Rhabdomyolysis

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Rhabdomyolysis

Rhabdomyolysis merupakan salah satu sindrom serius yang diakibatkan oleh cedera otot secara langsung atau tidak langsung. Hal ini disebabkan oleh matinya serat otot dan keluarnya isi dari serat otot, yaitu mioglobin, ke dalam aliran darah. 

Penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, yang mengakibatkan tubuh gagal membuang sisa metabolisme melalui urine yang terkonsentrasi. Dalam beberapa kasus, walaupun jarang, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala awal dari rhabdomyolysis terkadang samar. Gejala yang terjadi tidak spesifik dan bisa menyerupai kondisi lainnya. 

Tanda dan gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah:

  • Perubahan warna urine menjadi gelap, merah, atau seperti teh
  • Penurunan intensitas dan volume buang air kecil 
  • Rasa lemah dan lesu
  • Rasa kaku dan nyeri pada otot 
  • Otot terasa lemah pada bagian yang terpengaruh

Selain itu adapun gejala lain yang ditimbulkan, berupa:

  • Rasa nyeri pada sendi
  • Kejang 
  • Kenaikan berat badan bertambah tanpa sebab 
  • Kelelahan yang berat
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Kebingungan dan agitasi (mudah marah) 

Penyebab

Ada banyak penyebab traumatis dan non–traumatis yang dapat menyebabkan rhabdomyolysis. 

Penyebab traumatis yang dimaksud yaitu:

  • Crush injury, yaitu cedera ketika ada bagian tubuh yang terhimpit, dan mendapatkan tekanan dari benda berat, seperti pada kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, atau tertimpa bangunan
  • Tekanan pada otot dalam jangka waktu lama, seperti imobilisasi (tidak bergerak secara aktif) dalam waktu yang lama setelah jatuh, atau berbaring tanpa sadar pada permukaan yang keras ketika sakit, atau di bawah pengaruh alkohol maupun obat–obatan
  • Cedera karena sengatan listrik, tersambar petir atau luka bakar derajat tiga.
  • Racun dari ular atau gigitan serangga 

Sementara itu yang termasuk penyebab non-traumatis adalah: 

  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang seperti heroin, kokain atau  amfetamin
  • Peregangan  otot yang ekstrem, terutama pada atlet yang tidak terlatih. Namun, kondisi ini juga berisiko dialami atlet profesional dan dapat menjadi lebih berbahaya, apabila terjadi kerusakan pada massa otot 
  • Penggunaan obat seperti antipsikotik atau statin pada dosis tinggi
  • Suhu tubuh yang terlalu tinggi (hipertermia) atau heatstroke
  • Kejang atau delirium tremens
  • Gangguan metabolisme seperti diabetik ketoasidosis
  • Penyakit otot (miopati) seperti defisiensi enzim otot bawaan atau penyakit distrofi otot Duchenne
  • Infeksi virus seperti flu, herpes simpleks dan human immunodeficiency virus (HIV)
  • Infeksi bakteri yang memicu racun pada jaringan atau aliran darah (sepsis)
  • Riwayat penyakit rhabdomyolysis sebelumnya

 

 

Diagnosis

Dokter akan memeriksa otot rangka terbesar pada tubuh Anda dan bagian yang terasa sakit. Selain itu, dokter akan melakukan tes urine dan darah untuk mendeteksi penyakit ini. 

Pemeriksaan untuk menentukan kesehatan otot dan ginjal dapat dilakukan dengan menentukan kadar: 

  • Kreatinin kinase. Zat ini adalah enzim yang ditemukan di otot rangka, otak, dan jantung.
  • Mioglobin dalam darah dan urine, sebagai protein yang diproduksi dari kerusakan otot
  • Potassium, sebagai mineral penting yang dapat bocor dari tulang dan otot yang terluka
  • Kreatinin dalam darah dan urine. Zat kreatinin ini dihasilkan dari pemecahan yang dihasilkan  oleh otot, dan biasanya dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal. 

Peningkatan dari kadar zat-zat di atas merupakan tanda dari kerusakan otot. 

Pengobatan

Apabila terdeteksi pada tahap awal, penyakit ini lebih mudah untuk diobati, tanpa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada ginjal.

Pemberian cairan
Pengobatan utama untuk penderita adalah dengan memberikan cairan dengan kandungan bikarbonat yang cukup ke dalam tubuh pasien. Cairan yang mengandung bikarbonat ini dapat mengeluarkan mioglobin dari ginjal Anda. Cairan akan diberikan melalui infus. 

Obat-obatan
Mengonsumsi obat yang diberikan dokter seperti bikarbonat dan diuretik, dapat membantu menjaga fungsi ginjal Anda. Selain itu kadar kalium yang tinggi pada darah  (hiperkalemia) atau rendahnya kadar kalsium darah (hipokalsemia) dapat diobati melalui cairan infus.

Dialisis
Apabila mengalami rhabdomyolysis pada tahap yang berat dan kondisi ini telah merusak ginjal yang Anda miliki dan menyebabkan gagal ginjal akut,  maka dialisis akan diperlukan. Dalam proses dialisis, darah akan dikeluarkan dari tubuh dan dibersihkan dari produk limbah yang dihasilkan tubuh dengan menggunakan mesin khusus. 

Pengobatan di rumah
Pada rhabdomyolysis yang ringan, pengobatan di rumah dapat membantu dalam proses pemulihan. Tujuan dari pengobatan sendiri di rumah yaitu mengistirahatkan tubuh agar otot Anda dapat pulih kembali, dan memenuhi kebutuhan cairan, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal. 

Apabila Anda merasa lelah, segera beristirahat dan konsumsi cukup air, untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Pencegahan

Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya Anda:

  • Mengonsumsi air yang cukup setelah berolahraga berat, untuk memenuhi kebutuhan cairan harian
  • Berendam di air dingin apabila mengalami stroke panas (heatstroke)

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada penyakit ini segera berkonsultasilah dengan dokter.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/rhabdomyolysis
Diakses pada 12 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000473.htm
Diakses pada 12 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/rhabdomyolysis-symptoms-causes-treatments#1-2
Diakses pada 12 Desember 2018

Back to Top