Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Radang sendi atau rheumatoid artritis sering terjadi pada daerah pergelangan tangan maupun kaki.
Tulang rawan yang rusak di sekitar membran sendi.

Pengertian Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)

Rheumatoid arthritis (RA) adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kekakuan pada sendi. Gejala biasanya terjadi pada tangan, kaki, dan pergelangan tangan. Ada saat dimana gejala memburuk, yang diketahui sebagai flare atau flare-up. Flare cukup sulit diprediksi, tetapi dengan pengobatan sangat mungkin untuk mengurangi jumlah flare dan meminimalisir atau mencegah kerusakan jangka panjang pada sendi. Beberapa orang dengan RA juga mengalami masalah dengan bagian tubuh lain atau gejala umum seperti kelelahan dan kekurangan berat badan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Rheumatoid arthritis adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan munculnya gejala seperti peradangan dan nyeri pada sendi. Gejala dan tanda ini terjadi saat periode yang dinamakan flare. Gejala dari radang sendi dapat terjadi di seluruh tubuh, termasuk:

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Kekakuan sendi
  • Kehilangan fungsi sendi

Gejala dapat bervariasi dari ringan sampai berat, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala meskipun bersifat hilang timbul.

Penyebab

Rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem imun menyerang sinovium, bagian dalam membran yang mengelilingi sendi. Hal ini menyebabkan peradangan pada synovium, yang akan menghancurkan kartilago (tulang rawan) dan tulang dengan sendi. Tendon dan ligamen yang berfungsi sebagai penyangga sendi juga melemah dan meregang. Secara perlahan, sendi akan kehilangan bentuk dan konturnya. Tidak diketahui apa yang memulai proses ini, meskipun komponen genetik sepertinya berperan. Gen tidak sepenuhnya menyebabkan radang sendi, tetapi gen dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap faktor lingkungan seperti infeksi dengan beberapa virus dan bakteri yang dapat memicu penyakit ini.

Faktor Risiko

  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan terkena radang sendi dibandingkan laki-laki.
  • Radang sendi dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling umum pada usia 40-60 tahun.
  • Riwayat keluarga. Jika salah satu anggota keluarga mempunyai radang sendi, kemungkinan risiko terkenanya anggota keluarga yang sama cukup tinggi.
  • Rokok meningkatkan risiko terjadinya radang sendi.
  • Terpapar lingkungan
  • Orang yang kelebihan berat atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena radang sendi.

Diagnosis

Rheumatoid arthritis akan menjadi sulit untuk didiagnosis pada tahap awal karena tanda dan gejala awal mirip dengan penyakit lain. Tidak ada tes darah atau pemeriksaan fisik untuk mengkonfirmasi diagnosis. Saat pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa apakah terdapat pembengkakan, kemerahan dan rasa hangat pada sendi. Dokter juga akan memeriksa refleks dan kekuatan otot.

Tes darah

Penyandang rheumatoid arthritis seringkali ditandai dengan kenaikan ESR (erythrocyte sedimentation rate) atau CRP (C-reactive protein) yang merupakan penanda adanya proses peradangan pada tubuh. Tes darah lain berupa rheumatoid factor dan antibodi CCP (anti-cyclic citrullinated peptide)

Pencitraan

Dokter akan merekomendasikan foto rontgen untuk memeriksa perkembangan penyakit rheumatoid arthritis. MRI atau USG juga dapat membantu dokter menentukan derajat keparahan penyakit.

Pengobatan

Pengobatan untuk rheumatoid arthritis bertujuan untuk mengontrol sakit dan peradangan dan mencegah kekambuhan. Penurunan aktivitas radang juga membantu mencegah kerusakan sendi dan organ lebih lanjut. Pengobatan termasuk:

  • Obat
  • Perubahan pola hidup
  • Fisioterapi/rehabilitasi medik

Pengobatan dapat membantu penyandang menjalani hidup aktif dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Pencegahan

Beberapa faktor risiko seperti yang telah disebutkan diatas seperti usia, riwayat keluarga dan jenis kelamin tidak dapat dihindari. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diketahui dapat menurunkan faktror risiko terkena rheumatoid arthritis. Langkah-langkah ini juga dapat mencegah perburukan penyakit:

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi kelebihan berat badan
  • Membatasi paparan polusi

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda memiliki salah satu gejala dari rheumatoid arthritis, segera konsultasi ke dokter. Penanganan lebih cepat dan agresif dapat mencegah efek samping serius dari rheumatoid arthritis. Hal ini juga dapat menurunkan risiko berkembangnya penyakit menajdi lebih parah. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Deskripsi detail mengenai gejala
  • Informasi mengenai masalah medis yang pernah dialami
  • Informasi mengenai masalah medis keluarga
  • Obat, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi
  • Pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

  • Kapan gejala dimulai?
  • Apakah gejalanya berubah seiring berjalannya waktu?
  • Sendi mana yang terpengaruh?
  • Apakah aktivitas membuat gejalanya membaik atau memburuk?
  • Apakah gejala mengganggu pekerjaan sehari-hari?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis#treatment
Diakses pada 12 Desember 2018 

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/diagnosis-treatment/drc-20353653
Diakses pada 12 Desember 2018 

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648
Diakses pada 12 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rheumatoid-arthritis/
Diakses pada 12 Desember 2018

Back to Top