Mata

Rabun

29 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Rabun
Rabun atau penglihatan buram membuat seseorang sulit melihat dengan jelas.
Rabun adalah kondisi seseorang mengalami kesulitan untuk melihat dengan jelas. Istilah ini juga sering diartikan sebagai penglihatan yang buram.Beberapa kondisi alami bisa menjadi penyebab rabun, misalnya penuaan. Namun kaburnya penglihatan juga dapat menandakan masalah kesehatan tertentu.Pengobatan dapat dilakukan guna memperjelas penglihatan yang kabur. Jika rabun terjadi secara mendadak, konsultasi ke dokter sebaiknya segera dilakukan guna menghindari masalah yang lebih rumit. 
Rabun
Dokter spesialis Mata
GejalaRabun jauh, rabun dekat, penglihatan ganda
Faktor risikoRiwayat keluarga, usia di atas 40 tahun, diabetes
Metode diagnosisTes mata, tes darah
PengobatanKacamata, lensa kontak, operasi
Kapan harus ke dokter?Mengalami rabun secara tiba-tiba dan disertai nyeri mata, anggota tubuh yang lemah sebelah, penurunan kesadaran
Gejala rabun atau penglihatan buram berbeda-beda berdasarkan penyebabnya

Gangguan refraksi

  • Rabun jauh: kesulitan melihat obyek yang jauh
  • Rabun dekat: kesulitan melihat obyek yang dekat
  • Presbiopia atau rabun tua: kesulitan melihat obyek yang dekat terutama saat membaca
  • Astigmatisme atau mata silinder: penglihatan ganda baik dalam jarak dekat atau jauh

Penyakit mata

  • Rabun senja: kesulitan melihat saat kondisi redup atau malam
  • Katarak: penglihatan seperti berkabut atau tertutup awan putih
  • Glaukoma: penglihatan buram disertai nyeri pada mata
  • Retinopati: penglihatan buram dan berkurangnya lapang pandang, terutama ketika melihat ke samping
  • Mata kering: mata terasa gatal, berair, dan kemerahan. Terkadang disertai pandangan buram.

Kondisi lain

  • Hipoglikemia: badan terasa pusing dan lemas yang disertai penglihatan buram
  • Vertigo: pusing berputar hingga mual disertai penglihatan buram atau ganda
  • Migrain: nyeri kepala sebelah disertai penglihatan buram atau ganda
  • Hamil: penglihatan buram dalam kondisi hamil
  • Stroke: kelemahan sisi sebelah tubuh, penurunan kesadaran, bicara pelo, penglihatan buram atau ganda
  • Tumor otak: nyeri kepala kronis dengan penglihatan buram atau ganda
 
Penyebab rabun bisa dibagi menjadi 3 kelompok besar

Gangguan refraksi

Gangguan refraksi terjadi akibat adanya pembiasan cahaya yang tidak sempurna. Biasanya berhubungan dengan jarak antara obyek dengan mata.
  • Miopia atau rabun jauh

Disebabkan oleh bola mata yang lebih panjang atau kelengkungan kornea yang terlalu cekung sehingga cahaya yang masuk pada mata tidak jatuh tepat pada retina tetapi sebelum retina.
  • Hiperopia atau rabun dekat

Disebabkan oleh bola mata yang lebih pendek atau kornea agak cembung sehingga cahaya yang masuk pada mata tidak jatuh tepat pada retina tetapi di belakang retina.
  • Presbiopia atau rabun tua

Kondisi ini disebabkan oleh lensa yang tidak lagi fleksibel akibat efek penuaan.
  • Astigmatisme

Mata silinder disebabkan oleh karena bentuk kornea yang mengalami kelainan.

Penyakit mata

  • Niktalopia atau rabun senja

Disebabkan oleh kelainan pada sel retina sehingga kesulitan menangkap cahaya ketika dalam kondisi redup.
  • Katarak

Disebabkan oleh keruhnya lensa mata akibat penuaan atau penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi, bahkan trauma pada mata.
  • Glaukoma

Disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam bola mata.
  • Retinopati

Disebabkan oleh rusaknya retina akibat penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi
  • Mata kering

Kondisi mata yang kering juga bisa membuat penglihatan buram.

Kondisi lain

  • Hipoglikemia
  • Vertigo
  • Migrain
  • Hamil
  • Hipertensi
  • Stroke
  • Tumor otak
  • Efek samping obat
 

Faktor risiko rabun

Siapa saja bisa menderita penglihatan yang kurang jelas. Namun, ada beberapa faktor risiko rabun yang memperbesar peluang menderita kondisi ini.Beberapa faktor risiko tersebut, antara lain:
  • Memiliki anggota keluarga yang menggunakan kacamata baca atau lensa kontak
  • Usia di atas 40 tahun
  • Menderita diabetes
 
Diagnosis akan ditetapkan oleh dokter sesuai dengan keluhan rabun dengan menyesuaikan penyebabnya. Pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan ketajaman mata atau visus dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan refraksi atau tidak. Penyakit lain yang dimiliki penderita dengan keluhan rabun juga dapat mempengaruhi diagnosis dokter.

Tes mata

Tes mata selain mengandalkan pemeriksaan fisik bisa juga melalui beberapa pemeriksaan berikut ini:
  • Oftalmoskopi
  • Tes refraksi
  • Pemeriksaan lampu celah
  • Tonometri

Tes darah

Tes darah dilakukan dengan tujuan membantu dokter menentukan apakah ada bakteri dalam darah. Tes ini juga berfungsi untuk mengetahui kadar sel darah putih, terutama jika dikhawatirkan ada infeksi. 
Pengobatan rabun akan disesuaikan dengan kondisi yang menyebabkanya. Adapun tindakan yang mungkin dilakukan dokter antara lain:
  • Gangguan refraktif

Pada gangguan refraktif, biasanya dokter akan menyarankan untuk menggunakan kacamata sebagai alat bantu melihat. Lensa kontak (soft lens) juga dapat dipertimbangkan.
  • Penyakit mata dan kondisi medis lain

Penanganan setiap penyebab akan disesuaikan berdasarkan penyebabnya. Misalnya pada katarak maka disarankan untuk operasi, pada glaukoma diperlukan tetes mata atau operasi, dan retinopati diatasi dengan laser. 
Pencegahan rabun dapat dilakukan sesuai dengan penyebab utamanya. Pada gangguan refraktif, upaya pencegahan yang dilakukan lebih mengarah pada pencegahan kondisi yang lebih buruk yaitu penggunaan alat bantu kacamata sehingga kerja mata lebih terbantu. 
Ketika Anda merasakan rabun yang tiba-tiba disertai keluhan seperti nyeri pada mata, lemah anggota tubuh sebelah, hingga penurunan kesadaran, segera periksakan diri Anda pada dokter. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan kondisi gawat darurat.Jika kondisi rabun terjadi sudah lama dan tidak disertai keluhan yang mengganggu, Anda dapat menemui dokter pada fasilitas kesehatan layanan pertama terdekat. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rabun?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis rabun agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/blurry-vision.htm
Diakses pada 29 September 2021
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/eye-exam/refraction.htm
Diakses pada 29 September 2021
National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/errors/errors
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/why-is-my-vision-blurry
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email