Infeksi

Radang Tenggorokan

09 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Radang Tenggorokan
Pembengkakan amandel menjadi salah satu ciri radang tenggorokan.
Radang tenggorokan adalah peradangan yang terjadi di tenggorokan akibat adanya infeksi bakteri. Peradangan ini menyebabkan tenggorokan terasa gatal, sakit, dan perih, terutama ketika menelan.Peradangan pada tenggorokan dapat terjadi di berbagai bagian. Misalnya di amandel (tonsillitis), pita suara (laringitis), atau di faring (faringitis). Faringitis adalah jenis radang tenggorokan yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi di bagian belakang tenggorokan. Itu sebabnya, beberapa orang kerap menyebut radang tenggorokan sebagai faringitis.Radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri yang sangat menular. Bakteri menyebar melalui droplet atau tetesan liur yang keluar saat penderita radang tenggorokan bersin atau batuk. Kemudian, terhirup oleh orang sehat.Radang tenggorokan dapat menyerang berbagai kelompok usia, tapi lebih umum terjadi pada anak-anak. Kondisi ini dapat disembuhkan dengan pemberian obat-obatan dan perawatan mandiri.
Radang Tenggorokan
Dokter spesialis THT, Umum
GejalaSakit tenggorokan, sakit menelan, demam
Faktor risikoAnak-anak, paparan polusi dan asap rokok, musim dingin
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kultur tenggorokan, tes rapid antigen
PengobatanKumur air garam, obat-obatan
ObatAntibiotik, acetaminophen, ibuprofen
KomplikasiAbses tonsil, infeksi sinus, demam rematik
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami sakit tenggorokan >48 jam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam
Tingkat keparahan radang tenggorokan dapat bervariasi pada tiap orang. Namun, umumnya tanda dan gejala radang tenggorokan meliputi:
  • Sakit di tenggorokan.
  • Kesulitan atau sakit saat menelan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Amandel memerah dan bengkak, terkadang disertai bercak putih atau garis-garis nanah
  • Muncul bintik-bintik merah kecil di area belakang langit-langit mulut. 
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah (terutama pada anak-anak)
  • Pegal-pegal.
Terkadang, beberapa orang yang mengalami radang tenggorokan tidak menunjukkan tanda atau gejala di atas. Meskipun begitu, mereka tetap dapat menularkannya kepada orang lain.Baca juga:  Punya Gejala Serupa, Apa Perbedaan Amandel dan Radang Tenggorokan?
Penyebab radang tenggorokan yang paling umum adalah infeksi bakteri Streptococcus grup A, yakni Streptococcus pyogenes. Bakteri ini hidup di hidung dan tenggorokan dan bisa dengan mudah menyebar ke orang lain. Bakteri ini dapat ditularkan melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin dan tetesan liur atau droplet yang mengandung bakteri. Seseorang bisa tertular bakteri tersebut dengan cara:
  • Menghirup droplet yang mengandung bakteri
  • Menyentuh benda yang telah terkontaminasi droplet lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Makan dan minum dari gelas atau piring yang sama dengan orang yang terjangkit.
  • Menyentuh luka di kulit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A, misalnya luka yang dihasilkan oleh penyakit impetigo.
Di samping itu, infeksi virus juga bisa menjadi pemicu munculnya radang tenggorokan. Beberapa virus tersebut di antaranya adalah virus penyebab pilek dan flu (influenza), virus penyebab campak (rubeola), cacar air (varicella zoster), atau virus CoronaBaca jawaban dokter: Beda sakit tenggorokan karena COVID-19 atau flu biasa?

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi radang tenggorokan, antara lain:
  • Anak-anak. Penyakit menular seperti radang tenggorokan dapat menyebar dengan mudah ketika anak berada di ruangan yang dipadati anak-anak lainnya, seperti sekolah atau tempat penitipan anak (daycare).
  • Kontak erat dengan penderita, misalnya orang tua atau guru yang kontak erat dengan anak yang terkena radang tenggorokan.
  • Kurang menjaga kebersihan diri. Tangan menjadi tempat menempel kuman penyebab penyakit. Jarang mencuci tangan setelah menyentuh benda-benda tertentu, seperti gagang pintu, tidak mencuci tangan sebelum makan bisa membuat Anda berisiko tertular.
  • Paparan polusi dan asap rokok dapat mengiritasi tenggorokan.
Dalam mendiagnosis radang tenggorokan, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
    Dokter akan meninjau gejala yang dialami pasien juga riwayat kesehatannya. Selanjutnya, dokter akan memeriksa ciri-ciri radang tenggorokan dengan memeriksa tenggorokan, telinga, dan hidung pasien.
    Jika dokter menemukan tanda-tanda yang jelas akibat infeksi virus, kemungkinan tidak akan ada pemeriksaan lebih lanjut. Sementara jika dokter mencurigai penyebab radang tenggorokan adalah infeksi bakteri, akan dilakukan pemeriksaan penunjang.
  • Kultur tenggorokan
    Para pemeriksaan ini, sampel lendir dari tenggorokan akan diambil dan dianalisis di laboratorium.
  • Rapid strep test
    Prosedur ini dilakukan untuk menentukan jenis bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan.
Cara mengobati radang tenggorokan dapat dilakukan dengan langkah berikut:

Obat-obatan

1. AntibiotikDokter akan meresepkan antibiotik golongan penisilin, seperti amoxicillin.  Pengobatan ini diberikan dengan tujuan:
  • Mencegah perkembangbiakan bakteri 
  • Mempercepat penyembuhan
  • Meredakan gejala 
  • Mencegah bakteri menyebar
  • Mencegah komplikasi serius, seperti demam rematik atau radang ginjal.
2. Obat pereda nyeriJika sakit tenggorokan disertai gejala, seperti demam, pegal linu, dan pusing, Anda bisa minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen.Apabila gejala yang dirasakan cukup berat, dokter akan meresepkan kombinasi penghilang rasa sakit dan antiradang dari golongan kortikosteroid, yakni methylprednisolone untuk radang tenggorokan. 

Perawatan mandiri di rumah

Ada beberapa cara mengatasi radang tenggorokan yang dapat dilakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit dan membuat Anda merasa lebih nyaman, antara lain:
  • Berkumur dengan larutan air garam, dibuat dari setengah sendok teh garam yang ditambahkan ke dalam cangkir air. Kumur tiap tiga jam sekali dan diulangi selama beberapa hari sampai radang tenggorokan membaik.
  • Mengisap permen pelega tenggorokan (lozenges). Namun, jangan memberikan permen ini pada anak di bawah 4 tahun.
  • Ganti sikat gigi dengan yang baru.
  • Makan dan minum cairan hangat seperti teh atau kaldu, dan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengisap sesuatu yang dingin, seperti es krim atau es batu.
  • Pilih makanan lunak yang mudah ditelan, seperti sup, bubur, atau oatmeal. Hindari jus jeruk dan minuman lain yang mengandung asam.
  • Madu dapat mencegah infeksi dan meringankan peradangan pada tenggorokan. Anda dapat mencampur madu dengan air hangat maupun teh. Teh yang disarankan adalah teh hijau yang memiliki kandungan antioksidan dan antibakteri yang bisa meredakan radang. Jangan berikan madu pada anak berusia di bawah 12 bulan.
  • Gunakan pelembap udara (humidifier) atau semprotan hidung untuk menjaga saluran udara tetap lembap dan hidung bisa terasa lebih nyaman.
  • Banyak beristirahat agar tubuh bisa pulih dari infeksi.
Baca juga: Makanan untuk Radang Tenggorokan yang Boleh dan Tidak Boleh

Komplikasi 

Meski jarang terjadi, radang tenggorokan yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi bakteri menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
  • Terbentuk abses (kantong nanah) di sekitar amandel
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Infeksi telinga
  • Demam rematik (penyakit jantung)
  • Glomerulonefritis pasca-streptokokus (penyakit ginjal)
Terdapat beberapa cara mencegah radang tenggorokan, yaitu:
  • Mintalah semua orang di rumah untuk mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) setiap akan berkegiatan. 
  • Menjaga kebersihan diri dengan menutup mulut saat batuk atau bersin, dan jangan berbagi barang pribadi (seperti peralatan makan).
  • Jangan biarkan anak kembali ke sekolah atau penitipan anak jika demamnya belum turun. 
Segera temui dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa dari gejala ini:
  • Sakit tenggorokan disertai dengan kelenjar getah bening yang membengkak.
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung >48 jam.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan disertai dengan ruam.
  • Mengalami masalah saat bernapas atau menelan sesuatu.
  • Jika radang sudah terdiagnosis dan kurang memperbaiki gejala setelah minum antibiotik selama 48 jam.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda alami berubah seiring waktu?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda berdekatan dengan siapa pun yang sedang sakit radang tenggorokan beberapa hari atau minggu ini?
  • Apakah ada hal-hal yang dapat meringankan atau memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda pernah didiagnosis radang tenggorokan sebelumnya? Bagaimana cara pengobatannya?
  • Pernahkah Anda didiagnosis dengan kondisi medis lainnya?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis radang tenggorokan agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/strep-throat.html
Diakses pada 4 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/strep-throat
Diakses pada 4 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324144#diagnosis
Diakses pada 4 Oktober 2021
Web MD.https://www.webmd.com/oral-health/understanding-strep-throat-basics
Diakses pada 4 Oktober 2021
Onhealth. https://www.onhealth.com/content/1/sore_throat_strep_throat
Diakses pada 4 Oktober 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/causes-and-risk-factors-of-strep-throat-4160460
Diakses pada 4 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/strep-throat/symptoms-causes/syc-20350338
Diakses pada 4 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email