Rambut Rontok

Ditinjau dr. Fridawati
Rambut rontok dapat terjadi karena faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis atau efek samping dari mengonsumsi obat-obatan.
Rambut rontok dapat terjadi karena faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis atau efek samping dari mengonsumsi obat-obatan.

Pengertian Rambut Rontok

Kerontokan rambut dapat memengaruhi kulit kepala atau seluruh tubuh. Kerontokan terjadi akibat faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis atau efek samping dari obat-obatan. Setiap orang bisa mengalami kerontokan rambut, tetapi masalah ini lebih sering terjadi pada pria. Kebotakan biasanya mengacu pada kerontokan rambut yang berlebihan. Beberapa orang memilih untuk membiarkan kerontokan rambut dan tidak melakukan perawatan. Sebagian lain memilih untuk menutupi atau menggunakan salah satu alternatif perawatan yang tersedia, untuk mencegah kerontokan rambut lebih lanjut dan membantu pertumbuhan rambut.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kerontokan rambut dapat datang secara tiba-tiba atau secara bertahap, dan dapat memengaruhi kulit kepala atau seluruh tubuh. Beberapa jenis kerontokan rambut bersifat sementara. Namun, ada juga yang bersifat permanen. Berikut ini beberapa gejala kerontokan rambut yang mungkin terjadi.

  • Menipisnya rambut secara bertahap
    Ini adalah jenis kerontokan rambut paling umum, yang memengaruhi pria dan wanita seiring bertambahnya usia. Pada pria, rambut sering mulai berkurang dari sisi kanan dan kiri dahi, sehingga membentuk garis yang menyerupai huruf ‘M’. Kerontokan rambut ini sering disebut sebagai pola kebotakan pria. Wanita biasanya mempertahankan garis rambut di dahi tetapi mengalami penipisan rambut yang melebar di rambut mereka.
  • Titik kebotakan (Alopecia Areata)
    Beberapa orang mengalami kerontokan rambut hanya di beberapa bagian kepala, sehingga terlihat ada titik-titik. Jenis kerontokan rambut ini biasanya hanya terjadi pada kulit kepala, meski kadang juga ditemukan di jenggot atau alis mata. Dalam beberapa kasus, kulit akan menjadi gatal sebelum rambut rontok.
  • Rambut rapuh secara tiba-tiba
    Pengalaman trauma, baik fisik atau emosional, dapat menyebabkan rambut rontok. Segenggam rambut dapat rontok ketika menyisir, mencuci rambut, atau bahkan dengan hanya menarik rambut. Jenis kerontokan rambut ini biasanya menyebabkan rambut menipis dan bukan menjadi titik kebotakan.
  • Kerontokan rambut seluruh tubuh
    Beberapa kondisi dan perawatan medis, seperti kemoterapi untuk kanker, dapat menyebabkan kerontokan rambut di seluruh tubuh. Namun biasanya rambut akan tumbuh kembali.
  • Kulit bersisik yang menyebar di kulit kepala
    Ini adalah tanda kurap, yang dapat disertai dengan rambut patah, kemerahan, dan bengkak.

Penyebab

Manusia biasanya kehilangan antara 50-100 helai rambut setiap hari, seringkali tanpa disadari. Rambut rontok biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, meski bisa bisa menjadi tanda adanya suatu kondisi medis. Beberapa jenis rambut rontok bersifat permanen, seperti kebotakan pola pria dan wanita. Jenis kerontokan rambut ini biasanya menurun di dalam keluarga. Jenis rambut rontok lainnya mungkin bersifat sementara. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Penyakit
  • Stres
  • Pengobatan kanker
  • Penurunan berat badan
  • Kekurangan zat besi

Diagnosis

Sebelum membuat diagnosis, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya tentang riwayat medis dan riwayat keluarga Anda. Dokter juga dapat melakukan sejumlah tes berikut ini:

  • Tes darah
    Untuk membantu mengungkap kondisi medis yang berkaitan dengan rambut rontok.
  • Uji tarik
    Dokter akan dengan lembut menarik puluhan helai rambut untuk melihat jumlah yang rontok. Ini membantu menentukan tahap proses pengelupasan rambut dari kulitnya.
  • Biopsi kulit kepala
    Dokter akan mengambil sampel dari kulit atau dari beberapa helai rambut yang diambil dari kulit kepala untuk memeriksa akar rambut. Ini dapat membantu menemukan infeksi yang menyebabkan kerontokan rambut.
  • Mikroskop cahaya
    Dokter akan menggunakan alat khusus untuk memeriksa rambut yang dipotong pada mikroskop untuk membantu menemukan kemungkinan gangguan pada batang rambut.

Pengobatan

Berbagai jenis pilihan perawatan untuk rambut rontok kini sudah tersedia. Anda mungkin bisa menghambat kerontokan rambut, atau setidaknya memperlambat penipisan lebih lanjut. Dalam beberapa kondisi, seperti titik kebotakan atau Alopecia Areata, rambut dapat tumbuh kembali tanpa pengobatan dalam waktu satu tahun. Perawatan untuk rambut rontok yang bisa Anda pilih adalah obat-obatan, serta operasi untuk meningkatkan pertumbuhan rambut, dan memperlambat kerontokan rambut.

  1. Obat-obatan
    Jika rambut rontok disebabkan oleh penyakit yang mendasarinya, maka perawatan tersebut diperlukan. Anda bisa memakai obat untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh, seperti Prednison. Jika obat tertentu menyebabkan kerontokan rambut, dokter akan menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaannya, setidaknya selama tiga bulan. Obat-obatan tersedia untuk mengobati pola kebotakan keturunan. Pilihan yang ada termasuk:
    • Minoxidil
      Ini adalah obat yang dijual bebas yang disetujui penggunaannya untuk pria dan wanita. Bentuknya seperti cairan atau busa, untuk digosokkan ke kulit kepala Anda setiap hari. Cuci tangan Anda setelah aplikasi. Mula-mula, penggunaan obat ini mungkin akan menyebabkan rambut rontok sampai ke akar rambut. Rambut baru mungkin lebih pendek dan lebih tipis dari rambut sebelumnya. Melakukan perawatan selama setidaknya enam bulan diperlukan untuk mencegah kerontokan rambut lebih lanjut, dan untuk merangsang pertumbuhan kembali rambut. Anda perlu terus menggunakan obat untuk mempertahankan manfaatnya. Efek samping yang mungkin terjadi antara lain iritasi kulit kepala, pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan seperti misalnya pada kulit wajah atau tangan di sekitar area penggunaan obat, dan jantung berdebar.
    • Finasteride (Propecia)
      Ini adalah obat resep dalam bentuk tablet yang direkomendasikan untuk pria. Anda bisa meminumnya setiap hari. Banyak pria yang melaporkan bahwa penggunaan finasteride membantu menurunkan intensitas rambut rontok, dan bahkan merangsang pertumbuhan rambut baru. Finasteride mungkin tidak efektif untuk pria di atas 60 tahun. Efek samping yang jarang dari finasteride termasuk berkurangnya dorongan seksual, fungsi seksual, maupun peningkatan risiko kanker prostat. Wanita yang sedang hamil tidak boleh kontak dengan tablet yang hancur atau rusak.
    • Dutasteride
      Untuk pria, obat oral Dutasteride juga merupakan salah satu pilihan. Sementara itu bagi wanita, perawatan yang direkomendasikan bisa berupa kontrasepsi oral dan spironolaktone.
  2. Operasi transplantasi rambut
    Transplantasi rambut direkomendasikan untuk rambut rontok keturunan. Pada kasus paling umum, hanya rambut pada bagian atas kepala yang mengalami kerontokan. Transplantasi rambut, atau operasi restorasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan rambut yang masih tersisa. Kemudian, folikel rambut ditanamkan dengan folikel ke bagian yang mengalami kebotakan. Beberapa dokter menyarankan untuk menggunakan minoxidil setelah transplantasi untuk membantu meminimalkan kerontokan rambut. Anda juga mungkin memerlukan lebih dari satu operasi untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Risiko yang mungkin terjadi antara lain perdarahan dan bekas luka.
  3. Terapi laser
    Terapi laser tingkat rendah dapat menjadi pilihan penanganan untuk rambut rontok keturunan pada pria dan wanita. Beberapa penelitian dalam skala kecil menunjukkan bahwa tindakan ini dapat meningkatkan kepadatan rambut.

Pencegahan

Sebagian besar kebotakan disebabkan oleh genetika. Jenis rambut rontok ini tidak dapat dicegah. Meski demikian, ada jenis kerontokan yang bisa dicegah dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Hindari tatanan rambut yang ketat, seperti kepangan atau ekor kuda.
  • Hindari memutar, menggosok, atau menarik rambut secara kompulsif.
  • Perlakukan rambut Anda dengan lembut saat mencuci dan menyikat. Sisir bergigi jarang bisa membantu untuk mencegah rambut rontok.
  • Hindari penataan rambut dengan rol panas dan alat pengeriting rambut.
  • Hindari obat dan suplemen yang bisa menyebabkan kerontokan rambut.
  • Lindungi rambut dari sinar matahari dan sumber sinar ultraviolet lainnya.
  • Berhenti merokok. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara merokok dan kebotakan pada pria.
  • Jika Anda sedang menjalani perawatan kemoterapi, tanyakan kepada dokter tentang topi pendingin. Topi ini dapat mengurangi risiko kehilangan rambut selama kemoterapi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda merasa tertekan oleh rambut rontok dan ingin melakukan perawatan. Berbicaralah dengan dokter jika Anda melihat rambut rontok mendadak atau lebih dari biasanya, ketika menyisir atau mencuci rambut. Kerontokan rambut yang tiba-tiba terjadi dapat menandakan kondisi medis yang membutuhkan perawatan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Buat daftar informasi pribadi utama, termasuk tekanan atau perubahan dalam kehidupan.
  • Buat daftar semua obat, vitamin dan suplemen yang Anda konsumsi. 
  • Buat daftar pertanyaan untuk disampaikan kepada dokter Anda.
  • Siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan Anda ke dokter menjadi efektif.

Berikut ini beberapa contoh pertanyaan untuk diajukan kepada dokter mengenai kerontokan rambut.

  • Apa yang menyebabkan kerontokan rambut saya?
  • Jenis pemeriksaan apa yang saya butuhkan?
  • Apakah kerontokan ini bersifat permanen atau akan tumbuh kembali? Jika bisa kembali tumbuh, berapa lama prosesnya?
  • Apa tindakan terbaik untuk mengatasi kerontokan rambut?
  • Apakah ada larangan yang harus saya ikuti?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?
  • Apakah ada alternatif umum untuk obat yang diresepkan saya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami kerontokan rambut?
  • Apakah Anda mengalami kerontokan rambut secara terus-menerus atau sesekali?
  • Pernahkah Anda memperhatikan pertumbuhan rambut yang buruk, rambut patah atau rambut rontok?
  • Apakah kerontokan rambut Anda terjadi di area tertentu, atau secara keseluruhan?
  • Apakah Anda pernah mengalami masalah serupa sebelumnya?
  • Apakah ada orang di keluarga dekat Anda yang mengalami kerontokan rambut?
  • Obat atau suplemen apa yang Anda minum secara teratur?
  • Apakah ada yang tampaknya memperbaiki kerontokan rambut Anda?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926
Diakses pada 4 Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hair-loss
Diakses pada 4 Oktober 2018

Back to Top