Kulit & Kelamin

Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)

Diterbitkan: 14 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)
Rambut tumbuh ke dalam bisa muncul karena kebiasaan mencukur yang kurang tepat
Ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam adalah kondisi pertumbuhan rambut secara melengkung ke dalam kulit. Rambut ini akan membentuk bintik-bintik merah, dan terkadang bisa memicu infeksi serta munculnya nanah.Biasanya, ingrown hair terjadi pada orang yang memiliki rambut kasar atau keriting. Kondisi ini sering timbul di bagian tubuh yang sering dicukur.Pada pria, rambut tumbuh ke dalam kerap muncul di dagu, pipi, dan leher. Sedangkan pada wanita, kondisi ini umum dijumpai di kaki, kemaluan, serta ketiak.Rambut tumbuh ke dalam biasanya tidak berbahaya, tapi bisa mengganggu kenyamanan. Pasien sebaiknya berkonsutlasi ke dokter apabila kondisi ini terjadi berulang kali.Penanganan utama rambut tumbuh ke dalam adalah menghindari mencukur, mengonsumsi obat-obatan, atau menjalani terapi laser. 
Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)
Dokter spesialis Kulit
GejalaGatal, hiperpigmentasi, benjolan kecil, padat, dan bulat
Faktor risikoRambut keriting, rambut kering, tekanan dan gesekan berlebihan
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanObat, kompres hangat
ObatBenzoil peroksida, kortikosteroid, retinoid
KomplikasiInfeksi, bekas luka
Kapan harus ke dokter?Rambut tumbuh ke dalam yang sering kambuh
Secara umum, gejala rambut tumbuh ke dalam meliputi:
  • Muncul benjolan kecil, padat, dan bulat
  • Rasa sakit
  • Gatal-gatal
  • Kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi)
  • Keluar nanah
Mungkin saja ada tanda dan gejala rambut tumbuh ke dalam yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.Baca juga: Mengenal Hiperpigmentasi Kulit yang Bikin Krisis Pede 
Penyebab utama rambut tumbuh ke dalam adalah pertumbuhan rambut yang melengkung ke arah dalam di bawah kulit, setelah dicukur atau dicabut.Ingrown hair bisa dialami oleh semua orang dari segala usia. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalaminya. Faktor-faktor risiko rambut tumbuh ke dalam tersebut meliputi:
  • Cara pencabutan rambut yang salah

Teknik mencabut rambut, seperti mencukur, waxing, dan memakai pinset, yang kurang tepat bisa saja memicu ingrown hair. Pasalnya, setelah dicukur, rambut biasanya akan tumbuh lebih banyak dengan tepi yang lebih tajam.
  • Kulit yang sangat kering

Kondisi kulit ini dapat memicu penumpukan sel-sel kulit mati di atas folikel rambut. Akibatnya, rambut terperangkap di bawahnya dan akhirnya tumbuh ke arah dalam.
  • Tekanan atau gesekan berlebihan

Tekanan atau gesekan berlebih bisa membuat kulit lebih rentan mengalami rambut tumbuh ke dalam. Misalnya karena pakaian ketat.
  • Kondisi rambut tertentu

Orang yang memiliki tipe rambut yang kasar, keriting, atau tebal memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami rambut tumbuh ke dalam 
Diagnosis rambut tumbuh ke dalam biasanya dapat dipastikan hanya dengan tanya jawab gejala dan pemeriksaan fisik. Karena itu, dokter umumnya tidak menganjurkan pemeriksaan penunjang sebagai bagian dari proses diagnosis.Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan oleh pasien, serta faktor risiko rambut tumbuh ke dalam yang dimiliki. Setelah itu, dokter akan memeriksa bagian tubuh yang mengalami rambut tubuh ke dalam. 
Cara mengobati rambut tumbuh ke dalam umumnya tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa langkah penanganan yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi:

1. Obat-obatan

Berikut pilihan obat yang dapat diberikan oleh dokter untuk mengatasi rambut tumbuh:
  • Kortikosteroid guna mengurangi peradangan dan pembengkakan.
  • Benzoil peroksida guna mengikis sel-sel kulit mati dan mengurangi kemerahan.
  • Retinoid untuk menghilangkan sel-sel kulit mati serta mencerahkan kulit yang lebih gelap. Tapi obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil.
  • Obat antibiotik minum atau oles untuk menangani ingrown hair yang mengalami infeksi bakteri.

2. Penanganan mandiri

Untuk mempercepat proses penyembuhan, dokter juga bisa menganjurkan langkah-langkah di bawah ini:
  • Selalu menjaga area rambut tumbuh ke dalam supaya tetap bersih dan kering
  • Menempelkan kompres hangat selama 10-15 menit guna melembutkan kulit agar rambut bisa keluar dengan lebih mudah
  • Jangan mencukur rambut pada bagian yang mengalami rambut tumbuh ke dalam
  • Tidak mencukur rambut di bagian yang sedang mengalami ingrown hair
  • Mengoleskan ramuan herbal yang mengandung antiseptik guna mencegah infeksi, misalnya tea tree oil
 

Komplikasi rambut tumbuh ke dalam

Rambut tumbuh ke dalam yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Benjolan kecil di lokasi ingrown hair
  • Infeksi pada kulit di benjolanrambut tumbuh ke dalam dan sekitarnya
  • Bekas luka permanen
  • Rontoknya rambut di sekitar ingrown hair
  • Kerusakan folikel rambut
Baca juga: Daftar Obat Penghilang Bekas Luka Tanpa Resep Dokter 
Cara mencegah rambut tumbuh ke dalam yang terbaik adalah dengan tidak bercukur. ANda juga bisa memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Lakukan tips mencukur

  • Basahi area kulit yang akan dicukur dengan air hangat
  • Oleskan gel atau krim khusus mencukur pada area tersebut
  • Lakukan pencukuransearah dengan tumbuhnya rambut
  • Lakukan gerakan mencukur seminimal mungkin
  • Bilas pisau cukur setelah setiap gerakan mencukur
  • Tempelkan kompres dingin pada kulit setelah mencukur untuk mengurangi iritasi
  • Gunakan scrub untuk melepaskan rambut yang mungkin terperangkap

2. Menghilangkan rambut selain bercukur

  • Menggunakan krim penghilang bulu. Namun berhati-hatilah karena krim ini dapat mengiritasi kulit yang sensitif.
  • Memilih cara mencabut rambut yang bersifat jangka panjang seperti terapi laser.
 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala rambut tumbuh ke dalam yang sering kambuh, terutama di area kemaluan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rambut tumbuh ke dalam, misalnya kebiasaan bercukur?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
  •  
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik guna mengecek kondisi area rambut tumbuh ke dalam. Dengan ini, penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ingrown-hair/symptoms-causes/syc-20373893
Diakses pada 14 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317951.php
Diakses pada 14 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/infected-ingrown-hair
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Moluskum Kontagiosum yang Mirip Jerawat, Tapi Mudah Menular

Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit dengan gejala bintil-bintil seperti mutiara di kulit. Kondisi ini umum terjadi dan mudah menular. Karena itu, penting unutuk mengenali lebih jauh mengenai gejala, penyebab, dan cara menanganinya agar tak terus menyebar.
05 Jan 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Selain di wajah dan ketiak, bintil moluskum kontagiosum juga bisa tumbuh di tangan

Hati-hati! Psoriasis, Jenis Penyakit Kulit yang Tidak Ada Obatnya

Psoriasis adalah salah satu jenis penyakit kulit yang membuat kulit bersisik dan terlihat seperti ikan. Kondisi ini terjadi karena adanya keabnormalan pada produksi sel-sel kulit.
31 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Psoriasis adalah salah satu jenis penyakit kulit yang membuat kulit bersisik dan terlihat seperti ikan

Bagaimana Infeksi Virus Herpes Simplex Bisa Terjadi?

Infeksi Virus herpes menimbulkan lepuhan atau luka berisi cairan di sekitar mulut atau alat kelamin. Tahap Infeksi Virus Herpes, yakni tahap primer, laten, pelepasan dan pengulangan.
06 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Virus herpes oral dapat ditularkan melalui ciuman atau berbagi lipstik.