Kulit & Kelamin

Puting Susu Lecet

03 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Puting Susu Lecet
Jika tidak terinfeksi, puting susu yang lecet dapat dengan mudah diobati
Puting susu yang lecet adalah kulit puting yang mengalami luka karena iritasi, pecah-pecah atau karena retakan. Hal ini biasa terjadi selama kehamilan dan menyusui. Namun, puting susu lecet juga sering kali menimpa atlet yang biasa menerima gesekan selama berolahraga. Gejala lain yang sering muncul bersamaan ketika puting lecet di antaranya adalah kulit puting yang berubah kemerahan, rasa nyeri, muncul kerak atau keropeng, dan perasaan tidak nyaman.Jika tidak terinfeksi, puting susu yang lecet dapat dengan mudah diobati. Namun, luka lecet tersebut dapat berkembang menjadi bentuk lain. Misalnya terbentuk lepuhan yang berisi cairan seperti sariawan.Biasanya, hal ini terbentuk di bawah lapisan luar kulit sebagai respons terhadap cedera. Kebanyakan lepuhan berisi cairan bening tetapi mungkin juga berisi darah atau nanah jika terinfeksi.Mengetahui penyebab puting susu yang lecet adalah langkah utama untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi yang bisa terjadi.
Beberapa kondisi berikut ini dapat menyebabkan puting susu lecet.

1. Kehamilan dan menyusui

Selama proses kehamilan dan menyusui, terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan payudara penuh dengan air susu. Hal ini dapat menyebabkan kulit meregang serta areola dan puting teriritasi sehingga terasa lecet.Di samping itu, puting lecet juga dapat terjadi ketika bayi tidak menyusu dengan posisi yang benar. Posisi yang salah dapat menyebabkan tekanan yang besar pada kulit puting yang sensitif sehingga terjadi iritasi.Selain itu, puting susu dapat lecet karena kulit yang sangat lembap akibat menyusui terlalu lama, payudara dibiarkan basah atau menggunakan pelembap maupun salep pada payudara secara berlebihan.Puting lecet seperti sariawan pada ibu hamil dan menyusui juga dapat muncul apabila lecet disebabkan oleh infeksi jamur.

2. Gesekan

Gesekan dalam frekuensi yang sering atau akibat tekanan yang berat juga dapat mengiritasi area puting. Hal ini umum terjadi pada atlet yang menjalani olahraga tertentu seperti berlari, berselancar atau bodyboarding.Pelari jarak jauh dapat mengalami gesekan konstan antara puting dan pakaian yang dikenakan. Oleh karena itu, kondisi ini juga disebut sebagai jogger’s nipple atau runner's nipple. Kondisi ini sama halnya dengan peselancar atau bodyboarder yang menghasilkan gesekan ketika sedang mengayuh atau bersentuhan dengan papan.Selain itu, jenis kain tertentu mungkin lebih mengiritasi daripada yang lain. Misalnya serat sintetis seperti nilon, sering kali terasa lebih kasar di kulit dan dapat menyebabkan kerusakan jika ada gesekan.

3. Reaksi alergi

Puting lecet juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap zat yang memicu alergi (alergen) saat zat tersebut menyentuh kulit puting. Alergen ini dapat berupa bahan kimia atau wewangian dalam produk seperti:
  • Detergen
  • Pelembut kain
  • Sampo atau kondisioner
  • Sabun
  • Losion atau pelembab
  • Parfum
  • Alergi terhadap bahan kain bra tertentu
Puting susu yang lecet dapat diatasi dengan beberapa perawatan tertentu. Misalnya, ibu menyusui dapat menggunakan salep khusus setiap sehabis menyusui. Sementara itu sebagai pencegahan, pelari dan atlet lainnya bisa menempelkan kain kasa di payudara sebelum memakai pakaian olahraga.Namun, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter apabila puting yang lecet terjadi dengan kondisi berikut ini:
  • Lecet di puting tidak kunjung hilang dengan pengobatan dan penyesuaian gaya hidup
  • Terasa sangat menyakitkan
  • Terlihat terinfeksi dengan gejala tambahan seperti kemerahan, bengkak dan nyeri
  • Demam
Pengobatan akan diberikan sesuai penyebabnya. Jadi, jika penyebab puting susu lecet adalah infeksi jamur, Anda mungkin memerlukan obat anti jamur, baik dalam bentuk oles atau obat minum yang bisa diresepkan oleh dokter. Apabila terjadi akibat, infeksi bakteri maka kondisi ini memerlukan antibiotik.Apabila sedang menyusui, ingatlah bahwa payudara yang terasa sakit pada awal masa menyusui adalah hal yang normal. Akan tetapi, konsultasikanlah pada dokter jika Anda mengalami kesulitan menyusui dan membutuhkan bantuan. Nanti dokter akan memberikan obat oles yang aman untuk ibu menyusui dan bayi.Dokter dapat memberikan tips agar proses menyusui lebih nyaman dan jika perlu, merekomendasikan konsultasi dengan konselor laktasi. Banyak rumah sakit yang kini telah memiliki konselor laktasi untuk mendampingi ibu setelah melahirkan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/nipple-fissure#see-a-doctor
Diakses pada 13 April 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/types-of-blisters-on-the-breasts-and-nipples-431772
Diakses pada 13 April 2021
Whattoexpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/milk-blebs-blisters-breastfeeding/#
Diakses pada 13 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320483#when-should-you-see-a-doctor
Diakses pada 13 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email