Kulit & Kelamin

Ruam Kulit

09 Jun 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Ruam Kulit
Ram kulit bisa muncul karena reaksi alergi
Ruam kulit adalah perubahan tidak normal pada warna atau tekstur kulit. Ruam ini tampak sebagai area bengkak atau teriritasi pada kulit.Kebanyakan ruam kulit terasa gatal, kemerahan, dan nyeri. Beberapa jenis ruam kulit juga dapat memicu terjadinya kulit melepuh dan mengelupas.Ruam biasanya disebabkan oleh peradangan kulit yang bisa ditemukan pada berbagai penyakit kulit. Penyebab lainnya adalah alergi dan iritasi yang disebabkan oleh zat tertentu. Faktor genetik juga dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami ruam kulit.Beberapa ruam muncul begitu saja. Pada orang lainnya ruam muncul dalam beberapa hari. Meskipun kebanyakan ruam kulit hilang dengan cepat, terdapat ruam yang muncul dalam waktu lama dan membutuhkan pengobatan jangka panjang.Karena ruam kulit dapat disebabkan oleh banyak hal, penting untuk mengetahui jenis ruam kulit sebelum mengobatinya.Ruam kulit yang berat, tidak kunjung menghilang, atau disertai dengan gejala lainnya perlu dikonsultasikan ke dokter. Pengobatannya dapat berupa pelembab, lotion, krim, atau obat antigatal. 

Ruam kulit dan Covid-19

Ruam kulit saat ini sering terkait dengan infeksi virus Corona dan menjadi salah satu gejala COVID-19. Layaknya penyakit infeksi lainnya seperti HIV dan sifilis, ruam kulit terkait COVID-19 dapat berupa:
  • Ruam kulit makulopapular, yakni ruam kulit yang tampak sebagai area kulit yang agak menonjol dengan warna yang berbeda dari kulit normal.
  • Penebalan tumit kaki
  • Ruam kulit yang mirip seperti cacar air (benjolan pada kulit berisi cairan)
  • Bintik-bintik merah pada kulit yang mirip seperti ruam kulit pada demam berdarah
  • COVID toe, yaitu benjolan kemerahan pada ibu jari kaki anak-anak dan orang dewasa. COVID toe bisa terasa gatal atau nyeri
 
Ruam Kulit
Dokter spesialis Kulit
GejalaKemerahan pada kulit, lepuhan, kulit bersisik
Faktor risikoUsia, riwayat alergi dan asma, faktor pekerjaan
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik pada kulit, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan, tidak menggaruk ruam, menangani penyebabnya
ObatKrim steroid, obat antihistamin, obat antijamur
KomplikasiInfeksi, sepsis
Kapan harus ke dokter?Ruam kulit yang berat, tidak kunjung hilang, disertai sakit dan demam
Ruam bukanlah penyakit, melainkan salah satu gejala yang bisa menandakan gangguan medis tertentu. Gejala ruam kulit dapat berupa:
  • Kulit merah
  • Benjolan atau bentol
  • Lepuhan
  • Kulit yang bersisik
Gejala gangguan kulit lain juga dapat menyertai ruam, seperti luka dan rasa gatal. 
Ruam disebabkan oleh adanya proses peradangan pada kulit yang diakibatkan oleh infeksi atau noninfeksi seperti alergi. Banyak kondisi kulit yang mempunyai gejala ruam kulit. Salah satu yang sering ditemukan adalah dermatitis kontak.Dermatitis kontak terjadi ketika kulit mengalami kontak langsung dengan zat asing yang menyebabkan reaksi dan menimbulkan ruam. Ruam yang terjadi dapat disertai dengan rasa gatal dan tampak kemerahan. Penyebab umum dari dermatitis kontak, antara lain:
  • Reaksi alergi terhadap produk kecantikan, sabun, detergen cucian, atau pewarna pakaian
  • Kontak kulit dengan zat kimia, karet, atau lateks
  • Menyentuh tanaman beracun seperti jelatang
Mengonsumsi obat-obatan juga dapat menyebabkan ruam. Hal ini terjadi karena reaksi alergi terhadap obat, efek samping terhadap obat tertentu, dan sensitif terhadap obat. Penyebab ruam lainnya adalah gigitan serangga, eksim (dermatitis atopik), lupus, psoriasis, infeksi jamur, dan sebagainya. 

Faktor risiko ruam kulit

Faktor risiko ruam kulit dapat berupa:
  • Usia

Ruam kulit dapat terjadi pada semua usia, namun dermatitis atopik (eksim) lebih sering ditemukan pada anak-anak.
  • Alergi dan asma

Pasien yang memiliki riwayat keluarga atau riwayat medis dengan eksim, alergi, atau asma akan lebih rentan mengalami dermatitis atopik.
  • Pekerjaan

Pekerjaan yang mengharuskan kontak terus menerus dengan logam berat, zat pelarut, atau zat pembersih lantai dapat meningkatkan risiko dermatitis kontak. Tenaga medis juga lebih berisiko mengalami eksim pada tangan.
  • Kondisi medis tertentu

Ruam kulit seperti dermatitis seboroik lebih rentan terjadi pada pasien dengan gagal jantung kongestif, penyakit Parkinson, dan HIV/AIDS. 
Ruam kulit biasanya merupakan gejala dari penyakit tertentu. Untuk mendiagnosis penyakit yang mendasari ruam kulit, dokter dapat melakukan pemeriksaan khusus. Diagnosis ruam kulit dilakukan dengan pemeriksaan:
  • Tanya jawab untuk menganalisis gejala lain yang timbul
  • Pemeriksaan fisik pada kulit untuk menentukan penyakit kulit atau infeksi yang dapat menjadi penyebab
  • Biopsi kulit dengan mengambil sedikit sampel kulit dan diuji di lab
  • Tes darah untuk memastikan penyebab ruam kulit
 
Ruam kulit bisa saja hanya timbul sesaat dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk sekadar mengatasi gejala gatal dan kulit kering, dapat digunakan obat-obatan sebagai berikut:
  • Krim antigatal yang mengandung satu persen hidrokortison
  • Antihistamin oral (minum)
  • Losion pelembap
  • Antifungal topikal (oles) yang mengandung clotrimazole, miconazole, atau terbinafine (jika ruam disebabkan oleh infeksi jamur)
Selain menggunakan obat-obatan, cara menghilangkan ruam kulit dapat dibantu dengan beberapa tindakan berikut:
  • Hindari menggosok atau menggaruk area kulit yang ruam
  • Hindari menutup (menggunakan kain atau pakaian) area ruam jika memungkinkan
  • Ganti penggunaan sabun batang dengan sabun cair
Yang terpenting dalam pengobatan ruam kulit adalah mengidentifikasi dan mengatasi penyebabnya. 

Komplikasi ruam kulit

Komplikasi ruam kulit tergantung pada penyebabnya. Pada umumnya, ruam kulit gatal yang terkait dengan peradangan pada kulit dapat menyebabkan luka terbuka.Luka terbuka rentan mengalami infeksi, dan apabila menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) dapat mengancam nyawa. 
Cara mencegah ruam kulit berbeda-beda dan tergantung pada penyebabnya. Sederet langkah berikut mungkin bisa diterapkan:

Menggunakan pakaian pelindung

Mengenakan pakaian pelindung jika sedang kontak dengan bahan-bahan iritan atau senyawa kimia yang merusak kulit

Mencegah kulit kering

Ruam lebih rentan terjadi pada kulit kering. Karena itu, ada baiknya Anda menerapkan beberapa cara di bawah ini untuk menghindari kulit kering:
  • Mandi tidak terlalu lama, cukup sekitar 5-10 menit saja
  • Gunakan air hangat saat mandi, jangan air panas
  • Gunakan sabun pencuci wajah yang lembut dan tanpa pewangi
  • Mengeringkan tubuh dengan lembut setelah mandi, seperti menepuk-nepuk hingga kering dengan handuk
  • Menggunakan pelembap
 
Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami ruam yang disertai dengan:
  • Rasa sakit atau perubahan warna pada area ruam
  • Tenggorokan terasa sesak atau perasaan gatal di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada wajah atau ekstremitas
  • Demam yang mencapai suhu 38 derajat Celcius
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Sakit kepala parah atau sakit leher
  • Muntah atau diare yang berulang
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ruam kulit?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis ruam kulit. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/rashes#next-steps
Diakses pada Februari 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/rash/article.htm#atopic_dermatitis
Diakses pada Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/common-rashes#1
Diakses pada Februari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/rashes.html
Diakses pada 9 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email