Penderita ITP memiliki kadar trombosit yang rendah karena dihancurkan oleh antibodi pada sistem imun.
Pada penyakit ITP, sistem imun menghambat produksi trombosit.

Penyakit ITP (imun trombositopenik purpura/idiopatik trombositopenik purpura) adalah kondisi sedikitnya kadar trombosit dalam darah (trombositopenia) padahal sumsum tulang normal dan tidak ada penyebab lain trombositopenia. ITP memiliki dua sindrom klinis berbeda, yaitu yang bermanifestasi sebagai kondisi akut pada anak-anak dan kondisi kronik pada orang dewasa. Penderita ITP seringkali memiliki memar ungu (purpura) di kulit atau membran lendir di mulut. Memar ini muncul sebagai titik merah atau ungu pada kulit yang disebut petekie. Petekie seringkali terlihat seperti ruam.

  • Siklus menstruasi pada wanita yang tidak normal
  • Perdarahan sampai kulit, seringkali disekitar tulang kering, yang menyebabkan ruam kulit yang terlihat seperti titik merah
  • Mudah memar
  • Mimisan atau pendarahan di mulut

Komplikasi

Komplikasi ITP yang paling berbahaya adalah perdarahan, terutama perdarahan otak yang dapat menjadi fatal. Biasanya perdarahan serius jarang terjadi. Pengobatan untuk ITP memiliki risiko sendiri karena penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan efek samping serius, seperti:

  • Osteoporosis
  • Katarak
  • Kehilangan massa otot
  • Peningkatan risiko infeksi
  • Diabetes

Operasi untuk mengangkat limpa secara permanen meningkatkan risiko infeksi bakteri dan risiko menderita penyakit yang serius jika terkena infeksi sehingga sangat penting untuk memantau gejala infeksi dan melaporkannya kepada dokter.

Dahulu kata idiopatik dipakai untuk menjelaskan penyakit ini. Idiopatik sendiri artinya adalah suatu kondisi yang tidak diketahui penyebabnya. Namun demikian, saat ini telah lebih jelas bahwa penyebab ITP adalah sistem imunitas tubuh yang menyerang trombosit. Pada ITP, sistem imun memproduksi antibodi yang merusak trombosit melalui penghancuran yang menurunkan jumlah trombosit. Sistem imun juga menghambat sel-sel yang bertanggung jawab untuk produksi trombosit normal sehingga jumlah trombosit menurun. Pada anak, ITP akut terjadi setelah terjadi infeksi virus. Pada orang dewasa, ITP biasanya terjadi seiring berjalannya waktu.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi. Dokter juga akan melakukan tes darah. Tes darah dilakukan untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal, tergantung dari gejalanya. Pemeriksaan antibodi trombosit juga dapat direkomendasikan. Dokter juga dapat melakukan apusan darah tepi dan pemeriksaan sumsum tulang untuk mengevaluasi penyakit lain selain ITP.

Pada anak, penyakit biasanya sembuh tanpa pengobatan. Beberapa anak mungkin membutuhkan pengobatan. Pengobatan untuk orang dewasa dapat menggunakan steroid. Pada beberapa kasus, disarankan operasi pengangkatan limpa. Hal ini akan meningkatkan jumlah trombosit pada sebagian orang. Pengobatan lain yang disarankan termasuk:

  • Danazol (obat minum)
  • Gamma globulin (faktor imun)
  • Obat untuk menekan sistem imun
  • Anti RhD terapi untuk orang dengan tipe darah tertentu
  • Obat yang menstimulasi sumsum tulang belakang untuk memproduksi trombosit

Orang dengan ITP tidak boleh mengonsumsi aspirin, ibuprofen, atau warfarin karena obat ini mengganggu fungsi trombosit, pembekuan darah, dan dapat terjadi pendarahan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/idiopathic-thrombocytopenic-purpura-itp#treatments
diakses pada 28 November 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000535.htm
diakses pada 28 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/idiopathic-thrombocytopenic-purpura
diakses pada 28 November 2018.

Artikel Terkait