Sakit kepala tegang dapat ditangani dengan aspirin atau parasetamol
Tegang otot pada leher menjadi pertanda sakit kepala tegang.

Sakit kepala tegang adalah salah satu tipe sakit kepala yang paling umum, dan dikenal sebagai sakit kepala normal sehari-hari. Seseorang yang terkena sakit kepala tegang biasanya merasakan tegang pada otot leher dan tekanan di belakang mata, maupun merasa kepala seperti diikat kencang atau diremas. Sakit kepala tegang biasanya tidak begitu mengganggu dan berlangsung selama 30 menit hingga beberapa jam saja. Namun, rasa sakit ini dapat juga bertahan selama beberapa hari.

Gejala sakit kepala tegang di antaranya adalah:

  • Sakit kepala dengan nyeri yang dirasa tumpul (tidak berdenyut)
  • Sensasi tertekan pada dahi atau sisi belakang kepala
  • Rasa kaku pada kepala, leher, dan bahu

Belum ada penyebab pasti dari sakit kepala tegang. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu, di antaranya adalah:

  • Stres
  • Postur tubuh yang kurang baik
  • Kelelahan
  • Dehidrasi
  • Makan tidak teratur
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Sinar matahari yang menyilaukan
  • Kebisingan
  • Bau tertentu

Dokter dapat menentukan tipe sakit kepala berdasarkan karakter nyeri kepala yang dialami. Jika Anda mengalami sakit kepala kronis (muncul selama 15 hari dalam sebulan, dalam periode setidaknya 3 bulan terakhir) dan berulang-ulang, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan radiologi, seperti MRI dan CT scan untuk mendapatkan gambaran otak yang komprehensif dan menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.

Sakit kepala tegang biasa umumnya tidak mengancam jiwa, dan dapat diatasi dengan penghilang rasa sakit atau perubahan gaya hidup.

  • Perubahan gaya hidup:
    Teknik relaksasi dapat membantu mengatasi sakit kepala yang disebabkan oleh stres. Pengobatan ini termasuk yoga, pijat, olahraga, dan mengompres dahi serta bagian belakang leher.
  • Obat penghilang rasa sakit:
    Obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol, aspirin atau ibuprofen dapat digunakan untuk membantu menghilangkan rasa sakit.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  • Membuat catatan harian untuk mempermudah proses identifikasi faktor pemicu sakit kepala. Dengan mengenali dan menghindari faktor pemicu tersebut, Anda dapat mencegah sakit kepala.
  • Perubahan pola hidup, seperti menjalani pola makan sehat dan berhenti merokok.
  • Olahraga teratur dan relaksasi seperti yoga atau dengan bantuan akupuntur, bisa membantu meredakan sakit kepala tegang akibat stres.
  • Mempertahankan postur yang baik dan minum air putih.

Jika Anda sering mengalami sakit kepala tegang, hingga mengganggu aktivitas dan tidak hilang meski sudah mengonsumsi obat, segera temui dokter. Terkadang sakit kepala menandakan adanya kondisi kesehatan yang serius. Anda juga sebaiknya memeriksakan diri, jika menyadari adanya perubahan pola sakit kepala. Misalnya terasa lebih berat atau lebih sering.

Segera cari bantuan darurat jika Anda mengalami:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Sakit kepala disertai demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, lemah bahkan lumpuh, mati rasa atau kesulitan berbicara
  • Sakit kepala setelah cedera, terutama jika sakit kepala semakin memburuk

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/symptoms-causes/syc-20353977
diakses pada 1 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tension-headaches/
diakses pada 1 November 2018.

Artikel Terkait