Rabun Jauh

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Rabun jauh dapat diatasi dengan penggunaan lensa korektif atau prosedur LASIK
Rabun jauh terjadi ketika fokus cahaya tidak diterima mata dengan benar sehingga penglihatan menjadi buram.

Pengertian Rabun Jauh

Rabun jauh atau miopi adalah kondisi penglihatan di mana Anda dapat melihat objek yang jaraknya dekat dengan jelas, tetapi objek yang jaraknya jauh terlihat buram. Ini terjadi ketika mata Anda tidak tepat membiaskan sinar cahaya (gangguan refraksi) sehingga memfokuskan gambar di depan retina, bukan tepat pada retina. Rabun jauh dapat berkembang secara bertahap atau cepat, seringkali memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja. Rabun jauh cenderung diwariskan dalam keluarga.

Menurut WHO, diperkirakan bahwa lebih dari 285 juta orang di dunia memiliki gangguan penglihatan dan bahwa 42% dari ini adalah karena kesalahan refraksi (termasuk salah satunya adalah rabun jauh) yang tidak dikoreksi. Rabun jauh yang tidak terkoreksi adalah penyebab utama gangguan penglihatan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa kondisi yang umumnya dialami orang dengan mata rabun adalah:

  • Penglihatan buram ketika melihat objek yang jaraknya jauh
  • Sering menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Sering mengalami sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan mata
  • Mengalami kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan, terutama di malam hari (rabun senja)

Rabun jauh umumnya dapat terdeteksi saat masih masa kanak-kanak dan remaja. Rabun jauh pada anak-anak dan remaja umumnya ditandai dengan:

  • Sering menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Perlu duduk lebih dekat ke televisi, layar film atau bagian depan kelas
  • Kurang menyadari objek-objek yang agak jauh
  • Mata sering berkedip berlebihan
  • Sering mengucek mata

Penyebab

Penyebab rabun jauh adalah bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kornea (lapisan luar pelindung mata) terlalu melengkung. Hal tersebut mengakibatkan cahaya yang masuk ke mata Anda tidak akan fokus dengan benar. Gambar akan difokuskan di depan retina (bagian mata yang sensitif cahaya), bukan langsung pada retina. Ini yang menyebabkan penglihatan kabur. Dokter biasa menyebutnya kesalahan bias (refraksi).

Diagnosis

Rabun jauh didiagnosis dengan pemeriksaan mata dasar, yang meliputi penilaian refraksi dan pemeriksaan kesehatan mata. Penilaian refraksi menentukan apakah Anda memiliki masalah penglihatan seperti rabun dekat atau rabun jauh, astigmatisme, atau presbiopia. Dokter dapat menggunakan berbagai instrumen dan meminta Anda untuk melihat melalui beberapa lensa untuk menguji jarak dan penglihatan jarak dekat Anda. Dokter mata dapat memberikan obat tetes di mata Anda untuk melebarkan pupil Anda untuk pemeriksaan kesehatan mata. Ini dapat membuat mata Anda lebih sensitif terhadap cahaya selama beberapa jam setelah pemeriksaan. Pembesaran pupil mata memungkinkan dokter untuk memeriksa mata Anda dengan lebih luas.

Pengobatan

Tujuan pengobatan rabun jauh adalah untuk memperbaiki penglihatan dengan membantu memfokuskan cahaya pada retina melalui penggunaan lensa korektif atau pembedahan refraktif. Lensa korektif dapat mengobati rabun jauh dengan mengkompensasi lengkungan kornea atau pemanjangan bola mata Anda. Lensa korektif yang diresepkan dapat berlaku untuk kacamata dan lensa kontak.

Cara lainnya adalah dengan melakukan bedah refraktif. Bedah refraktif mengurangi kebutuhan kacamata dan lensa kontak. Ahli bedah mata menggunakan sinar laser untuk membentuk kembali kornea, yang menghasilkan resep rabun jauh yang menurun. Namun setelah operasi, Anda mungkin perlu menggunakan kacamata kembali. Yang termasuk bedah refraktif adalah Laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK), Laser-assisted subepithelial keratectomy (LASEK), dan Photorefractive keratectomy (PRK).

Pencegahan

Saat ini, rabun jauh tidak dapat dicegah. Namun, perkembangan penyakitnya dapat diperlambat dengan:

  • Sering mengontrol kesehatan mata walaupun masih dapat melihat dengan jelas
  • Melindungi mata dari sinar matahari
  • Menggunakan pelindung mata seperti kacamata untuk menghindari trauma mata pada kegiatan tertentu yang berisiko seperti olahraga atau saat menggunakan zat kimia yang berbahaya untuk mata
  • Makan makanan sehat
  • Tidak merokok
  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang tepat
  • Menggunakan penerangan yang cukup
  • Mengurangi ketegangan mata dengan cara tidak melihat layar komputer secara terus-menerus

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika pernah mengalami gejala-gejala seperti: kehilangan penglihatan secara mendadak pada satu mata dengan atau tanpa rasa sakit, penglihatan kabur atau kabur tiba-tiba, penglihatan ganda, atau melihat kilatan cahaya, bintik-bintik hitam atau lingkaran cahaya di sekitar lampu. Ini mungkin merupakan kondisi medis atau mata yang serius.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda sudah memakai kacamata atau lensa kontak, bawalah kacamatanya atau lensa kontak ketika anda akan berkonsultasi dengan dokter. Buatlah juga daftar gejala-gejala yang sudah anda alami. Buat daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang anda konsumsi.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya akan memberi beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan Anda pertama kali mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah penglihatan Anda membaik jika Anda menyipitkan mata atau memindahkan objek menjadi lebih dekat?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang menggunakan kacamata atau lensa kontak? Apakah Anda tahu berapa usia mereka ketika mereka mulai mengalami gangguan penglihatan?
  • Kapan pertama kali Anda mulai memakai kacamata atau lensa kontak?
  • Apakah Anda memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes?
  • Sudahkah Anda mulai mengonsumsi obat baru, suplemen, atau obat herbal?
Referensi

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/symptoms-causes/syc-20375556
diakses pada 8 Oktober 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/nearsightedness-myopia#1
diakses pada 8 Oktober 2018.

WHO. http://www.who.int: http://www.who.int/blindness/causes/MyopiaReportforWeb.pdf
diakses pada 8 Oktober 2018.

Back to Top