Rhinitis medikamentosa adalah peradangan pada membran hidung. Penyakit ini terjadi akibat penggunaan dekongestan semprot (untuk meredakan hidung tersumbat) secara berlebihan.

Beberapa contoh dekongestan meliputi oxymetazoline, pseudoephedrine, dan phenylephrine. Penggunaan semprotan hidung tersebut secara rutin dapat meningkatkan risiko rinitis medikamentosa.

Rhinitis medikamentosa lebih jarang terjadi daripada rhinitis alergi. Rhinitis jenis ini juga tidak menyebabkan gatal pada hidung, mata, atau tenggorokan seperti rhinitis alergi.

Gejala utama rhinitis medikamentosa adalah hidung tersumbat. Kondisi ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Penderita juga mungkin mengalami sakit kepala, gangguan kecemasan, dan gelisah.

Seperti yang telah disebutkan di atas, rhinitis medikamentosa disebabkan oleh penggunaan dekongestan berlebihan. Semprotan hidung menyebabkan pembuluh darah mukosa hidung menyempit. Setelah periode waktu tertentu, efek semprotan hidung akan hilang dan mukosa hidung membengkak.

Biasanya, penggunaan secara berlebihan ini berasal dari masalah hidung yang sudah ada sebelumnya, seperti rhinitis nonalergi. Ketika rhinitis nonalergi tidak sembuh dengan penggunaan dekongestan, pasien sering meningkatkan dosisnya.

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis rhinitis medikamentosa. Namun jika hidung tersumbat reda setelah Anda berhenti menggunakan obat, Anda bisa dicurigai mengidap rhinitis medikamentosa.

Jika Anda menggunakan dekongestan secara berlebihan, konsultasikan dengan dokter Anda. Dokter mungkin merekomendasikan pengurangan dosis secara bertahap.

Salah satu cara terbaik untuk menghentikan penggunaan dekongestan adalah dengan Rhinostat kit, dengan mengencerkan dosis semprotan hidung sebesar 10% hingga 15% setiap hari sampai hidung Anda kembali normal.

Pengobatan lainnya adalah penggunaan kortikosteroid. Langkah ini juga dapat membantu selama proses pengurangan dosis dekongestan hidung. Steroid oral juga kadang digunakan.

Minggu pertama biasanya Anda mengalami hidung tersumbat parah dan sakit kepala berat. Namun, gejala-gejala ini akan perlahan-lahan mereda.

Untuk mencegah rhinitis medikamentosa, bijaklah dalam menggunakan dekongestan ketika hidung tersumbat. Baca dan patuhi aturan pakai pada kemasan dekongestan untuk mengetahui seberapa sering dan berapa lama dekongestan boleh digunakan.

Jika Anda mengalami hidung tersumbat dan menggunakan semprotan dekongestan, namun gejalanya tidak hilang atau malah semakin memburuk, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Pengurangan dosis secara bertahap akan direkomendasikan karena penghentian pemakaian secara tiba-tiba dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut. 

Mengurangi peradangan juga penting dilakukan untuk menghindari komplikasi serius. Peradangan kronis dapat menyebabkan pembentukan polip di rongga hidung serta memicu sinusitis. Setelah gejala sembuh, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan dekongestan hidung untuk mengobati rhinitis di kemudian hari.

Sebelum bertemu dengan dokter, beberapa hal di bawah ini dapat Anda siapkan:

  1. Catat semua gejala yang dialami.
  2. Catat informasi pribadi maupun riwayat medis Anda dan keluarga.
  3. Buat daftar mengenai semua obat (termasuk vitamin, suplemen, maupun obat herba) dan dekongestan dalam bentuk semprotan hidung yang Anda gunakan. Jelaskan durasi dan dosis penggunaannya.
  4. Mintalah seseorang untuk mendampingi Anda berkonsultasi. Hal itu dapat membantu Anda dalam mengingat informasi.

Dokter akan menanyakan beberapa hal mengenai riwayat medis Anda dan riwayat penggunaan dekongestan. Setelah membuat diagnosis, dokter dapat menentukan rencana perawatan.

Dokter mungkin merekomendasikan untuk mengurangi penggunaan dekongestan secara bertahap. Setelah penghentian pemakaian semprotan hidung berhasil dilakukan, dokter akan merekomendasikan obat alternatif untuk meredakan gejala. Misalnya, glukokortikosteroid atau dekongestan oral.

Chordate Medical. https://www.chordate.com/rhinitis-medicamentosa/
Diakses pada 13 Maret 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/rhinitis-medicamentosa
Diakses pada 13 Maret 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/everything-you-need-to-know-about-rebound-congestion-1192177
Diakses pada 13 Maret 2019

Artikel Terkait