Kanker

Rhabdomyosarcoma

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Rhabdomyosarcoma
Tanda dan gejala rhabdomyosarcoma tergantung pada lokasi kanker
Rhabdomyosarcoma (RMS) adalah kanker yang terbentuk dari jaringan lunak, seperti jaringan otot rangka atau organ berongga (misalnya, kandung kemih dan rahim). Kanker ini termasuk jarang terjadi.RMS dapat tumbuh di berbagai area tubuh. Namun beberapa bagian yang biasa diserang meliputi kepala, leher, kandung kemih, organ reproduksi (seperti vagina, rahim, dan testis), serta tangan maupun kaki.Sebagian besar RMS dialami oleh anak-anak dan remaja. Tapi kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.Rhabdomyosarcoma yang terjadi pada orang dewasa akan tumbuh lebih cepat dan muncul di area tubuh yang lebih sulit untuk ditangani. karena itu, RMS pada pasien dewasa lebih sulit diobati dengan efektif.Keberhasilan dan metode pengobatan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tipe rhabdomyosarcoma asal dan ukuran tumor, serta penyebaran kanker. Pengobatannya bisa meliputi operasi, kemoterapi dan radiaoterapi. 
Rhabdomyosarcoma
Dokter spesialis Onkologi
GejalaBenjolan di bagian tubuh (seperti mata, leher, dada, lengan, kaki, atau selangkangan), mimisan, sakit kepala
Faktor risikoRiwayat kanker di keluarga, sindrom genetik
Metode diagnosisPemeriksaan pencitraan, biopsi, tes darah
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
ObatObat kemoterapi
KomplikasiMetastasis, efek samping terapi
Kapan harus ke dokter?Jika ada gejala yang mencurigakan
Tanda dan gejala rhabdomyosarcoma tergantung pada lokasi kanker.Jika kanker terdapat pada kepala atau leher, berikut ini gejala yang ditimbulkan:
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan pada mata
  • Pendarahan pada hidung, tenggorokan, dan telinga
Jika kanker terdapat pada sistem reproduksi atau kandung kemih, berikut ini gejala yang ditimbulkan:
  • Kesulitan buang air kecil dan terdapat darah di dalam urine
  • Terdapat benjolan dan terjadi pendarahan di vagina atau rektum
  • Susah buang air besar
Jika kanker terdapat pada lengan atau kaki, berikut ini gejala yang ditimbulkan:
  • Terdapat benjolan atau pembengkakan pada lengan atau kaki
  • Terasa nyeri pada daerah yang terjangkit, meski terkadang tidak ada rasa sakit.
Jika tumor terdapat didalam perut, maka gejala yang dapat ditimbulkan adalah muntah, rasa sakit dan konstipasi. 
Penyebab rhabdomyosarcoma belum diketahui sampai dengan saat ini, sama seperti tipe kanker lainnya, rhabdomyosarcoma muncul ketika terjadi pertumbuhan sel-sel yang abnormal dan tidak terkendali.Pada anak-anak yang menderita RMS, biasanya tidak ditemukan adanya riwayat kanker dalam keluarga. Walaupun masih perlu dilakukan banyak penelitian, tetapi diduga bahwa risiko untuk terserang RMS tipe embrional meningkat pada anak dengan keluarga dekat seperti orangtua atau saudara kandung dengan kanker. Terutama, ketika keluarga tersebut didiagnosis menderita kanker sebelum berumur 30 tahun.Memiliki kelainan genetik seperti neurofibromatosis tipe 1, sindrom Li-Fraumeni (LFS), sindrom Beckwith-Wiedemann, atau sindrom Costello, diduga dapat meningkatkan risiko untuk menderita RMS. 
Dokter akan melakukan pemeriksaan awal, yang meliputi pertanyaan tentang riwayat medis, penyakit secara lengkap, pemeriksaan fisik dan tes penunjang maupun laboratorium, seperti tes darah lengkap. Dokter mungkin menyarankan beberapa tes untuk menemukan kanker dan mencari tahu jangkauan penyebarannya, melalui:
  • X-ray
  • Komputerisasi tomografi (CT)
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • Positron emission tomography (PET)
  • Pemindai tulang
Namun, pemeriksaan pencitraan ini tidak dapat menentukan jenis tumor.Jenis dan keganasan tumor hanya dapat ditentukan dengan proses biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dan dibawah diperiksa di bawah mikroskop. Ada dua tipe biopsi yang dilakukan untuk pemeriksaan RMS, yaitu:
  • Biopsi jarum:
    Dokter memasukkan jarum melalui kulit ke tumor, dan jarum tersebut digunakan untuk mengangkat potongan kecil jaringan dari tumor.
  • Biopsi bedah:
    Dokter mengambil seluruh tumor atau sebagian dari tumor untuk diuji.
 

Stadium rhabdomyosarcoma

Stadium rhabdomyosarcoma ditentukan berdasarkan ukuran tumor, lokasinya, dan apakah tumor sudah menyebar ke area tubuh lainnya.

Stadium 1

Rhabdomyosarcoma dikategorikan stadium 1 bila tumor ukuran berapapun, mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening, dan ditemukan di hanya satu dari lokasi berikut:
  • Mata atau area di sekitar mata
  • Kepala dan leher (namun tidak di jaringan dekat telinga, sinus, dasar tengkorak, otak, atau saraf tulang belakang)
  • Saluran empedu dan kantung empedu
  • Saluran kencing (ureter atau uretra)
  • Testis, ovarium, vagina, atau rahim

Stadium 2

Tumor dikategorikan stadium 2 bila tumor ditemukan pada area di luar stadium 1. Ukuran tumor maksimal 5 sentimeter dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium 3

Pada rhabdomyosarcoma stadium 3, tumor juga ditemukan pada area di luar stadium 1 dengan salah satu dari karakteristik berikut:
  • Ukuran tumor maksimal 5 sentimeter dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Ukuran tumor lebih besar dari 5 sentimeter dan kanker mungkin sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya

Stadium 4

Rhabdomyosarcoma dikategorikan stadium 4 bila ukuran tumor berapapun dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kanker juga sudah menyebar ke area tubuh lain yang jauh, seperti paru-paru, sumsum tulang, atau tulang. 
Pengobatan untuk rhabdomyosarcoma diberikan berdasarkan jenisnya. Beberapa jenis menggunakan operasi dan yang lainnya dengan kemoterapi. Beberapa pengobatan rhabdomyosarcoma yang dapat dijalani pasien adalah:
  • Operasi:
    Tujuan utama dari operasi adalah mengangkat sel-sel kanker. Oleh karena itu, jika ternyata tumor yang diderita adalah ganas, maka akan dilakukan operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian besar tumor tersebut, dan berusaha untuk mempertahankan fungsi dan memperkecil risiko cacat. Tingkat kerumitan operasi yang akan dilakukan, tergantung dari lokasi dan besar tumor serta respons terhadap kemoterapi.
  • Kemoterapi:
    Kemoterapi menggunakan obat untuk mematikan sel kanker, terutama yang luput pada waktu operasi pengangkatan tumor. Untuk RMS, kemoterapi biasanya diberikan untuk 6 bulan-1 tahun, dengan pemberian seminggu sekali di awal masa kemoterapi, lalu dikurangi intervalnya secara perlahan.
  • Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X:
    Terapi ini bertujuan mengecilkan, menghancurkan, dan membunuh sel-sel kanker yang tidak hilang dengan operasi, namun, radiasi dapat dilakukan pada tumor yang tidak dapat dioperasi karena lokasinya, atau dengan operasi dapat menyebabkan kecacatan.
 

Komplikasi rhabdomyosarcoma

Komplikasi rhabdomyosarcoma dan efek samping terapinya meliputi:
  • Metastasis (kanker yang menyebar)

Rhabdomyosarcoma dapat menyebar dari lokasi awal ke area lainnya, membuat penanganan dan pemulihannya lebih sulit. Penyakit ini paling sering menyebar ke paru-paru, kelenjar getah bening, dan tulang.
  • Efek samping terapi

Terapi agresif yang dilakukan untuk mengatasi rhabdomyosarcoma dapat menimbulkan efek samping jangka pendek dan jangka panjang. Dokter dapat membantu pasien untuk mengatasi efek samping yang dapat muncul selama pengobatan dan memberitahu kemungkinan efek samping yang perlu diperhatikan dalam beberapa tahun setelah pengobatan.
Rhabdomyosarcoma tidak dapat dicegah. Namun, jika Anda mengalami tanda dan gejala apapun, harus diperiksa sesegera mungkin. 
Hubungi dokter bila pasien mengalami gejala rhabdomyosarcoma yang mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rhabdomyosarcoma?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis rhabdomyosarcoma. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rhabdomyosarcoma/diagnosis-treatment/drc-20390966
Diakses pada 24 Oktober 2018
Penn Medicine. https://www.pennmedicine.org/cancer/types-of-cancer/sarcoma/rhabdomyosarcoma/types-of-rhabdomyosarcoma
Diakses pada 3 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/rhabdomyosarcoma-cancer#1
Diakses pada 3 November 2018
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/rhabdomyosarcoma/about/what-is-rhabdomyosarcoma.html
Diakses pada 11 November 2020
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/soft-tissue-sarcoma/patient/rhabdomyosarcoma-treatment-pdq
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Membedah Angiogenesis dan Kaitannya dengan Kanker

Angiogenesis adalah proses terbentuknya pembuluh darah baru yang berasal dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya. Meski dianggap proses normal dalam tubuh, angiogenesis juga diperlukan kanker untuk dapat tumbuh dan berkembang.
08 Sep 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang telah ada

Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan Tak Boleh Diremehkan

Labu siam mempunya banyak manfaat untuk kesehatan sangat banyak. Salah satu manfaat labu siam adalah dapat membuat wajah lebih awet muda.
10 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Salah satu manfaat labu siam adalah dapat membuat wajah awet muda

Apa Saja Manfaat Radium dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh?

Radium dalam bentuk radium diklorida, digunakan sebagai obat radiofarmasetikal untuk perawatan kanker prostat. Meski efektif, obat ini juga berisiko menimbulkan anemia.
02 Aug 2020|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Pengobatan dengan radium diklorida berisiko menyebabkan anemia.