Rasa nyeri akibat sakit kepala cluster akan sangat parah
Pria usia 30 sampai 40 tahun rentan terkena sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah sakit kepala luar biasa di satu sisi kepala yang menimbulkan rasa sakit di sekitar mata. Saking nyerinya, sakit kepala ini bisa sampai membangunkan penderita dari tidurnya.

Periode cluster dapat berlangsung dari minggu ke bulan, dan biasanya diikuti dengan periode remisi.Selama masa remisi, tidak ada sakit kepala yang terjadi selama berbulan-bulan atau kadang bertahun-tahun.

Walaupun menyebabkan penderitanya merasa sangat sakit kepala, sakit kepala cluster bukanlah suatu kondisi yang mengancam jiwa. Obat-obatan dapat mengurangi gejala saat serangan akut dan mencegah terjadinya serangan akut di kemudian hari.

 

Secara umum, tanda dan gejala sakit kepala cluster meliputi:

  • Nyeri kepala yang dirasakan sekitar mata dan mungkin menyebar ke area lain seperti wajah, kepala, dan leher
  • Nyeri kepala pada satu sisi
  • Rasa lelah berlebihan
  • Kemerahan pada mata pada sisi yang kepala yang mengalami nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Dahi atau wajah berkeringat pada satu sisi yang sakit
  • Kulit wajah pucat atau memerah
  • Pembengkakan sekitar mata pada area sisi sakit kepala
  • Kelopak mata yang sulit dibuka pada area sisi sakit kepala

Gejala sakit kepala cluster dimulai dengan cepat dan mendadak. Rasa sakitnya akan sangat parah dan sering digambarkan sebagai sensasi tajam, membakar, atau menusuk di satu sisi kepala. Rasa sakit tersebut terasa sampai wajah dan sekitar mata.

Serangan sakit kepala cluster biasanya berlangsung antara 15 menit sampai 3 jam, dan biasanya terjadi antara satu hingga delapan kali sehari. Seseorang yang terkena sakit kepala cluster sering merasa gelisah selama serangan berlangsung. Mereka mungkin saja menggoyang-goyangkan kepalanya, mondar-mandir, atau sampai membenturkan kepalanya ke dinding.

Saat serangan berlangsung, sakit kepala cluster biasanya terjadi setiap hari dan berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan (biasanya 4-12 minggu). Remisi atau periode bebas gejala akan berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum sakit kepala dimulai kembali.

 

Sampai sekarang, penyebab pasti dari sakit kepala cluster belum diketahu. Namun gangguan aktivitas di bagian otak yang disebut hipotalamus diperkirakan sebagai penyebab utamanya.

Beberapa faktor risiko sakit kepala cluster meliputi:

  • Laki-laki lebih berisiko mengalami sakit kepala cluster dibandingkan perempuan
  • Orang berusia 20-50 tahun
  • Merokok
  • Sering mengkonsumsi alkohol
  • Riwayat sakit kepala cluster pada keluarga

 

Diagnosis sakit kepala cluster ditentukan dengan wawancara mengenai gejala yang Anda alami dan riwayat penyakit yang diderita, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.

Sakit kepala cluster memiliki karakteristik nyeri dan pola serangan. Diagnosis akan tergantung pada deskripsi seseorang tentang serangan, termasuk rasa sakit, lokasi, keparahan, gejala, seberapa sering sakit kepala terjadi, dan lama sakit kepala berlangsung. Beberapa tes atau pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan adalah:

  • Pemeriksaan neurologis. Pemeriksaan neurologis dapat membantu dokter mendeteksi tanda-tanda fisik sakit kepala cluster. Dokter akan menggunakan serangkaian prosedur untuk menilai fungsi otak, termasuk memeriksa indra, refleks dan saraf.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan yang umum dilakukan dokter adalah CT scan dan MRI

 

Cara mengobati sakit kepala cluster umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.

Tidak ada obat untuk mengobati sakit kepala cluster. Namun gejala sakit kepala cluster dapat dikurangi dan dikontrol dengan obat-obatan.

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi sakit kepala cluster adalah:

Obat untuk meredakan gejala sakit kepala cluster secara cepat

Obat yang dipakai untuk meredakan gejala sakit kepala cluster secara cepat saat serangan akut diantaranya:

  • Oksigen: pemberian oksigen melalui masker oksigen dapat membantu meredakan gejala sakit kepala. Efek pereda nyerinya dapat dirasakan dalam waktu 15 menit. Oksigen pada umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping serius.
  • Obat golongan triptan: merupakan obat jenis suntikan yang digunakan untuk meredakan sakit kepala cluster
  • Obat golongan oktreotrida: golongan obat suntikan sintetik yang terbuat dari hormon somatostatin. Efek obat ini sama dengan golongan triptan namun efek pereda nyerinya kurang efektif dibandingkan triptan
  • Obat bius lokal seperti lidokain
  • Obat golongan dihidroergotamin: obat golongan dihidroergotamin tersedia dalam bentuk inhalasi

Obat untuk mencegah serangan sakit kepala cluster

Obat untuk mencegah serangan akut sakit kepala cluster diperlukan untuk mengurangi episode serangan akut. Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mencegah serangan akut sakit kepala cluster antara lain:

  • Calcium channel blocker: contoh obat golongan calcium channel blocker antara lain verapamil.
  • Kortikosteroid: contoh obat golongan steroid yaitu prednison. Obat golongan kortikosteroid biasanya diberikan oleh dokter bila gejala sakit kepala cluster yang Anda rasakan dimulai baru-baru saja atau bila seseorang mengalami gejala sakit kepala cluster secara singkat dan bebas gejala dalam waktu lama
  • Litium karbonat: obat ini efektif untuk mencegah gejala sakit kepala cluster
  • Blok saraf menggunakan obat bius lokal dan kortikosteroid di sekitar saraf oksipital
  • Obat anti-kejang seperti topiramat

Komplikasi sakit kepala cluster

Bila tidak ditangani dengan benar, sakit kepala cluster dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Perilaku agresif
  • Masalah otonom sistemik seperti bradikardia, takikardia, hipertensi, dan aritmia

 

Cara mencegah sakit kepala cluster yang bisa dilakukan meliputi:

  • Menghindari pemicu sakit kepala cluster seperti alkohol dan bahan kimia yang berbau kuat, seperti parfum, cat, atau bensin.
  • Berhenti merokok dan tidak berolahraga saat cuaca terlalu panas
  • Pola tidur teratur dan cukup
  • Patuh pada pengobatan yang diberikan dokter

 

Temui dokter jika Anda baru saja mengalami sakit kepala cluster. Nyeri kepala dapat menunjukkan kondisi medis yang serius, seperti tumor otak atau pecahnya pembuluh darah. Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sakit kepala yang mendadak dan berat
  • Sakit kepala dengan demam, mual dan muntah, leher kaku, kebingungan mental, kejang, mati rasa, atau kesulitan berbicara
  • Sakit kepala setelah cedera kepala
  • Sakit kepala tiba-tiba dan parah
  • Sakit kepala yang memburuk selama berhari-hari

Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan.

 

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sakit kepala cluster?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sakit kepala cluster agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/symptoms-
causes/syc-20352080
Diakses pada 1 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cluster-headaches/
Diakses pada 1 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/common-headaches-
17/cluster/what-is-cluster
Diakses pada 1 November 2018

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544241/
Diakses pada 14 Juli 2020

Artikel Terkait