Mata

Rabun Senja

01 Jul 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Rabun Senja
Seseorang yang menderita rabun senja akan kesulitan melihat dalam cahaya redup.
Rabun senja atau dikenal dengan nama niktalopia adalah kondisi kesulitan untuk melihat pada malam hari atau saat cahaya redup, seperti di restoran atau bioskop.Penderita juga akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan cepat dari lokasi dengan pencahayaan terang ke lingkungan dengan pencahayaan redup.Rabun senja sebenarnya bukanlah penyakit, tapi merupakan gejala dari penyakit mata lain seperti kelainan retina. Ketika berada di tempat dengan cahaya redup, mata seharusnya bisa beradaptasi.Meski dapat mengganggu penglihatan pada tempat remang-remang, rabun senja tidak menyebabkan kebutaan.Beberapa jenis rabun senja dapat diobati, sementara jenis lainnya tidak. Dokter mata akan membantu dalam menentukan penyebab gangguan penglihatan yang dialami oleh pasien. Dengan ini, penanganan yang tepat akan diberikan. 
Rabun Senja
Dokter spesialis Mata
GejalaKesulitan melihat di lingkungan redup atau gelap
Faktor risikoGlaukoma, katarak, miopia
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan mata
PengobatanKacamata, obat-obatan, operasi
KomplikasiMenurunnya kualitas hidup, meningkatnya risiko jatuh
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala rabun senja
Gejala rabun senja adalah kesulitan melihat di lingkungan dengan cahaya redup atau gelap. Gejalanya dapat berupa:
  • Kesulitan bergerak dalam rumah yang gelap
  • Kesulitan berkendara pada malam hari
  • Kesulitan mengenali wajah orang pada cahaya redup
  • Butuh waktu lama beradaptasi dari tempat redup ke tempat terang
  • Butuh waktu lama melihat di ruangan redup setelah berada di tempat terang sebelumnya
Selain itu, pasien dengan rabun senja juga dapat mengalami gejala lainnya tergantung pada penyebabnya:
  • Sakit kepala
  • Nyeri mata
  • Mual
  • Muntah
  • Pandangan kabur
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Kesulitan melihat jarak jauh
 
Penyebab rabun senja adalah kelainan pada sel khusus pada retina yang dinamakan sel batang. Pada kondisi normal, mata akan melakukan penyesuaian tergantung cahaya yang masuk. Ketika berada pada lingkungan dengan cahaya redup, pupil (bagian hitam pada mata) akan membesar sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam mata.Cahaya itu kemudian akan diterima oleh retina, jaringan di bagian belakang mata yang mengandung sel khusus bernama sel batang dan sel kerucut. Sel kerucut berperan dalam melihat warna, sedangkan sel batang berperan dalam melihat dalam cahaya redup.Ketika sel batang tidak bekerja dengan baik karena adanya penyakit mata, cedera, atau kondisi lainnya, rabun senja akan terjadi.  

Faktor risiko rabun senja

Rabun senja merupakan kondisi yang dapat terjadi akibat penyakit mata tertentu. Penyakit mata yang dapat menjadi faktor risiko rabun senja antara lain:
  • Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan adanya kerusakan saraf optik yang menghubungkan otak dengan mata. Hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan pada mata yang dapat menimbulkan gangguan penglihatan.
  • Katarak

Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh. Kondisi ini sering terjadi karena penuaan yang menyebabkan protein pada lensa rusak. Lensa yang keruh dapat menganggu penglihatan, termasuk rabun senja.
  • Rabun dekat (hipermetropi)

Pasien dengan hipermiopi mengalami kesulitan untuk melihat objek yang jauh dengan jelas. Kondisi ini terjadi ketika bola mata terlalu lonjong dan tidak lagi memfokuskan cahaya dengan baik.
  • Defisiensi vitamin A

Vitamin A atau retinol merupakan nutrisi yang penting bagi penglihatan. Retinol dapat membentuk protein yang menyerap cahaya dalam retina dan menyokong fungsi mata. Defisiensi vitamin A dapat memiliki dampak serius pada penglihatan.
  • Retinitis pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah kelompok penyakit mata langka yang merusak retina. Kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik yang menyebabkan gangguan penglihatan pada tempat redup.
  • Sindrom Usher

Kondisi genetik ini mengganggu penglihatan dan pendengaran. 
Dokter akan melakukan wawancara dan menanyakan apakah Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi rabun senja, apakah Anda memiliki penyakit diabetes melitus.Untuk menentukan penyebabnya, dokter mata akan melaksanakan pemeriksaan seperti
  • Tes refraksi mata
  • Pemeriksaan lapang pandang
  • Tes refleks pupil
  • Oftalmoskop dan slit lamp
  • Pemeriksaan electroretinogram
  • Pemeriksaan buta warna
Dokter juga dapat meminta Anda melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan kadar vitamin A dalam tubuh untuk memastikan penyebab dari rabun senja yang dialami. 
Pengobatan rabun senja bergantung pada penyebabnya, yaitu dengan pemberian resep kacamata baru atau obat baru. Namun apabila kondisi ini disebabkan oleh katarak, maka operasi mungkin akan diperlukan.Terdapat juga beberapa kondisi penyebab rabun senja yang tidak dapat diobati, seperti retinitis pigmentosa. 

Komplikasi rabun senja

Komplikasi rabun senja adalah menurunnya kualitas hidup dan meningkatnya risiko jatuh. Pasien akan kesulitan mengenali wajah dan objek pada cahaya redup. Kondisi ini juga akan membuat pasien tidak dapat berkendara pada malam hari. 
Penyebab rabun senja yang berkaitan dengan faktor genetik tidak dapat dihindari, namun perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mencegahnya. Beberapa cara pencegahan rabun senja antara lain:
  • Banyak makan makanan yang mengandung vitamin A, misalnya wortel, bayam, susu, dan telur.
  • Memeriksakan mata secara rutin supaya membantu dalam deteksi dini penyakit mata
  • Menggunakan kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya matahari
  • Berolahraga untuk mengurangi risiko penyakit mata, tekanan mata, dan kadar gula darah
 
Bila Anda mengalami gejala rabun senja, segera hubungi dokter mata. Kondisi ini bisa menjadi gejala adanya penyakit mata yang serius. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rabun senja, misalnya glaukoma?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis rabun senja. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/symptoms-causes/syc-
20375556
Diakses pada 8 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/nearsightedness-myopia#1
Diakses pada 8 Oktober 2018
WHO. http://www.who.int/blindness/causes/MyopiaReportforWeb.pdf
Diakses pada 8 Oktober 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/10118-night-blindness-nyctalopia
Diakses pada 9 Juni 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/nyctalopia/definition.htm
Diakses pada 9 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324004
Diakses pada 9 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/vision-night-blindness
Diakses pada 9 Juni 2021
News Medical Life Sciences. https://www.news-medical.net/health/What-is-Nyctalopia.aspx
Diakses pada 9 Juni 2021
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/eye-health/night-blindness
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email