Infeksi

Radang Amandel (Tonsilitis)

24 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Radang Amandel (Tonsilitis)
Radang amandel biasanya dialami oleh anak-anak usia prasekolah dan usia pertengahan remaja.
Radang amandel atau tonsilitis adalah iritasi dan pembengkakan pada amandel yang berada di belakang tenggorokan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.Gejala peradangan amandel diantaranya termasuk amandel merah dan bengkak, kesulitan menelan, demam, sakit kepala, dan sakit atau nyeri lainnya. Peradangan amandel juga terkadang menyebabkan seseorang kehilangan suara.Radang amandel paling umum terjadi pada anak-anak, walaupun bisa juga terjadi pada orang dewasa dan orang tua. Apabila tidak ditangani dengan baik, radang amandel dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. 
Radang Amandel (Tonsilitis)
Dokter spesialis Anak, THT
GejalaAmandel memerah, bengkak, adanya lapisan putih pada amandel
Faktor risikoAnak-anak, infeksi ada saluran pernapasan atas
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab darah
PengobatanTergantung tingkat keparahan. Obat-obatan, operasi
ObatObat pereda tenggorokan, paracetamol, antibiotik
KomplikasiObstructive sleep apnea, selulitis tonsilar, abses peritonsiliar
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Radang amandel paling sering menyerang anak-anak antara usia prasekolah dan usia pertengahan remaja. Tanda-tanda umum dan gejala radang amandel termasuk:
  • Amandel merah dan bengkak
  • Ada lapisan putih atau kuning pada amandel
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit menelan dan nyeri menelan
  • Demam
  • Kelenjar getah bening di leher membesar
  • Suara menjadi serak
  • Bau mulut
  • Sakit kepala
Pada anak-anak yang tidak dapat menjelaskan keluhan mereka, tanda-tanda radang amandel mungkin termasuk:
  • Gelisah dan air liur yang banyak karena sulit menelan dan nyeri menelan
  • Tidak nafsu makan
  • Rewel yang tidak biasa
 
Penyebab utama radang amandel adalah infeksi virus. Namun infeksi bakteri juga dapat meicu penyakit ini.Bakteri yang paling umum menyebabkan radang amandel adalah Streptococcus pyogenes (streptococcusgrup A), yakni bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan. Sementara beberapa faktor risiko radang amandel meliputi:
  • Usia anak-anak
Tonsilitis paling sering terjadi pada anak-anak namun jarang sekali terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun. Tonsilitis paling sering terjadi pada anak berusia 5-15 tahun.
  • Sering terpapar kuman
Sebagai contoh, anak usia sekolah yang sering kontak erat dengan teman-teman sebayanya yang mungkin sedang mengalami radang amandel.Amandel merupakkan garis pertama pertahanan tubuh terhadap  infeksi kuman yang masuk ke rongga mulut atau sistem pernapasan. Amandel berfungsi menghasilkan sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi.Walaupun sebagai lini pertama pertahanan tubuh terhadap infeksi, amandel tidaklah kebal terhadap infeksi uman itu sendiri sehingga dapat meradang. Fungsi amandel akan semakin menurun setelah pubertas dan ukurannya pun makin kecil. Itulah sebabnya kasus radang amandel jarang ditemukan pada orang dewasa.Radang amandel bersifat menular melalui kontak langsung antara orang dengan orang. Beberapa orang mungkin menjadi karier kronis radang amandel tanpa menunjukkan gejala namun dapat menularkan ke orang lain.Seseorang yang mengalami radang amandel karena infeksi bakteri dan mendapat obat antibiotik biasanya tidak dapat menularkan ke orang lain setelah mengkonsumsi antibiotik yang tepat selama durasi yang dianjurkan dokter. 
Diagnosis radang amandel dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang anak Anda alami, riwayat penyakit yang pernah anak Anda derita, serta riwayat penyakit yang diderita keluarga.Dokter anak akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang akan meliputi:
  • Menggunakan instrumen untuk melihat tenggorokan anak dan juga telinga dan hidungnya. Pada saat pemeriksaan ini dokter akan memastikan adakah tanda radang pada amandel seperti amandel yang berwarna lebih merah daripada jaringan sekitarnya dan amandel yang membengkak.
  • Memeriksa ruam kemerahan, yang berhubungan dengan beberapa kasus radang tenggorokan
  • Memeriksa leher anak dengan merasakan kelenjar yang bengkak
  • Mendengarkan napas dengan stetoskop
  • Memeriksa pembesaran kelenjar getah bening
Dokter juga mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang berupa:
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk membantu dokter mengira-ngira apakah penyebab radang tenggorokan adalah infeksi bakteri atau virus.
  • Pemeriksaan kultur tenggorokan dengan melakukan swab tenggorokan. Sampel swab tenggorokan ini akan dikirim untuk dianalisis oleh petugas laboratorium guna menentukan kuman penyebab radang tenggorokan.
Berdasarkan lama atau durasi gejala radang amandel, diagnosis radang amandel atau tonsilitis dibagi menjadi:
  • Tonsilitis akut: bila gejala radang amandel hanya terjadi selama 10 hari atau kurang.
  • Tonsilitis kronis: apabila gejala amandel terjadi lebih lama daripada tonsilitis akut.
  • Tonsilitis rekurens: apabila seseorang mengalami kekambuhan gejala radang amandel sebanyak 5-7 kali dalam setahun, atau setidaknya sebanyak 5 kali tiap tahun dalam 2 tahun belakangan, atau sebanyak 3 kali tia tahun dalam 3 tahun belakangan.
 
Cara mengobati radang amandel umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama anak Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Beberapa cara penanganan radang amandel antara lain:Perawatan mandiri di rumah  Hal di bawah ini dapat Anda atau anak Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhan radang amandel:
  • Istirahat cukup
  • Berikan cairan yang cukup untuk menjaga tenggorokan tetap lembab dan mencegah dehidrasi
  • Sediakan makanan dan minuman yang menenangkan tenggorokan
  • Siapkan kumur air asin
  • Gunakan pelembab udara
  • Jauhkan rumah dari asap rokok dan produk pembersih yang dapat mengiritasi tenggorokan
Obat-obatan Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi radang amandel adalah:
  • obat pelega tenggorokan dan
  • obat penurun demam serta antinyeri seperti parasetamol, ibuprofen, dan lain-lain
  • antibiotik apabila radang amandel disebabkan infeksi bakteri. Apabila penyebab radang amandel adalah infeksi bakteri Streptococus grup A, dokter biasanya meresepkan antibiotik penisilin atau antibiotik lain apabila alergi terhadap penisilin.
OperasiProsedur pembedahan untuk mengatasi radang amandel adalah tonsilektomi atau pengangkatan amandel. Tonsilektomi diindikasikan bagi orang yang mengalami:
  • Tonsillitis kronis
  • Tonsillitis rekurens
  • Tonsilitis yang menyebabkan komplikasi tertentu
  • Gejala tonsillitis tidak membaik dengan obat-obatan

Komplikasi radang amandel

Radang amandel yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Obstructive sleep apnea yaitu kondisi yang ditandai dengan penyumbatan saluran napas yang menyebabkan seseorang tidak dapat tidur dengan baik .
  • Selulitis tonsilar: apabila infeksi pada amandel menyebar ke organ tubuh lain
  • Abses peritonsiliar: apabila terbentuk abses atau kantong berisi nanah di belakang amandel. Kondisi ini memerlukan tindakan pembedahan.
  • Demam rematik
  • Glomerulonefritis atau radang ginjal
Kuman yang menyebabkan radang amandel menular. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan. Cara mencegah radang amandel yang bisa dilakukan meliputi mengajari anak dan keluarga untuk:
  • Cuci tangan mereka secara menyeluruh dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan
  • Hindari menggunakan peralatan makan dan minum yang digunakan orang lain, seperti botol minum, gelas, dan peralatan lainnya
  • Ganti sikat gigi setelah didiagnosis terkena radang amandel
  • Jaga anak di rumah ketika ia sakit untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi bakteri kepada orang lain
  
Hubungi dokter bila apabila anak Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
  • Nyeri tenggorokan yang tidak hilang dalam 24 hingga 48 jam
  • Sulit menelan dan terasa menyakitkan
  • Kelemahan yang ekstrem, atau kerewelan
Dapatkan perawatan segera jika anak Anda memiliki gejala-gejala ini:
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan ekstrem menelan makanan dan minum
  • Keluar air liur terus menerus
Anda juga perlu memeriksakan anak Anda ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang anak Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang anak Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang anak Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Dampingilah anak Anda saat berkonsultasi ke dokter. Hal ini agar Anda sebagai orangtua dapat dukungan moral maupun membantu memberikan informasi tentang gejala yang anak Anda      
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang anak Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali anak Anda alami?
  • Apakah anak Anda memiliki faktor risiko terkait radang amandel?
  • Apakah anak Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah anak Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah anak Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis radang amandel agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/diagnosis-treatment/drc-20378483
Diakses pada 25 September 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tonsillitis/
Diakses pada 25 September 2018
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/tonsillitis-symptoms-causes-and-treatments#1
Diakses pada 25 September 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/tonsillitis
Diakses pada 12  Agustus 2020
Medicinet. https://www.medicinenet.com/is_tonsillitis_contagious/article.htm
Diakses pada 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email