknya pasien menerapkan sejumlah cara mengobati sakit pinggang berikut:
  • Menempelkan kompres hangat

Kompres hangat dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan peradangan pada sakit punggung.  
  • Melakukan latihan fisik

Lakukan latihan fisik untuk memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot-otot inti di perut serta punggung. Gerakan ini bisa berupa peregangan, yoga, atau angkat beban dengan teknik yang tepat.Namun sebelum melakukan latihan fisik tertentu, ada baiknya pasien meminta bimbingan dari tenaga profesional seperti personal tainer.

Fisioterapi

Pasien juga dapat menjalani fisioterapi untuk mengatasi sakit pinggang. Petugas profesional akan membimbing pasien agar gerakan latihannya tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.

Obat-obatan

Dokter bisa memberikan obat-obatan di bawah ini guna meredakan nyeri pinggang:
  • Obat pereda nyeri dan pembengkakan seperti ibuprofen, paracetamol, naproxen
  • Obat gosok atau salep dengan kandungan ibuprofen dan lidokain untuk mengurangi rasa sakit pinggang
  • Relaksan otot untuk meredakan kejang otot, misalnya tizanidine, baclofen, cyclobenzaprine, carisoprodol, dan eperison
  • Opioid seperti oxycodone atau hidrokodon untuk meredakan sakit pinggang yang parah
  • Antidepresan seperti amitriptilin untuk mengatasi nyeri pinggang akibat gangguan saraf
  • Suntikan steroid seperti kortison dengan efek sekitar tiga bulan, untuk meredakan sakit pinggang yang parah

Operasi

Langkah operasi merupakan jalan terakhir untuk menyembuhkan sakit pinggang, yang biasanya terjadi akibat kelainan bentuk tulang. Pembedahan dapat menjadi pilihan jika:
  • Penanganan dengan obat sakit pinggang dan latohan fisik tidak membuahkan hasil
  • Sakit sangat parah dan tidak kunjung sembuh
  • Terjadi penyempitan saraf yang melemahkan otot
Operasi jenis fusi spinal biasanya dilakukan dengan membedah tulang belakang untuk mengatasi kondisi ini. Melalui tindakan medis ini, dokter akan memakai tulang tambahan guna mengisi rongga di antara ruas-ruas tulang belakang.

Pengobatan lain

Selain perawatan mandiri dan pengobatan medis, ada sejumlah terapi yang dipercaya dapat mengurangi sakit punggung. Contohnya, akupunktur, pijat, chiropractic, terapi perilaku kognitif, serta shiatsu.Harap ingat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani pengobatan alternatif tersebut. Dengan ini, efek samping yang tak diinginkan bisa dihindari. 

Komplikasi sakit pinggang

Seiring waktu, sakit pinggang yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu komplikasi berupa:
  • Penurunan kualitas hidup
  • Kerusakan saraf permanen termasuk kelumpuhan
  • Cacat fisik permanen
Baca juga: Dipercaya dapat Atasi Masalah Punggung, Apa Itu Terapi Chiropractic? 
Cara mencegah sakit pinggang yang dapat dilakukan adalah memperbaiki kondisi fisik dan melatih tubuh dengan:
  • Berolahraga secara teratur, setidaknya 30menit per hari atau 2,5 jam per minggu
  • Melatih kekuatan dan kelenturan otot
  • Menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
  • Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D yang baik untuk tulang
  • Tidak merokok
  • Berdiri maupun duduk dengan posisi yang benar
  • Mengangkat benda dengan teknik yang benar
 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami:
  • Masalah kandung kemih dan usus
  • Demam
  • Terjatuh
  • Sakit punggung yang menjalar ke kaki
  • Rasa lelah berlebihan
  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas
Baca jawaban dokter: Sakit Pinggang Berpindah-Pindah, Bagaimana Cara Mengatasinya? 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap sakit pinggang?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sakit pinggang agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/back-pain/symptoms-causes/syc-20369906
Diakses pada 13 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/back-pain
Diakses pada 13 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/back-pain#1
Diakses pada 28 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172943#
Diakses pada 28 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email