Penyakit Lainnya

Radang Gusi

24 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Radang Gusi
Penyebab paling umum radang gusi adalah kebersihan mulut yang tidak terjaga.
Gingivitis atau radang gusi adalah infeksi bakteri yang menyebabkan gusi menjadi bengkak dan berwarna kemerahan. Meski masih tergolong penyakit ringan, tapi apabila tidak segera diobati, peradangan pada gusi dapat bertambah parah hingga menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi dan membuat gigi tanggal.
Radang Gusi
Dokter spesialis Gigi
GejalaGusi membengkak, kemerahan dan mudah berdarah
Faktor risikoPerubahan hormon, mengalami penyakit tertentu, obat-obatan
Metode diagnosisWawacara, pemeriksaan fisik, rontgen gigi
PengobatanPembersihan gigi, penambalan gigi, obat-obatan
ObatObat kumur mengandung chlorhexidine, minosiklin, doksisiklin
KomplikasiAbses gusi, gusi menyusut, gigi copot
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Secara umum, tanda dan gejala radang gusi meliputi:
  • Gusi membengkak
  • Gusi berwarna merah atau merah gelap
  • Gusi mudah berdarah saat disikat atau saat dibersihkan dengan benang gigi
  • Bau mulut
  • Gusi melunak
  • Gigi goyang
  • Nyeri saat mengunyah
  • Gigi menjadi sensitif 
Mungkin saja ada tanda dan gejala radang gusi yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu yang mendera Anda, konsultasikanlah dengan dokter.
Penyebab paling umum dari radang gusi adalah kebersihan mulut yang buruk sehingga plak menumpuk di gigi, serta menyebabkan peradangan pada jaringan gusi dan sekitarnya.
  • Plak terbentuk di permukaan gigi. Plak merupakan lapisan tidak terlihat yang lengket yang terbentuk karena bakteri. Plak terbentuk saat sisa-sisa makanan berinteraksi dengan bakteri lain yang ada dalam mulut.
  • Plak berubah menjadi karang gigi. Plak yang menempel di gigi, apabila tidak dibersihkan, lama-kelamaan akan mengeras menjadi karang gigi. Bakteri akan lebih mudah bersarang pada karang gigi dan menyebabkan iritasi pada gusi.
  • Gusi menjadi meradang (gingivitis). Semakin lama, plak dan karang gigi menempel, maka gusi akan semakin teriritasi. Gusi akan menjadi bengkak dan mudah berdarah. Kerusakan gigi juga mungkin akan terjadi. Jika tidak diobati, gingivitis dapat menjadi periodontitis dan bisa mengakibatkan tanggalnya gigi.
Beberapa hal berikut ini juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena radang gusi:
  • Perubahan hormon. Perubahan hormon yang terjadi saat masa pubertas, menopause, menstruasi dan kehamilan akan membuat gusi lebih sensitif sehingga lebih mudah meradang.
  • Penyakit. Beberapa penyakit seperti HIV, kanker, dan diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya radang gusi.
  • Konsumsi obat. Konsumsi obat-obatan tertentu dapat menurunkan produksi air liur sehingga memengaruhi kondisi di rongga mulut.
  • Kebiasaan merokok. Perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena radang gusi.
Kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi seperti vitamin C kerap dianggap sebagai salah satu penyebab radang gusi.
Dokter gigi biasanya mendiagnosis radang gusi dengan:
  • Meninjau riwayat medis dan kondisi gigi yang mungkin berpengaruh pada kondisi gusi
  • Memeriksa gigi, gusi, mulut dan lidah untuk melihat tanda-tanda plak dan peradangan.
  • Mengukur kedalaman kantung atau celah antara gusi dan gigi. Pada mulut yang sehat, kedalaman kantung biasanya antara 1-3 milimeter. Kantong yang lebih dari 4 milimeter mengindikasikan penyakit gusi.
  • Rontgen gigi untuk memeriksa kondisi jaringan sekitar gusi dan keparahan radang gusi
  • Tes lainnya sesuai kebutuhan. Jika kondisi radang gusi sudah serius, dokter bisa saja merujuk ke dokter gigi spesialis periodonsia. 
Perawatan radang gusi meliputi:
  1. Pembersihan gigi
Ada beberapa teknik pembersihan gigi tanpa operasi dalam menghilangkan plak dan karang gigi untuk mencegah iritasi gusi, sebagai berikut ini: 
  • Scaling gigi, untuk menghilangkan karang gigi dari atas dan di bawah garis gusi.
  • Root planning, untuk menghaluskan bintik-bintik kasar dan menghilangkan plak serta karang gigi dari permukaan akar.
  • Laser, untuk menghilangkan karang gigi dengan rasa sakit dan perdarahan yang lebih sedikit dibanding scaling maupun root planing.
 
  1. Penambalan gigi
Gigi yang tidak rata akan mengiritasi gusi dan mempersulit prosedur pembersihan plak dan karang gigi. Dokter bisa saja merekomendasikan perbaikan untuk masalah ini. 
  1. Pengobatan
Berikut ini obat-obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit radang gusi: 
  • Obat kumur antiseptik yang mengandung chlorhexidine dapat digunakan untuk mendisinfeksi mulut.
  • Timed-release antiseptic chips dengan kandungan klorheksidin dapat diberikan pada pasien yang telah menjalani root planing.
  • Microspheres antibiotik dengan kandungan minocycline dapat diberikan pada pasien yang telah menjalani scalling atau root
  • Antibiotik oral, untuk mengobati area peradangan gusi yang tak kunjung sembuh.
  • Doksisiklin, sebagai antibiotik untuk menjaga enzim dari kerusakan gigi.
 
  1. Operasi
Pada kondisi radang gusi yang lebih serius, dokter dapat merekomendasikan pilihan operasi seperti:
  • Operasi flap. Pada prosedur ini, gusi akan diangkat, sedangkan plak dan karang gigi dikeluarkan dari kantung gigi. Gusi yang diangkat kemudian dikembalikan ke tempat semula dan dijahit.
  • Cangkok tulang dan jaringan dapat digunakan ketika gigi dan rahang terlalu rusak untuk disembuhkan dengan perawatan lainnya
Radang gusi yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi infeksi gusi yang menyebar ke jaringan dan tulang (periodontis). Jika sudah memasuki tahap periodontis, ada berbagai kemungkinan komplikasi yang terjadi, termasuk:
  • Abses gusi berulang (nyeri gusi yang bernanah)
  • Gusi menyusut
  • Gigi copot
  • Ompong
  • Meningkatkan kerusakan pada ligamen periodontal (jaringan yang menghubungkan gigi ke soket)
  • Meningkatkan kerusakan pada tulang alveolar (tulang di rahang yang berisi soket gigi)
Selain itu, radang gusi kronis juga dianggap terkait dengan beberapa penyakit sistemik seperti penyakit pernapasan, diabetes, penyakit arteri coroner, stroke dan rheumatoid arthritis.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bakteri penyebab periodontitis memasuki aliran darah melalui jaringan gusi dan dapat memengaruhi jantung, paru-paru dan bagian tubuh lainnya.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah radang gusi:
  • Menjaga kebersihan mulut. Gosoklah gigi selama dua menit setidaknya dua kali sehari. Akan lebih baik jika menggosok gigi setiap sehabis makan. Pembersihan di sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) juga dianjurkan setidaknya sekali dalam sehari.
  • Rutin memeriksakan gigi. Temui dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa dan membersihkan plak dan karang gigi secara berkala.
  • Menjalankan gaya hidup yang sehat. Konsumsilah makanan sehat dan jagalah kadar gula darah jika menderita diabetes.
Jika mengalami atau melihat gejala radang gusi, segera jadwalkan janji dengan dokter anda. Semakin cepat radang gusi ditangani, maka gusi akan semakin cepat kembali seperti semula dan akan mencegah penyakit ini berkembang menjadi semakin parah.  
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Seberapa sering anda menyikat gigi?
  • Apakah anda menggunakan benang gigi? Seberapa sering?
  • Seberapa sering Anda memeriksakan gigi oleh dokter gigi?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadapradang gusi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis radang gusi agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gingivitis/symptoms-causes/syc-20354453
diakses pada 29 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/241721.php
diakses pada 29 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/gingivitis
diakses pada 29 Juli 2020
National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC88948/
diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email