Sakit Kepala Cluster

Ditinjau dr. Fridawati
Rasa sakit yang ditimbulkan akibat sakit kepala cluster  akan sangat parah dan sering digambarkan sebagai sensasi tajam, membakar, atau menusuk di satu sisi kepala.
Pria usia 30 sampai 40 tahun rentan terkena sakit kepala cluster.

Pengertian Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster merupakan sakit kepala luar biasa di satu sisi kepala yang menimbulkan rasa sakit di sekitar mata. Periode cluster dapat berlangsung dari minggu ke bulan, dan biasanya diikuti dengan periode remisi. Selama masa remisi, tidak ada sakit kepala yang terjadi selama berbulan-bulan atau kadang bertahun-tahun. Pria usia 30 sampai 40 tahun rentan terkena sakit kepala cluster.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala sakit kepala cluster dimulai dengan cepat dan mendadak. Rasa sakitnya akan sangat parah dan sering digambarkan sebagai sensasi tajam, membakar, atau menusuk di satu sisi kepala. Rasa sakit tersebut terasa sampai wajah dan sekitar mata.

Serangan sakit kepala cluster biasanya berlangsung antara 15 menit sampai 3 jam, dan biasanya terjadi antara satu hingga delapan kali sehari. Seseorang yang terkena sakit kepala cluster sering merasa gelisah selama serangan berlangsung. Mereka mungkin saja menggoyang-goyangkan kepalanya, mondar-mandir, atau sampai membenturkan kepalanya ke dinding.

Gejala sakit kepala cluster diantaranya adalah:

  • Mata merah dan berair
  • Kelopak mata bengkak
  • Pupil yang mengecil di satu sisi
  • Wajah berkeringat
  • Hidung tersumbat dan berair

Penyebab

Tidak ada penyebab pasti sakit kepala cluster, namun penyebab tersebut berkaitan dengan aktivitas di bagian otak yang disebut hipotalamus.

Perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena sakit kepala cluster. Beberapa kasus juga menunjukkan bahwa hubungan genetik dapat menjadi penyebab sakit kepala cluster. Serangan sakit kepala cluster terkadang dapat dipicu oleh alkohol atau bau yang kuat, seperti parfum, cat, atau bensin. 

Saat serangan berlangsung, sakit kepala cluster biasanya terjadi setiap hari dan berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan (biasanya 4-12 minggu). Remisi atau periode bebas gejala akan berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum sakit kepala dimulai kembali.

Diagnosis

Sakit kepala cluster memiliki karakteristik nyeri dan pola serangan. Diagnosis akan tergantung pada deskripsi seseorang tentang serangan, termasuk rasa sakit, lokasi, keparahan, gejala, seberapa sering sakit kepala terjadi, dan lama sakit kepala berlangsung. Beberapa tes atau pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan adalah:

  • Pemeriksaan neurologis. Pemeriksaan neurologis dapat membantu dokter mendeteksi tanda-tanda fisik sakit kepala cluster. Dokter akan menggunakan serangkaian prosedur untuk menilai fungsi otak, termasuk memeriksa indra, refleks dan saraf.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan yang umum dilakukan dokter adalah CT scan dan MRI.

Pengobatan

Tidak ada obat untuk mengobati sakit kepala cluster. Namun gejala sakit kepala cluster dapat dikurangi dan diperpendek. Walaupun rasa sakit kepala cluster dapat datang tiba-tiba, sangat sulit untuk dievaluasi dan diobati. Beberapa jenis obat dan pengobatan yang dapat meredakan rasa sakit dengan cepat, di antaranya adalah:

  • Oksigen. Prosedur ini efektif, aman, dan terjangkau untuk mengurangi rasa sakit kepala cluster.
  • Anestesi Lokal. Efek mati rasa dari anestesi lokal, seperti lidokain efektif terhadap nyeri kepala cluster.
  • DihydroergotamineObat ini dapat diminum dan disuntikkan, serta terbukti efektif untuk meredakan sakit kepala cluster.

Pencegahan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit kepala cluster, di antaranya adalah:

  • Menghindari pemicu sakit kepala cluster. Menghindari alkohol dan bahan kimia yang berbau kuat, seperti parfum, cat, atau bensin. Berhenti merokok dan tidak berolahraga saat cuaca terlalu panas.
  • Obat. Dapatkan obat yang direkomendasikan oleh dokter.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda baru saja mengalami sakit kepala cluster. Nyeri kepala dapat menunjukkan kondisi medis yang serius, seperti tumor otak atau pecahnya pembuluh darah. Anda juga dapat mencari perawaan darurat jika Anda mengalami gejala-gejala seperti:

  • Sakit kepala yang mendadak dan berat
  • Sakit kepala dengan demam, mual dan muntah, leher kaku, kebingungan mental, kejang, mati rasa, atau kesulitan berbicara
  • Sakit kepala setelah cedera kepala
  • Sakit kepala tiba-tiba dan parah
  • Sakit kepala yang memburuk selama berhari-hari

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Berikut merupakan beberapa informasi yang dapat membantu Anda bersiap-siap untuk konsultasi Anda:

  • Buatlah buku harian sakit kepala, setiap kali Anda mengalami sakit kepala. Catat rincian sakit kepala Anda, seperti tanggal, lama, intensitas, pemicu, gejala, obat-obatan yang Anda ambil, dan bantuan yang Anda dapatkan. Hal ini akan membantu dokter menentukan jenis sakit kepala Anda dan menemukan pemicu sakit kepala.
  • Ajak seorang anggota keluarga atau kerabat untuk membantu Anda mengingat informasi yang diberikan dokter.
  • Tulislah pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut di antaranya adalah:

  • Kapan gejala Anda dimulai?
  • Apakah gejala Anda terus menerus atau sesekali?
  • Apakah gejala Anda cenderung terjadi pada waktu yang sama?
  • Apakah alkohol tampaknya memicu gejala Anda?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/symptoms-
causes/syc-20352080
diakses pada 1 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cluster-headaches/
diakses pada 1 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/common-headaches-
17/cluster/what-is-cluster
diakses pada 1 November 2018.

Back to Top