Penyakit Lainnya

Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)

Diterbitkan: 11 Mar 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)
Tulang rawan yang rusak di sekitar membran sendi.
Rheumatoid arthritis (RA) atau radang sendi adalah penyakit peradangan pada sendi. Kondisi yang lebih dikenal dengan istilah remarik ini tidak dapat disembuhkan.Kondisi ini menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada sendi. Gejala tersebut biasanya terjadi pada sendi tangan, pergelangan tangan, dan kaki.Ada saat di mana gejala akan memburuk. Kondisi ini disebut flare atau flare-up. Flare cukup sulit diprediksi.Tetapi dengan pengobatan yang saksama, frekuensi flare-up dapat dikurangi, sehingga meminimalisir atau mencegah kerusakan jangka panjang pada sendi.RA termasuk karena kondisi autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun menyerang sel-sel yang sehat. Dalam hal ini, sendi. 
Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri sendi, pembengkakan sendi, kekakuan sendi
Faktor risikoWanita, usia 40-60, memiliki riwayat keluarga
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan
PengobatanObat, perubahan pola hidup, fisioterapi
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan munculnya gejala seperti peradangan dan nyeri pada sendi. Gejala dan tanda ini terjadi saat periode yang dinamakan flare. Gejala dari radang sendi dapat terjadi di seluruh tubuh, termasuk:
  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Kekakuan sendi
  • Kehilangan fungsi sendi
Gejala dapat bervariasi dari ringan sampai berat, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala meskipun bersifat hilang timbul.
Rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem imun menyerang sinovium, bagian dalam membran yang mengelilingi sendi. Hal ini menyebabkan peradangan pada synovium, yang akan menghancurkan kartilago (tulang rawan) dan tulang dengan sendi. Tendon dan ligamen yang berfungsi sebagai penyangga sendi juga melemah dan meregang. Secara perlahan, sendi akan kehilangan bentuk dan konturnya. Tidak diketahui apa yang memulai proses ini, meskipun komponen genetik sepertinya berperan. Gen tidak sepenuhnya menyebabkan radang sendi, tetapi gen dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap faktor lingkungan seperti infeksi dengan beberapa virus dan bakteri yang dapat memicu penyakit ini.Faktor Risiko
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan terkena radang sendi dibandingkan laki-laki.
  • Radang sendi dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling umum pada usia 40-60 tahun.
  • Riwayat keluarga. Jika salah satu anggota keluarga mempunyai radang sendi, kemungkinan risiko terkenanya anggota keluarga yang sama cukup tinggi.
  • Rokok meningkatkan risiko terjadinya radang sendi.
  • Terpapar lingkungan
  • Orang yang kelebihan berat atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena radang sendi.
Rheumatoid arthritis akan menjadi sulit untuk didiagnosis pada tahap awal karena tanda dan gejala awal mirip dengan penyakit lain. Tidak ada tes darah atau pemeriksaan fisik untuk mengkonfirmasi diagnosis. Saat pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa apakah terdapat pembengkakan, kemerahan dan rasa hangat pada sendi. Dokter juga akan memeriksa refleks dan kekuatan otot.Tes darahPenyandang rheumatoid arthritis seringkali ditandai dengan kenaikan ESR (erythrocyte sedimentation rate) atau CRP (C-reactive protein) yang merupakan penanda adanya proses peradangan pada tubuh. Tes darah lain berupa rheumatoid factor dan antibodi CCP (anti-cyclic citrullinated peptide)PencitraanDokter akan merekomendasikan foto rontgen untuk memeriksa perkembangan penyakit rheumatoid arthritis. MRI atau USG juga dapat membantu dokter menentukan derajat keparahan penyakit.
Pengobatan untuk rheumatoid arthritis bertujuan untuk mengontrol sakit dan peradangan dan mencegah kekambuhan. Penurunan aktivitas radang juga membantu mencegah kerusakan sendi dan organ lebih lanjut. Pengobatan termasuk:
  • Obat
  • Perubahan pola hidup
  • Fisioterapi/rehabilitasi medik
Pengobatan dapat membantu penyandang menjalani hidup aktif dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Beberapa faktor risiko seperti yang telah disebutkan diatas seperti usia, riwayat keluarga dan jenis kelamin tidak dapat dihindari. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diketahui dapat menurunkan faktror risiko terkena rheumatoid arthritis. Langkah-langkah ini juga dapat mencegah perburukan penyakit:
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi kelebihan berat badan
  • Membatasi paparan polusi
Jika Anda memiliki salah satu gejala dari rheumatoid arthritis, segera konsultasi ke dokter. Penanganan lebih cepat dan agresif dapat mencegah efek samping serius dari rheumatoid arthritis. Hal ini juga dapat menurunkan risiko berkembangnya penyakit menajdi lebih parah. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rheumatoid arthritis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis rheumatoid arthritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis
Diakses pada 12 Desember 2018 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648
Diakses pada 12 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rheumatoid-arthritis/
Diakses pada 12 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab Nyeri Sendi yang Umum Terjadi

Penyebab nyeri sendi yang biasanya timbul tidak hanya berkisar pada asam urat saja, tetapi juga bisa dipicu oleh ankylosing spondylitis ataupun bursitis. Nyeri sendi yang timbul pada tulang belakang ini umumnya membuat ruas-ruas tulang belakang menyatu dan terasa sakit, hingga menimbulkan postur membungkuk.
04 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ankylosing spondylitis dapat menimbulkan rasa yang sangat menganggu di tulang belakang

Apa Saja Ciri-ciri Asam Urat pada Sendi? Ketahui Juga Faktor-faktornya!

Nyeri pada sendi yang terasa parah di malam hari bisa saja merupakan ciri-ciri asam urat. Penderita penyakit asam urat bahkan akan kesulitan berjalan. Asam urat sendiri dapat menyerang orang yang kegemukan hingga orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat memicu asam urat.Baca selengkapnya
Salah satu ciri-ciri asam urat pada sendi adalah sulit menapakkan kaki

Jika Kadar Asam Urat Tubuh Terlalu Tinggi, Hiperurisemia Bisa Terjadi

Hiperurisemia terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Akibatnya, beragam penyakit bisa terjadi termasuk arthritis yang terasa nyeri yaitu gout. Asam urat yang tinggi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, serta diabetes.
11 Nov 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Hiperurisemia dapat menyebabkan rasa sakit di kaki