Pernapasan

Rhinitis Alergi

12 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Rhinitis Alergi
Alergen penyebab hay fever dapat berasal dari serbuk sari bunga, tungau, kutu, atau bulu hewan.
Rhinitis alergi adalah peradangan pada rongga hidung yang terjadi akibat reaksi alergi. Alergi rinitis disebut juga hay feverGejala dari kondisi ini mirip dengan sakit flu, seperti hidung pilek, mata terasa gatal, hidung tersumbat, bersin, dan sakit kepala. Rinitis alergi berbeda dari flu. Jika flu disebabkan oleh virus, alergi rinitis disebabkan respons tubuh yang berlebihan terhadap suatu zat yang memicu alergi (alergen). Alergen bisa berasal dari berbagai hal seperti debu, serbuk bunga, tungau, kutu kucing atau anjing, dan bulu binatang.Rhinitis alergi dapat diobati dengan menghindari atau membatasi paparan alergen. Selain itu, pemberian obat-obatan juga dapat diberikan untuk menghentikan reaksi alergi dan meringankan gejalanya.
Rhinitis Alergi
Dokter spesialis THT, Umum
GejalaHidung berair, hidung tersumbat, bersin-bersin
Faktor risikoPaparan asap rokok, polusi udara, suhu dingin
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes tusuk (prick test), tes darah
PengobatanIrigasi hidung, obat-obatan
ObatAntihistamin, kortikosteroid, dekongestan
KomplikasiSulit tidur, berkembangnya gejala asma, sinusitis
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala seperti rhinitis alergi
Gejala alergi rinitis yang muncul dan dialami oleh tiap penderitanya dapat berbeda.

Umumnya gejala rhinitis alergi adalah:

  • Hidung pilek atau tersumbat.
  • Mata berair, gatal, merah (konjungtivitis alergi).
  • Bersin.
  • Batuk.
  • Hidung, langit-langit mulut dan tenggorokan gatal.
  • Muncul lingkaran hitam atau memar di bawah mata (allergic shiners).
  • Lendir menetes di belakang hidung (postnasal drip)
  • Mimisan
  • Mengorok saat tidur
  • Sakit kepala atau sinus merasa tertekan
  • Bernafas lewat mulut
  • Kelelahan
  • Dapat menyebabkan gangguan tidur apabila sudah semakin parah

Gejala rhinitis alergi pada anak adalah:

  • Nyeri telinga
  • Infeksi pada telinga
  • Keluar cairan dari telinga
  • Telinga berdengung 
Rhinitis alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen di udara yang terhirup hidung.Saat masuk ke rongga hidung, sistem imun memproduksi antibodi immunoglobulin E (IgE) untuk menyerang alergen. Antibodi kemudian akan melepaskan zat kimia bernama histamin, yang dapat memicu berbagai gejala rinitis alergi.Alergen yang paling umum jadi penyebab rhinitis alergi adalah:
  • Debu.
  • Spora jamur dan kapang
  • Latex
  • Tungau.
  • Bulu hewan. 
  • Air liur atau air seni hewan tertentu.
  • Serbuk gergaji
Kondisi ini juga dapat terjadi musiman, alias muncul dalam waktu-waktu tertentu saja. Contoh alergen yang muncul secara musiman adalah alergi serbuk sari yang beterbangan saat musim semi atau musim gugur. Alergi rinitis musiman lebih umum terjadi di negara-negara dengan empat musim.

Faktor risiko

Alergi dapat dialami oleh siapapun, terutama orang-orang yang memiliki riwayat alergi dalam keluarganya. Demikian pula dengan rhinitis alergi. Selain itu, asma atau eczema atopik juga dapat meningkatkan risiko seseorang memiliki rinitis alergi.Ada juga beberapa faktor eksternal lain yang meningkatkan risiko ini, yaitu:
  • Sering terpapar asap rokok.
  • Terpapar zat kimia.
  • Suhu dingin.
  • Lingkungan atau udara yang lembap.
  • Angin.
  • Polusi udara.
  • Semprotan rambut.
  • Minyak wangi.
  • Parfum/cologne.
  • Asap pembakaran kayu atau asap lainnya.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, memantau riwayat medis, serta melakukan tes tertentu untuk menentukan apakah kondisi yang dialami pasien adalah alergi rinitis .Dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan khusus seperti apakah gejala yang dirasakan berbeda pada waktu-waktu lainnya, atau apakah gejala mulai dirasakan setelah kontak langsung dengan sesuatu.Adapun tes untuk mendiagnosa rhinitis alergi di antaranya adalah:
  • Tes tusuk kulit (prick test). Tes ini dilakukan untuk mengetahui reaksi alergi pasien.
  • Tes darah alergi (RAST). Sampel darah akan diambil dan diuji lebih lanjut di laboratorium. Tes ini mengukur respon sistem kekebalan terhadap alergen tertentu, dan biasanya menjadi pilihan jika tes sebelumnya dianggap tidak memungkinkan untuk dijalani pasien.
  • Endoskopi hidung
  • Rontgen atau CT Scan
Baca juga: Mengenal Berbagai Tes Alergi yang Ampuh Mendeteksi Pemicu Alergi
Pengobatan rhinitis alergi yang paling utama yaitu menghindari alergen yang menyebabkan munculnya gejala.Jika tidak mungkin untuk menghindari kontak dengan alergen, pasien dapat mengurangi paparan dengan menghindari kontak dengan binatang tertentu atau mencegah pertumbuhan jamur di dalam maupun di luar rumah,Ada pula beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani gejala rhinitis alergi yang sudah dialami. Jenis pengobatan untuk setiap orang mungkin juga berbeda sesuai dengan tingkat keparahan gejala masing-masing.Cara mengobati rhinitis alergi yang umum adalah:
  • Obat antihistamin, biasanya diresepkan bagi penderita rhinitis alergi yang gejalanya hanya muncul sesekali serta tak lama. Obat rhinitis alergi ini berfungsi menghambat produksi histamin (zat pemicu reaksi alergi).
  • Membersihkan atau irigasi saluran hidung dengan larutan garam, khusus digunakan untuk rinitis alergi yang masih tergolong ringan.
  • Semprotan hidung kortikosteroid yang direkomendasikan dokter untuk membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan.
  • Obat dekongestan, dapat berupa pil, cairan yang ditelan, atau cairan spray. Semprotan dekongestan tak boleh digunakan selama lebih dari 3 hari.
  • Imunoterapi, yang dapat berupa suntikan alergi ataupun pil. Metode ini diperuntukkan bagi penderita rinitis alergi yang tak bisa menghindar dari alergen, serta gejala yang dialami juga sulit dikendalikan. Metode ini dapat membantu mengendalikan gejala-gejala yang dialami.
  • Pil inhibitor leukotriene, yang berfungsi menghambat zat kimia leukotriene, yakni  zat lain yang dilepaskan tubuh untuk merespons alergen yang masuk.
  • Obat tetes mata, yang dapat membantu menangani gejala alergi seperti gatal pada mata.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, komplikasi rinitis alergi yang mungkin muncul, antara lain:
  • Insomnia.
  • Berkembangnya gejala asma, atau memburuk jika memang sudah menderita asma
  • Sering mengalami infeksi pada telinga atau sinus (serangkaian lubang di sekitar struktur tulang hidung).
  • Sering sakit kepala.
  • Terganggunya produktivitas sekolah atau bekerja.
Baca jawaban dokter: Kapan alergi saya sembuh?
Hindarilah alergen dan hal-hal yang menyebabkan gejala terjadi serta minumlah obat rhinitis alergi sesuai anjuran dokter sebelum terpapar alergen.Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala rhinitis alergi yang dialami, antara lain yaitu:
  • Tak menyentuh wajah atau mengucek mata dan hidung.
  • Menggunakan sprei khusus untuk mencegah tungau menempel di kasur atau bantal.
  • Menjauhkan binatang peliharaan dari tempat duduk maupun kasur.
  • Bila perlu, menggunakan alat penyaring udara pada AC dan penyedot debu guna untuk mengurangi banyaknya alergen di udara.
  • Sering mencuci tangan, khususnya setelah bermain dengan hewan peliharaan.
  • Menggunakan topi serta kacamata hitam saat berada di luar rumah, dan mengganti pakaian segera setelah berada di dalam rumah.
  • Jika tinggal di negara 4 musim, pastikan untuk menutup jendela rumah pada musim semi, panas, atau musim gugur saat serbuk sari tanaman banyak beterbangan.
Baca juga: Mengenal Alergi Kucing dan Cara Tepat untuk Mengatasinya
Segera temui dokter jika Anda mengalami kondisi berikut ini:
  • Demam memburuk
  • Obat alergi tidak meringankan gejala atau menyebabkan efek samping yang mengganggu
  • Anda memiliki kondisi lain yang dapat memperburuk gejala demam, seperti polip hidung, asma, atau infeksi sinus
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis, diantaranya adalah:
  • Kapan gejala tersebut dimulai?
  • Apakah gejala Anda berlangsung terus-menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apa yang tampaknya memicu gejala Anda?
  • Apa yang tampaknya meringankan gejala Anda?
  • Apakah saudara terdekat anda menderita demam atau alergi lainnya?
  • Apakah gejala mengganggu produktivitas Anda?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis rhinitis alergi agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8622-allergic-rhinitis-hay-fever
Diakses pada 16 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/allergic-rhinitis/
Diakses pada 22 Oktober 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hay-fever/symptoms-causes/syc-20373039
Diakses pada 22 Oktober 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160665#causes
Diakses pada 16 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000813.htm
Diakses pada 16 Agustus 2021
UCLA Health. https://www.uclahealth.org/allergy/allergic-rhinitis
Diakses pada 16 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email