Roseola

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Roseola disebabkan virus herpes dan menimbulkan gejala berupa demam yang dilanjutkan ruam kemerahan.
Roseola ditandai dengan demam daan diikuti oleh timbulnya ruam kemerahan pada kulit.

Pengertian Roseola

Roseola adalah infeksi ringan yang biasanya terjadi pada saat anak berusia 2 tahun, namun infeksi ini juga dapat menyerang orang dewasa. Penyakit ini menyebabkan demam selama beberapa hari dan diikuti dengan ruam kemerahan. Pada beberapa anak tidak menunjukkan indikasi bahwa mereka sakit, sementara anak lain dapat mengalami seluruh tanda dan gejala. Jika terjadi demam tinggi pada infeksi roseola maka tidak akan mengakibatkan komplikasi. Roseola dapat dikategorikan sebagai penyakit yang tidak serius dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang dianjurkan adalah istirahat di tempat tidur, mengonsumsi cairan yang cukup, dan obat-obatan untuk mengurangi demam.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Roseola tidak selalu menimbulkan gejala yang dapat terlihat. Penyakit dapat terjadi setelah 1-2 minggu terinfeksi.

Demam

  • Anak akan mengalami demam secara tiba-tiba
  • Tenggorokan yang sakit
  • Hidung berair
  • Batuk
  • Diare ringan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelopak mata bengkak dan pembengkakan kelenjar leher

Gejala ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari, kemudian ruam akan muncul. Beberapa anak juga dapat mengalami kejang yang diketahui sebagai kejang demam. Hal ini dapat mengkhawatirkan orang tua tetapi biasanya tidak membahayakan. Orang tua perlu membawa anak ke rumah sakit jika anak kejang.

Ruam

Ruam roseola biasanya muncul setelah demam sudah menurun.

  • Ruam terdiri dari bintik berwarna merah jambu, bercak atau benjolan dan akan memudar jika menekan gelas diatasnya.
  • Seringkali dimulai pada dada, perut, dan punggung, sebelum menyebar ke wajah, leher dan lengan.
  • Biasanya gatal dan tidak nyaman.
  • Biasanya memudar dan hilang dalam waktu 2 hari

Akan sangat sulit untuk membedakan infeksi anak dengan penyakit yang hampir sama seperti campak, rubella, atau demam scarlet.

Penyebab

Penyebab umum roseola adalah virus herpes 6, 7, tetapi penyebab juga bisa akibat tipe virus herpes lain. Roseola dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan sekresi pernafasan atau air liur. Contohnya, anak yang sehat menggunakan gelas bersamaan dengan anak yang terinfeksi roseola. Roseola jarang menyebabkan wabah dalam komunitas. Infeksi dapat terjadi setiap saat dalam setahun.

Faktor risiko

Bayi yang lebih dewasa memiliki risiko terkena roseola karena mereka belum memiliki cukup antibody atau pertahanan tubuh. Sementara di dalam rahim, bayi menerima antibodi dari ibu yang melindungi mereka dari virus seperti roseola namun sistem imun ini akan berkurang seiring berjalannya waktu. Usia yang paling umum bagi anak untuk terkena kontak dengan roseola adalah antara usia 6-15 bulan.

Pengobatan

Pada umumnya, anak akan sembuh secara total dalam seminggu dari awal demam dan tidak ada perawatan spesifik untuk roseola. Meskipun aspirin dapat digunakan untuk anak diatas 3 tahun, anak dan remaja yang baru sembuh dari cacar air atau gejala flu tidak disarankan untuk minum aspirin. Hal ini karena aspirin terkait dengan sindrom Reye, sangat jarang tetapi berpotensi memiliki kondisi yang mengancam nyawa.

Pencegahan

Karena tidak ada vaksin untuk mencegah roseola, pencegahan terbaik adalah dengan menghindari kontak anak dengan anak lain yang terinfeksi. Pada umumnya, antibodi akan terbentuk pada saat usia sekolah. Perlu diperhatikan juga bahwa orang dewasa yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada anak.

Referensi

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/roseola/symptoms-causes/syc-20377283
Diakses pada 16 Oktober 2018.

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/roseola/diagnosis-treatment/drc-20377289
Diakses pada 16 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/roseola/
Diakses pada 16 Oktober 2018.

Back to Top