Infeksi

Radang Telinga Tengah (Otitis Media)

Diterbitkan: 21 Nov 2018 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Radang Telinga Tengah (Otitis Media)
Radang telinga tengah atau otitis media bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri
Radang telinga tengah atau otitis media adalah infeksi akibat bakteri atau virus di telinga bagian tengah. Rongga di belakang gendang telinga ini memiliki tulang pendengaran.Otitis media biasa ditandai dengan pembengkakan dan terkumpulnya cairan dalam telinga bagian tengah, yang menimbulkan nyeri. Kondisi ini biasanya didahului oleh alergi atau batuk pilek.Radang telinga tengah lebih sering dialami oleh anak-anak daripada orang dewasa. Kondisi ini paling umum diderita oleh anak berusia tiga bulan hingga tiga tahun. Pasalnya, tuba eustachius pada anak-anak belum berkembang dengan sempurna.Radang pada telinga tengah bisa sembuh dengan sendirinya. Obat antinyeri dapat diberikan oleh dokter sambil memantau proses penyembuhan.Obat antiobiotik juga dapat digunakan untuk mengatasi otitis media yang disebabkan oleh infeksi bakteri.Apabila radang teliga tengah terus berlanjut dan tidak diobati dengan saksama, komplikasi jangka panjang dapat terjadi. Misalnya, gangguan pendengaran. 
Radang Telinga Tengah (Otitis Media)
Dokter spesialis THT
GejalaSakit di telinga, demam, keluar cairan dari telinga
Faktor risikoUsia, kebiasaan menyusu sambil berbaring telentang, flu
Metode diagnosisTanya jawab, otoskop, timpanometri
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatObat antibiotik, antinyeri, antidemam
KomplikasiGangguan pendengaran, terlambat bicara atau tumbuh, infeksi yang meluas
Kapan harus ke dokter?Gejala tidak membaik dalam 2-3 hari, nyeri hebat, keluar cairan atau nanah dari telinga
Gejala radang telinga tengah biasanya muncul secara mendadak, dan bisa bervariasi tergantung pada usia penderita.

Gejala radang telinga tengah pada orang dewasa

Gejala radang telinga tengah pada anak-anak

  • Rasa sakit di bagian telinga, terutama ketika berbaring
  • Sering menarik-narik atau menggaruk-garuk telinga
  • Kesulitan tidur
  • Sering menangis
  • Berperilaku lebih rewel
  • Kesulitan mendengar atau merespons suara
  • Kehilangan keseimbangan
  • Demam (di atas 38°C)
  • Cairan keluar dari dalam telinga
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kehilangan nafsu makan

Jenis-jenis radang telinga tengah

Berikut beberapa otitis media yang dapat terjadi:
  • Otitis media akut

Otitis media akut muncul secara mendadak dan ditandai dengan telinga yang memerah dan membengkak. Cairan dan lendir terperangkap di dalam telinga, menyebabkan anak mengalami demam dan nyeri pada telinga.
  • Otitis media efusi

Pada kondisi ini, cairan (efusi) dan lendir akan menumpuk di telinga bagian tengah setelah infeksi mereda. Telinga akan terasa penuh dan gangguan pendengaran dapat dialami.Namun sebagian kasus otitis media efusi juga bisa saja tidak bergejala.
  • Otitis media kronis dengan efusi

Cairan tetap berada di dalam telinga tengah selama beberapa waktu dan muncul kembali meski tidak ada infeksi yang terjadi. Bila dibiarkan, otitis media kronis dengan efusi dapat menyebabkan infeksi baru sulit sembuh dan mengganggu pendengaran anak.Baca juga: Congek adalah Radang Telinga yang Picu Cairan Berbau Busuk 
Penyebab radang telinga tengah adalah bakteri atau virus yang menginfeksi telinga bagian tengah. Infeksi ini umumnya kelanjutan dari penyakit lain yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan, tenggorokan, dan tuba eustachius. Misalnya, flu dan alergi.Ada dua struktur penting pada anak yang berperan dalam terjadinya radang telinga tengah adalah tuba eustachius dan adenois (amandel).

Fungsi tuba eustachius

Tuba eustachius  adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung hingga mencapai tenggorokan.Bagian ujung saluran ini dapat membuka dan menutup untuk mengatur tekanan udara di telinga tengah, menyegarkan udara di dalam telinga, dan membuang cairan dari telinga tengah.Ketika tuba eustachius mengalami sumbatan, cairan akan menumpuk di telinga bagian tengah. Cairan ini bisa terinfeksi dan menyebabkan gejala otitis media.Pada anak-anak, bentuk tuba eustachius lebih sempit dan horizontal. Akibatnya, cairan lebih sulit keluar dan saluran ini lebih mudah tersumbat. Oleh karena itu, otitis media lebih sering dialami oleh anak-anak.

Fungsi adenoid

Adenoid atau amandel adalah jaringan kecil di belakang hidung, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.Posisi amandel berdekatan dengan ujung tuba estachius, sehingga amandel yang membengkak dapat menyumbat tuba. Inilah yang dapat memicu infeksi telinga bagian tengah.Pembengkakan dan iritasi amandel lebih sering terjadi pada anak. Pasalnya, anak memiliki ukuran amandel yang relatif lebih besar daripada orang dewasa. 

Faktor risiko radang telinga tengah

Terdapat sejumlah faktor yang diperkirakan bisa meningkatkan risiko radang telinga tengah. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:
  • Usia

Anak-anak berusia enam bulan hingga dia tahun paling rentan terhadap radang telinga tengah. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk secara sempurna.Tak hanya itu, bentuk dan ukuran tuba eustachius mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga bisa menambah risiko terjadinya otitis media.
  • Meghabiskan waktu di sekolah dan tempat penitipan anak

Anak-anak yang sudah bersekolah atau menghabiskan waktu di tempat penitipan bersama anak-anak lain, memiliki risiko lebih tinggi terkena radang telinga tengah daripada anak yang tinggal di rumah. Pasalnya, paparan bakteri dan penyakit akan lebih tinggi.
  • Kebiasaan menyusu sambil berbaring telentang

Anak bayi yang minum susu dari botol, terutama sembari berbaring memiliki risiko lebih tinggi ketimbang bayi yang menyusu langsung.
  • Pengaruh musim

Infeksi telinga tengah lebih sering terjadi di musim hujan saat banyak yang terserang flu.
  • Kualitas udara

Paparan terhadap asap rokok atau udara yang terkontaminasi dapat meningkatkan risiko radang telinga tengah.
  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah

Anak dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah lebih rentan mengalami infeksi telinga tengah.
  • Anak yang tidak diberi ASI

Anak yang tidak diberi ASI juga memiliki risiko lebih tinggi terkena otitis media. ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.
  • Riwayat keluarga dengan infeksi telinga

Adanya riwayat keluarga dengan infeksi telinga dapat meningkatkan risiko terjadinya radang telinga tengah. 
Diagnosis radang telinga tengah dapat dipastikan dengan beberapa cara berikut:
  • Wawancara dokter untuk menanyakan mengenai gejala yang dialami oleh pasien, serta faktor risikonya
  • Pemeriksaan kondisi telinga, tenggorokan, dan hidung dengan otoskop
  • Pemeriksaan kondisi pernapasan dengan stetoskop
  • Timpanometri guna mendeteksi ada tidaknya cairan dalam telinga tengah, kekakuan tulang pendengaran, dan tekanan negatif di telinga tengah.
  • Reflektometri akustik untuk mendeteksi ada tidaknya cairan di telinga tengah.
  • Timpanosentesis untuk mengambil cairan dari telinga tengah.
  
Cara mengobati radang telinga tengah akan ditentukan oleh dokter berdasarkan beberapa faktor di bawah ini:
  • Usia, kondisi kesehatan secara umum, dan riwayat penyakit pasien
  • Seberapa luas infeksi terjadi
  • Efektivitas obat, prosedur, atau terapi
  • Preferensi orangtua atau pasien

Pengobatan radang telinga tengah secara umum

  • Obat antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi
  • Obat antinyeri untuk mengurangi rasa sakit akibat infeksi, misalnya ibuprofen
  • Operasi untuk mengeluarkan cairan dari telinga tengah jika otitis media terjadi berulang kali dan semakin parah

Pengobatan otitis media akut

  • Antibiotik, seperti amoksisilin atau kotrimoksazol.
  • Jika ada nanah mengalir dari dalam telinga, orang tua dapat mengeringkannya dengan ujung tisu yang dipuntir lancip. Cara membersihkan telinga ini dianjurkan tiga kali sehari hingga tidak ada lagi nanah yang keluar.
  • Obat penurun demam, seperti parasetamol, bisa diberikan bila pasien mengalami nyeri telinga atau demam 38,5°C atau lebih.
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam telinga pasien, kecuali ada penggumpalan cairan di lubang telinga. Cairan yang menggumpal ini dapat dilunakkan dengan meneteskan larutan saline.
  • Jangan berenang atau memasukkan air ke dalam telinga.
  • Bila ada penyakit penyerta, seperti rinosinusitis alergi, obat antihistamin dapat diberikan.

Pengobatan otitis media dengan efusi

  • Obat antibiotik dan dekongestan serta mukolitik ditambah dengan perasat Valsalva, bisa diberikan oleh dokter.
  • Obat antihistamin diberikan bila ada tanda penyakit penyerta, seperti rinitis alergi.
  • Tindakan operasi seperti miringotomi akan menjadi pilihan jika radang telinga tengah terus berlangsung lebih dari dua bulan. Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter spesialis THT.
 

Komplikasi radang telinga tengah

Sebagian besar infeksi telinga tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang. Akan tetapi, infeksi telinga yang berulang dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius. Komplikasi radang telinga tengah meliputi:
  • Gangguan pendengaran

Gangguan pendengaran ringan yang hilang timbul umum terjadi pada infeksi telinga. Kondisi ini akan membaik setelah infeksi mereda.Namun infeksi telinga yang berulang atau adanya cairan dalam telinga tengah dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang lebih serius.Bila terdapat kerusakan yang menetap pada gendang telinga atau telinga bagian tengah lain, gangguan pendengaran permanen dapat dialami oleh penderita.
  • Keterlambatan bicara dan tumbuh kembang

Bila gangguan pendengaran terjadi pada anak, terlambat bicara dan tumbuh kembang dapat terjadi.
  • Infeksi yang meluas

Infeksi yang tidak diobati dan tidak merespons baik terhadap pengobatan, dapat meluas ke jaringan di sekitarnya. Infeksi bisa menyebar hingga ke tulang di belakang telinga bernama mastoiditis.Meski jarang, infeksi juga bisa menyebar ke jaringan otak, termasuk membran yang melapisi otak dan memicu meningitis.
  • Gendang telinga robek

Kebanyakan kasus gendang telinga robek bisa sembuh dalam waktu 72 jam. Tetapip ada sebagian kasus, operasi diperlukan untuk memperbaikinya.Baca juga: Gejala Meningitis Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua 
Cara mencegah radang telinga tengah yang disarankan oleh dokter meliputi:
  • Melakukan vaksinasi sesuai jadwal

Langkah ini bertujuan mencegah penyakit yang dapat menimbulkan radang telinga tengah, contohnya flu dan infeksi lain.
  • Menjauhi paparan asap rokok

Menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif tak hanya akan menjauhkan Anda dari otitis media, tapi juga beragam penyakit lainnya.
  • Menjaga kebersihan

Langkah ini bisa dilakukan dengan mencuci tangan lebih sering, tidak berbagi makanan atau peralatan makan dengan orang lain, dan membatasi kontak dengan orang sakit.
  • Jangan berbaring telentang saat menyusu dengan botol

Khusus untuk bayi dan anak-anak, jangan biarkan mereka menyusu dengan botol sambil berbaring telentang. Orang tua sebaiknya menopang punggung anak agar posisinya sedikit lebih tegak. 
Kebanyakan kasus otitis media bisa membaik sendiri dalam beberapa hari, sehingga kunjungan ke dokter biasanya tidak diperlukan. Namun orang tua sebaiknya menghubungi dokter bila ada tanda-tanda berikut:
  • Gejala tidak membaik dalam 2-3 hari
  • Pasien merasa sangat nyeri
  • Keluar cairan atau nanah dari dalam telinga
  • Adanya penyakit penyerta yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, misalnya cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait radang telinga tengah?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar pasien yang mengalami gejala serupa?
  • Apakah pasien sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis radang telinga tengah. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-cau
ses/syc-20351616
Diakses pada 17 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/understanding-otitis-media-basics#1
Diakses pada 17 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ear-infections/
Diakses pada 17 Oktober 2018
NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/ears-nose-and-throat/middle-ear-infection-otitis-media
Diakses pada 21 Oktober 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/otitis-media
Diakses pada 21 Oktober 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/middle-ear-disorders/otitis-media-acute
Diakses pada 21 Oktober 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=otitis-media-middle-ear-infection-90-P02057
Diakses pada 21 Oktober 2020
Hospital Care for Children. https://www.ichrc.org/693-otitis-media-efusi
Diakses pada 21 Oktober 2020
Hospital Care for Children. https://www.ichrc.org/691-otitis-media-akut
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Lubang Kecil di Telinga Atau Preauricular Pit, Bawaan Lahir yang Tidak Berbahaya

Lubang kecil di telinga atau preauricular pit tidak berbahaya, namun jika terinfeksi perlu ditangani dengan antibiotik. Biasanya lubang kecil ini muncul sejak lahir namun hanya sedikit orang yang memilikinya.
29 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Lubang kecil di telinga atau preauricular pit muncul sejak lahir namun hanya sedikit orang yang memilikinya

Jangan Anggap Sepele Telinga Gatal, Mungkin Ini Penyebabnya

Telinga gatal dapat disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari kotoran kuping, infeksi, alergi makanan, hingga penggunaan alat bantu dengar. Karena itu, penanganannya juga tergantung pada penyebab tersebut.
11 Mar 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Telinga gatal pasti memancing keinginan untuk mengoreknya

Gendang Telinga Pecah: Penyebab, Cara Mengobati, hingga Pencegahan

Gendang telinga pecah dapat terjadi pada siapa saja dan berpotensi membuat pendengaran hilang. Oleh karena itu, kondisi ini mesti dikenali secepatnya agar bisa ditangani dengan saksama.
28 Sep 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Cedera termasuk salah satu penyebab gendang telinga pecah