Penyakit Lainnya

Sakit Leher

17 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sakit Leher
Sakit leher bisa disertai rasa tegang dan sakit kepala
Sakit leher adalah sensasi nyeri yang terasa di leher yang tergolong umum. Leher terdiri dari tulang belakang (vertebra) yang terbentang sepanjang punggung hingga dasar tengkorak.Tulang, ligamen, dan otot leher akan memberikan kestabilan pada tulang belakang. Otot-otot ini memungkinkan adanya pergerakan pada leher.Oleh karena itu, kelainan, peradangan atau cedera dapat menyebabkan sakit serta rasa kaku pada leher.  Pada sebagian besar kasus, sakit leher biasanya disebabkan oleh postur tubuh yang buruk atau penggunaan otot leher secara berlebihan.Terkadang sakit leher disebabkan oleh cedera karena jatuh, olahraga dengan kontak tubuh, atau cedera whiplash akibat gerakan kepala secara mendadak ke depan, ke belakang atau ke samping.  Kebanyakan kasus sakit leher hanya terjadi selama beberapa minggu.Ada hal yang dapat dilakukan sendiri untuk meringankan rasa sakit tersebut. Namun, berkonsultasilah dengan dokter jika sakitnya tidak menghilang. Sebab dalam beberapa kasus, sakit leher dapat mengindikasikan adanya cedera serius, atau penyakit dan membutuhkan penanganan dari dokter. Jika mengalami sakit leher yang berlangsung lebih dari satu minggu, terasa berat dan disertai oleh gejala lain, segera cari pertolongan medis.  
Sakit Leher
Dokter spesialis Umum
GejalaSakit leher, ketegangan otot, sakit kepala
Faktor risikoCedera akibat olahraga, kecelakaan kendaraan bermotor, berkuda
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, elektromiografi
PengobatanObat-obatan, fisioterapi, akupuntur
ObatObat pereda nyeri, pelemas otot, injeksi kortison
Kapan harus ke dokter?Sakit leher akibat cedera, nyeri yang tidak berkurang selama lebih dari seminggu, nyeri yang menjalar ke tangan dan kaki
Gejala sakit leher umumnya berupa sakit yang terasa tumpul. Terkadang sakit pada leher memburuk saat bergerak atau memalingkan kepala. Ketegangan dan spasme otot dapat terjadi, begitu pula penurunan kemampuan untuk menggerakkan kepala dan sakit kepala.Gejala lain yang juga bisa dialami ketika sakit leher adalah:
  • Mati rasa (baal) atau kesemutan
  • Rasa sakit saat leher disentuh
  • Rasa sakit tajam yang seperti ditusuk
  • Rentang gerak yang terbatas
  • Kesulitan menelan
  • Denyutan yang terasa pada leher
  • Pusing
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
 
Leher merupakan organ yang fleksibel dan menyokong berat dari kepala. Oleh karena itu, leher rentan terhadap cedera dan kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit dan membatasi pergerakan.Penyebab sakit leher dapat meliputi:

Ketegangan otot dan keseleo

Hal ini biasanya disebabkan oleh aktivitas dan kebiasaan berupa:
  • Postur tubuh yang buruk
  • Menghabiskan banyak waktu membungkuk di depan komputer
  • Tidur dengan posisi leher yang buruk
  • Menyentakkan leher ketika berolahraga

Cedera

Leher sangat rentan terhadap cedera, terutama jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, dan cedera karena olahraga. Dalam kondisi ini, otot dan ligamen leher dipaksa untuk bergerak di luar rentang gerak normal. Kecelakaan kendaraan bermotor dapat menyebabkan cedera whiplash, apabila kepala tersentak ke depan dan ke belakang, sehingga menyebabkan peregangan berlebihan pada jaringan lunak leher.

Serangan jantung

Sakit leher juga dapat menjadi gejala serangan jantung, namun biasanya disertai dengan gejala serangan jantung lainnya seperti:
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri pada lengan atau rahang
Bila leher terasa sakit yang disertai dengan gejala serangan jantung lainnya, segeralah datang ke unit gawat darurat.

Meningitis

Meningitis adalah peradangan pada membran pelindung otak dan saraf tulang belakang. Pada penderita meningitis, demam dan nyeri kepala biasanya disertai dengan leher yang kaku. Kondisi ini dapat berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera. Pasien dengan gejala meningitis perlu segera menghubungi dokter.

Penyebab lain

Penyebab meningitis lainnya meliputi:
  • Rheumatoid arhtritis

Kondisi ini menyebabkan nyeri, pembengkakan pada sendi, dan benjolan pada tulang. Ketika rheumatoid arhtritis terjadi pada leher, sakit leher dapat dirasakan pasien.
  • Osteoporosis

Osteoporosis membuat tulang menjadi keropos dan patah. Kondisi ini biasanya terjadi pada tangan atau lutut, namun juga dapat dialami pada leher.
  • Fibromialgia

Fibromialgia adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri otot di seluruh tubuh, terutama di leher dan pundak.
  • Spondilosis (osteoartritis leher)

Seiring bertambahnya usia, bantalan antartulang leher dapat mengalami degenerasi. Kondisi ini akan menyempitkan celah antarsendi dan menambah beban sendi yang menimbulkan nyeri.
  • Hernia nukleus pulposus

Ketika terjadi cedera, herniasi (bergesernya bantalan sendi antartulang leher) dapat terjadi. Kondisi ini akan menekan saraf dan menimbulkan nyeri.Selain herniasi, kondisi yang juga disebut safraf kejepit ini dapat disebabkan oleh peradangan pada waktu lama seperti arhtritis.Meskipun sangat jarang, kaku atau sakit leher juga dapat disebabkan oleh penyakit bawaan, infeksi, abses, tumor, serta kanker tulang belakang. 

Faktor risiko sakit leher

Faktor risiko sakit leher meliputi cedera akibat olahraga, kecelakaan kendaraan bermotor, berkuda, atau aktivitas berbahaya lainnya. 
Untuk mendiagnosis penyebab dari sakit leher, pemeriksaan gejala sangatlah diperlukan. Dengan ini, dokter akan mengetahui lokasi, intensitas, dan durasi nyeri yang terjadi.Dokter akan mencatat jika ada cedera pada leher dan pengobatan lain. Posisi serta gerakan yang mengganggu atau meringankan keluhan juga akan dicatat.Dokter akan memeriksa leher Anda saat beristirahat dan ketika bergerak. Rasa sakit saat diraba akan terdeteksi dalam pemeriksaan leher.Pemeriksaan pada sistem saraf pun akan dilakukan guna menentukan kemungkinan keterlibatan saraf.Jika diperlukan, pemeriksaan lebih jauh terhadap sakit leher dapat dilakukan. Contohnya, X-rayCT scanscan tulang, MRI, mielogram, dan pemeriksaan impuls listrik seperti elektromiografi (EMG) dan nerve conduction velocity test (NCV). 
Penanganan sakit leher akan ditentukan berdasarkan penyebab utamanya. Cara mengobati sakit leher biasanya terdiri dari:

Pengobatan mandiri di rumah

Pasien dengan sakit atau kaku leher ringan dapat melakukan beberapa upaya pengobatan mandiri berikut:
  • Menggunakan kompres dingin selama beberapa hari. Setelah itu, gunakan kompres hangat atau mandi air hangat.
  • Gunakan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetalol atau ibuprofen.
  • Hindari olehraga mengangkat beban berat, atau aktivitas fisik yang memperberat gejala selama beberapa hari. Ketika kembali beraktivitas, mulailah dari yang ringan terlebih dahulu.
  • Olahraga leher setiap hari dengan menggerakkannya perlahan ke kiri, ke kanan, dan ke atas juga ke bawah.
  • Jaga postur tubuh yang baik.
  • Hindari menyangga handphone di antara leher dan bahu.
  • Berganti posisi, hindari duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama.
  • Menggunakan produk untuk meringankan sakit leher seperti bantal untuk tidur

Terapi medis

Terapi medis untuk sakit leher dapat berupa:
  • Terapi panas dan dingin
  • Olahraga, peregangan, dan fisioterapi
  • Obat-obatan pereda nyeri
  • Obat suntik kortikosteroid
  • Obat pelemas otot (muscle relaxant)
  • Menggunakan traksi dan alat penyangga leher
  • Obat antibiotik bila terdapat infeksi
  • Perawatan di rumah sakit bila penyebabnya adalah meningitis atau serangan jantung
  • Operasi

Terapi alternatif

Selain itu, terapi alternatif seperti akupuntur, chiropractic, pijat, dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) juga dapat disarankan, namun berkonsultasilak dahulu dengan dokter. 

Komplikasi sakit leher

Komplikasi sakit leher tergantung pada penyebabnya. Kebanyakan pasien dengan sakit leher akibat keseleo biasanya tidak mengalami komplikasi apapun.Namun keseleo leher juga bisa menimbulkan tortikolis, yaitu gangguan pada otot leher yang memicu kepala menjadi miring.Selain itu, sakit leher akibat kanker dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan menelan atau gangguan pernapasan. Sementara nyeri leher akibat meningitis dapat memicu komplikasi yang mengancam nyawa seperti kejang. 
Umumnya, sakit leher berkaitan dengan postur tubuh yang buruk disertai faktor penuaan. Anda dapat melakukan beberapa cara mencegah sakit leher di bawah ini:
  • Postur tubuh yang baik

Ketika berdiri dan duduk, pastikan bahu satu garis lurus dengan pinggul dan telinga berada di atas bahu.
  • Beristirahat sesekali

Bila sedang bepergian dalam waktu lama atau bekerja lama dengan komputer, berdiri dan regangkan leher juga pundak Anda.
  • Atur posisi kursi, meja, dan komputer

Aturlah posisi agar layar komputer sejajar dengan mata. Lutut harus berada di bawah pinggang dan gunakan kursi dengan sandaran lengan.
  • Jangan menjepit handphone dengan leher dan bahu saat menelpon

Anda dapat menggunakan headset atau mode speaker pada handphone ketika berbicara di telepon.
  • Tidak merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit leher.
  • Hindari membawa tas berat pada bahu

Beban berat dapat membuat leher keseleo.
  • Tidur dengan posisi yang baik

Leher dan kepala harus satu garis lurus dengan tubuh. Gunakan bantal di belakang leher. Anda juga dapat mencoba tidur telentang dengan paha di atas bantal yang dapat memipihkan otot tulang belakang. 
Segera cari pertolongan medis jika sakit leher berat disebabkan oleh cedera dari kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh atau cedera saat menyelam.Hubungi dokter jika keadaan memburuk setelah melakukan pengobatan sendiri, rasa sakit tidak berkurang setelah beberapa minggu, menjalar ke tangan dan kaki, dan diikuti dengan sakit kepala, mati rasa atau kesemutan.  
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sakit leher?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sakit leher. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/symptom/neck-pain/
Diakses pada 21 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/neck-pain/basics/when-to-see-doctor/sym-20050882
Diakses pada 21 Desember 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/neck_pain/article.htm#is_it_possible_to_prevent_neck_pain
Diakses pada 21 Desember 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/neck-pain-and-stiff-neck/
Diakses pada 21 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/neck-pain
Diakses pada 17 Maret 2021
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/neck_pain_cervical_pain/article_em.htm#what_are_complications_of_neck_pain
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email