Radang Amandel

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Fridawati
Radang amandel terjadi karena adanya iritasi pada amandel biasanya hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari
Radang amandel biasanya dialami oleh anak-anak usia prasekolah dan usia pertengahan remaja.

Pengertian Radang Amandel

Tonsilitis atau radang amandel adalah iritasi dan pembengkakan pada amandel yang berada di belakang tenggorokan. Tonsilitis dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Gejala peradangan amandel diantaranya termasuk amandel merah dan bengkak, kesulitan menelan, demam, sakit kepala, dan sakit atau nyeri lainnya. Peradangan amandel juga terkadang menyebabkan seseorang kehilangan suara.

Radang amandel adalah penyakit masa kanak-kanak yang umum. Tetapi remaja dan orang dewasa juga bisa mendapatkannya juga. Radang amandel biasanya hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Radang amandel paling sering menyerang anak-anak antara usia prasekolah dan usia pertengahan remaja. Tanda-tanda umum dan gejala radang amandel termasuk:

  • Amandel merah dan bengkak
  • Ada lapisan putih atau kuning pada amandel
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit menelan dan nyeri menelan
  • Demam
  • Kelenjar getah bening di leher membesar
  • Suara menjadi serak
  • Bau mulut
  • Sakit kepala

Pada anak-anak yang tidak dapat menjelaskan keluhan mereka, tanda-tanda radang amandel mungkin termasuk:

  • Gelisah dan air liur yang banyak karena sulit menelan dan nyeri menelan
  • Tidak nafsu makan
  • Rewel yang tidak biasa

Penyebab

Radang amandel paling sering disebabkan oleh virus umum, tetapi infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebabnya. Bakteri yang paling umum menyebabkan radang amandel adalah streptococcus pyogenes (grup A streptococcus), yakni bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan. 

Amandel dapat terinfeksi karena amandel merupakan garis pertahanan sistem kekebalan tubuh pertama terhadap bakteri dan virus yang masuk ke mulut. Fungsi ini membuat amandel rentan terhadap infeksi dan peradangan. Namun fungsi amandel akan semakin menurun setelah pubertas.

Diagnosis

Dokter anak akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang akan meliputi:

  • Menggunakan instrumen untuk melihat tenggorokan anak dan juga telinga dan hidungnya
  • Memeriksa ruam kemerahan, yang berhubungan dengan beberapa kasus radang tenggorokan
  • Memeriksa leher anak dengan merasakan kelenjar yang bengkak
  • Mendengarkan napas dengan stetoskop
  • Memeriksa pembesaran kelenjar getah bening

Pengobatan

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan diantaranya adalah:

  • Perawatan di rumah. Strategi perawatan di rumah yang digunakan selama waktu pemulihan mencakup hal-hal berikut:
    • Istirahat
    • Berikan cairan yang cukup untuk menjaga tenggorokan tetap lembab dan mencegah dehidrasi
    • Sediakan makanan dan minuman yang menenangkan tenggorokan
    • Siapkan kumur air asin
    • Gunakan pelembab udara
    • Menawarkan pelega tenggorokan
    • Jauhkan rumah dari asap rokok dan produk pembersih yang dapat mengiritasi tenggorokan
    • Obati rasa sakit dan demam
  • Antibiotik. Jika radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik
  • Operasi. Pembedahan untuk menghilangkan amandel (tonsilektomi) yang sering muncul berulang

Pencegahan

Kuman yang menyebabkan radang amandel menular. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan. Ajari anak-anak dan keluarga untuk: 

  • Cuci tangan mereka secara menyeluruh dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan
  • Hindari menggunakan peralatan makan dan minum yang digunakan orang lain, seperti botol minum, gelas, dan peralatan lainnya
  • Ganti sikat gigi setelah didiagnosis terkena radang amandel
  • Jaga anak di rumah ketika ia sakit untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi bakteri kepada orang lain

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Hubungi dokter jika anak anda mengalami:

  • Nyeri tenggorokan yang tidak hilang dalam 24 hingga 48 jam
  • Sulit menelan dan terasa menyakitkan
  • Kelemahan yang ekstrem, atau kerewelan

Dapatkan perawatan segera jika anda memiliki gejala-gejala ini:

  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan ekstrem menelan makanan dan minum
  • Keluar air liur terus menerus

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anak anda mengalami sakit tenggorokan, kesulitan menelan atau gejala lain yang menunjukkan gejala radang amandel, segeralah periksakan anak anda ke dokter terpercaya anda. Jika memungkinkan, dokter anda mungkin akan merujuk ke spesialis gangguan telinga, hidung dan tenggorokan atau THT.

Dokter anda mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang kondisi anak anda. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Kapan gejala tersebut dimulai?
  • Jika anak anda demam, berapa suhu tubuhnya?
  • Apakah dia mengalami kesulitan menelan makanan atau apakah sulit untuk menelan?
  • Apakah ada yang memperbaiki gejala tersebut, seperti pereda nyeri yang dijual bebas atau cairan hangat?
  • Apakah pernah didiagnosis mengidap radang amandel sebelumnya?
  • Apakah gejala tersebut memengaruhi tidur?
  • Pernahkah anak anda terpapar pada siapapun yang diketahui menderita radang tenggorokan?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter, seperti:

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan?
  • Apa pengobatan terbaik?
  • Haruskah penulis khawatir dengan seberapa sering anak saya terkena radang amandel?
  • Kapan anak saya dapat kembali ke sekolah?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis radang amandel dengan menanyakan gejala dan melihat bagian belakang tenggorokan anda. Terkadang, dokter akan melakukan hal-hal seperti:

  • Menguji bakteri pada belakang tenggorokan anda
  • Melakukan pemeriksaan darah
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/diagnosis-treatment/drc-20378483
diakses pada 25 September 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tonsillitis/
diakses pada 25 September 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/oral-health/tonsillitis-symptoms-causes-and-treatments#2
diakses pada 25 September 2018.

Back to Top