Infeksi

Roseola

Diterbitkan: 26 Apr 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Roseola
Roseola ditandai dengan demam daan diikuti oleh timbulnya ruam kemerahan pada kulit.
Roseola adalah infeksi ringan yang biasanya terjadi pada saat anak berusia 2 tahun, namun infeksi ini juga dapat menyerang orang dewasa. Penyakit ini menyebabkan demam selama beberapa hari dan diikuti dengan ruam kemerahan. Pada beberapa anak tidak menunjukkan indikasi bahwa mereka sakit, sementara anak lain dapat mengalami seluruh tanda dan gejala. Jika terjadi demam tinggi pada infeksi roseola maka tidak akan mengakibatkan komplikasi. Roseola dapat dikategorikan sebagai penyakit yang tidak serius dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang dianjurkan adalah istirahat di tempat tidur, mengonsumsi cairan yang cukup, dan obat-obatan untuk mengurangi demam.
Roseola
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Kulit
Roseola tidak selalu menimbulkan gejala yang dapat terlihat. Penyakit dapat terjadi setelah 1-2 minggu terinfeksi.Demam
  • Anak akan mengalami demam secara tiba-tiba
  • Tenggorokan yang sakit
  • Hidung berair
  • Batuk
  • Diare ringan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelopak mata bengkak dan pembengkakan kelenjar leher
Gejala ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari, kemudian ruam akan muncul. Beberapa anak juga dapat mengalami kejang yang diketahui sebagai kejang demam. Hal ini dapat mengkhawatirkan orang tua tetapi biasanya tidak membahayakan. Orang tua perlu membawa anak ke rumah sakit jika anak kejang.Ruam Ruam roseola biasanya muncul setelah demam sudah menurun.
  • Ruam terdiri dari bintik berwarna merah jambu, bercak atau benjolan dan akan memudar jika menekan gelas diatasnya.
  • Seringkali dimulai pada dada, perut, dan punggung, sebelum menyebar ke wajah, leher dan lengan.
  • Biasanya gatal dan tidak nyaman.
  • Biasanya memudar dan hilang dalam waktu 2 hari
Akan sangat sulit untuk membedakan infeksi anak dengan penyakit yang hampir sama seperti campak, rubella, atau demam scarlet.
Penyebab umum roseola adalah virus herpes 6, 7, tetapi penyebab juga bisa akibat tipe virus herpes lain. Roseola dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan sekresi pernafasan atau air liur. Contohnya, anak yang sehat menggunakan gelas bersamaan dengan anak yang terinfeksi roseola. Roseola jarang menyebabkan wabah dalam komunitas. Infeksi dapat terjadi setiap saat dalam setahun.Faktor risiko Bayi yang lebih dewasa memiliki risiko terkena roseola karena mereka belum memiliki cukup antibody atau pertahanan tubuh. Sementara di dalam rahim, bayi menerima antibodi dari ibu yang melindungi mereka dari virus seperti roseola namun sistem imun ini akan berkurang seiring berjalannya waktu. Usia yang paling umum bagi anak untuk terkena kontak dengan roseola adalah antara usia 6-15 bulan.
Pada umumnya, anak akan sembuh secara total dalam seminggu dari awal demam dan tidak ada perawatan spesifik untuk roseola. Meskipun aspirin dapat digunakan untuk anak diatas 3 tahun, anak dan remaja yang baru sembuh dari cacar air atau gejala flu tidak disarankan untuk minum aspirin. Hal ini karena aspirin terkait dengan sindrom Reye, sangat jarang tetapi berpotensi memiliki kondisi yang mengancam nyawa.
Karena tidak ada vaksin untuk mencegah roseola, pencegahan terbaik adalah dengan menghindari kontak anak dengan anak lain yang terinfeksi. Pada umumnya, antibodi akan terbentuk pada saat usia sekolah. Perlu diperhatikan juga bahwa orang dewasa yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada anak.
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/roseola/symptoms-causes/syc-20377283
Diakses pada 16 Oktober 2018.
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/roseola/diagnosis-treatment/drc-20377289
Diakses pada 16 Oktober 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/roseola/
Diakses pada 16 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Pentingnya Promosi Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Promosi kesehatan bertujuan mengedukasi masyarakat agar mau hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk Covid-19. Selain itu, apa lagi peran penting promosi tersebut?
10 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Promosi kesehatan bisa dimulai dari keluarga.

Hand Sanitizer untuk Bayi, Aman atau Tidak?

Selain mencuci tangan dengan sabun, penggunaan hand sanitizer menjadi alternatif dalam mencegah penyebaran bakteri dan virus, termasuk virus corona. Tapi apakah produk pembersih ini aman digunakan untuk bayi dan anak?
09 Sep 2020|dr. Levina Felicia
Baca selengkapnya
Hand sanitizer untuk bayi tidak boleh mengandung alkohol

Mengenal Limfadenitis, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya

Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar getah bening yang umumnya ditandai dengan pembengkakan. Terdapat berbagai pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk kondisi ini.
01 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar getah bening