Mata

Pupil Mata Mengecil

30 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pupil Mata Mengecil
Dalam bahasa medis, pupil mata yang mengecil disebut dengan miosis
Pupil adalah bagian mata yang mengatur seberapa banyak cahaya yang dapat masuk ke mata. Normalnya, pupil akan mengecil untuk membatasi cahaya yang masuk ke mata ketika ada banyak cahaya di lingkungan sekitarSebaliknya saat kondisi sekitar redup, pupil akan membesar untuk membiarkan cahaya lebih banyak masuk ke mata. Berbagai respons dari pupil ini merupakan gerakan refleks yang terjadi otomatis agar cahaya terfokus ke retina sebagai bagian dari proses penglihatan.Di luar konteks pengaturan cahaya, pupil mata bisa mengecil karena kondisi tertentu seperti efek samping obat-obatan atau sebagai gejala suatu penyakit. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut miosis.Miosis dapat ditandai dengan pupil mata mengecil hingga berukuran kurang dari 2 mm. kondisi ini dapat menimpa salah satu atau kedua pupil mata.Umumnya, pupil mata mengecil bukan hal yang berbahaya. Meski begitu, mengetahui penyebab pupil mata yang mengecil tetap diperlukan agar dapat menghindari komplikasi yang tidak diinginkan. 
Sejumlah kondisi berikut dapat menyebabkan pupil mata mengecil, antara lain:

1. Miosis terkait usia

Bayi yang baru lahir serta manula mungkin memiliki ukuran pupil yang lebih kecil dari orang dewasa pada umumnya. Hal ini termasuk proses yang normal untuk dialami. Bagi bayi baru lahir, pupil akan membesar setelah dua minggu dari sejak dilahirkan.

2. Penggunaan obat-obatan

  • Obat-obatan narkotika, Beberapa narkotika yang diresepkan sebagai pereda rasa sakit dapat menghasilkan efek samping berupa pupil mata yang mengecil. Obat-obatan tersebut meliputi:
    • Kodein
    • Fentanil
    • Hidrokodon
    • Oksikodon
    • Morfin
    • Metadon
    • Heroin
  • Obat tetes mata. Obat tetes yang memiliki zat aktif pilokarpin, karbakol, ekotoiofat, demekarium, serta epinefrin juga dapat menyebabkan pupil mata menjadi lebih kecil.
  •  Obat-obatan lainnya. Miosis juga bisa dihasilkan dari konsumsi obat-obatan seperti:
    • Antihistamin untuk mengatasi alergi, contohnya: difenhidramin.
    • Antipsikosis untuk mengobati sejumlah kondisi psikis seperti skizofrenia, bipolar, atau depresi. Contohnya, fenotiazin, aripiprazole, aripiprazole, aripiprazole, dan quetiapine.
    • Obat antidepresan golongan barbiturate seperti amobarbital, pentobarbital, phenobarbital and secobarbital.
    •  Klonidin dan tetrahydrozoline untuk mengendalikan tekanan darah
    • Lomotil untuk diare

3. Cedera kepala atau luka pada mata atau otak

Adanya cedera atau luka pada mata atau otak dapat membuat pupil mengerut. Biasanya dokter akan mendeteksi kondisi ini pada saat proses diagnosis. Cedera atau luka dapat mengakibatkan pasien tidak merespon cahaya karena pupil berukuran terlalu kecil.

4. Cluster headaches (Sakit kepala cluster)

Sakit kepala cluster merupakan kondisi terkait saraf otak (neurovaskuler) yang langka. Selain nyeri pada kepala, mata pun bisa ikut terpengaruh oleh kondisi ini. Gejala pada mata termasuk miosis, mata berair, hidung tersumbat, ptosis, mata merah, dan kelopak mata membengkak.

5. Perdarahan pada pembuluh darah di otak

Kondisi ini disebut stroke hemoragik yang dibagi menjadi 2 tipe yaitu: intraserebral hemoragik serta subarachnoid hemoragik.Intraserebral hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Sementara itu, sub-araknoid hemoragik disebabkan oleh pembuluh darah yang rusak sehingga darah terkumpul pada permukaan otak.

6. Sindrom Horner-Bernard

Sindrom Horner-Bernard merupakan kumpulan gejala yang ditimbulkan oleh gangguan jalur saraf yang berjalan dari otak ke wajah. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada satu sisi wajah dan salah satu mata. Salah satu gejala yang paling umum adalah mengecilnya pupil mata.

7. Sindrom Adie’s

Sindrom Adie’s adalah kondisi neurologis yang memengaruhi pupil mata serta sistem saraf refleksnya. Pada kondisi ini, pupil pada satu mata terlihat lebih besar dibanding pupil mata yang satunya. Pupil yang lebih besar juga lebih lambat merespons terhadap cahaya.

8. Anterior uveitis

Anterior uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata. Biasanya penyebab kondisi ini adalah cedera, adanya benda asing yang masuk ke dalam mata, serta beberapa penyakit lain.Gejala yang dapat dirasakan oleh penderita anterior uveitis termasuk penglihatan yang buram, nyeri pada mata, mata merah, serta pupil mata mengecil.

9. Sifilis

Sifilis stadium akhir dapat menyebabkan suatu kondisi yang disebut pupil Argyll Robertson, di mana kedua pupil berukuran amat kecil dan juga lambat merespon cahaya. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan sifilis telah masuk ke cairan serebrospinal.

10. Penggunaan magic mushrooms

Suatu penelitian mengungkapkan bahwa beberapa jamur yang mengandung psilocybin dapat menyebabkan halusinasi, takikardia, dan sejumlah gejala yang berhubungan dengan fungsi otot mata seperti miosis.

11. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii. Meski jarang, penyakit ini juga dapat memengaruhi bagian mata dan menimbulkan berbagai gejala, termasuk miosis.

12. Keracunan dari paparan zat kimia tertentu

Zat-zat kimia seperti organofosfat bisa menyebabkan keracunan yang ditandai dengan pupil mengecil.Organofosfat adalah jenis insektisida tidak lagi dijual untuk digunakan di rumah, tetapi masih digunakan dalam pertanian komersial dan industri pengendalian serangga.Di samping itu, zat-zat beracun yang menyerang sistem saraf seperti sarin, soman, tabun, atau VX juga bisa menyebabkan pupil mata mengecil. Berbagai zat tersebut tidak dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari karena umumnya dikembangkan sebagai senjata kimia dalam peperangan.
Jika Anda mengalami miosis tanpa mengetahui penyebab yang pasti, berkonsultasilah dengan dokter, terutama jika pupil mata mengecil yang dialami disertai dengan kondisi berikut:
  • Merasa mengantuk atau sulit menyeimbangkan diri.
  • Terasa nyeri pada mata.
  • Terdapat perubahan pada penglihatan.
  • Baru mengalami luka pada kepala.
Selain itu, disarankan untuk segera menemui dokter jika mengalami gejala-gejala overdosis obat atau keracunan, seperti:
  • Wajah pucat dan berkeringat hebat.
  • Kuku jari tangan terlihat ungu atau biru.
  • Tubuh lemas.
  • Muntah-muntah.
  • Detak jantung melambat.
  • Napas melambat atau bahkan sulit bernapas.
  • Hilangnya kesadaran.
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/small-pupils/
Diakses pada 15 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pinpoint-pupils#causes
Diakses pada 15 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321209
Diakses pada 15 September 2021
Fundamentals of Toxicology. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780128054260000299
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email