Penyakit Lainnya

Punggung Panas

14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Punggung Panas
Sebagian besar kejadian punggung panas bisa diobati atau dapat hilang dengan sendirinya
Punggung panas terkadang muncul tanpa alasan yang jelas, dapat terjadi secara tiba-tiba atau berulang kali terjadi.  Sensasi panas yang terasa di punggung kadang disertai gejala lain seperti nyeri, kesemutan, mati rasa atau gatal.Dalam banyak kasus, punggung panas terjadi ketika seseorang memiliki masalah kulit seperti iritasi kulit atau luka bakar. Adanya masalah saraf yang berada di punggung atau tulang belakang juga dapat memicu punggung terasa panas.Sebagian besar kejadian punggung panas bisa diobati atau dapat hilang dengan sendirinya. Namun apabila dirasa telah menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pertolongan medis mungkin diperlukan. Mengetahui penyebabnya terlebih dahulu akan membantu Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Beberapa kondisi berikut ini dapat menjadi penyebab punggung panas:

1. Saraf terjepit atau Hernia nukleus pulposus (HNP)

HNP atau saraf terjepit adalah suatu kondisi yang terjadi ketika selaput piringan (nukleus pulposus) mengalami robekan. Piringan ini berfungsi sebagai bantalan pelindung dan pertahanan posisi tulang belakang. Akibatnya, bantalan ruas tulang belakang dapat bergeser dan menekan saraf tulang belakang dan menimbulkan suatu sensasi yang terasa seperti dijepit. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai gejala seperti nyeri, kesemutan dan terasa panas pada punggung.

2. Radikulopati

Radikulopati adalah nyeri akibat pembengkakan rusaknya saraf tulang belakang. Radiculopathy dapat menyebabkan nyeri di berbagai bagian punggung dengan pola yang spesifik dan konsisten. Hal ini dapat menyebabkan nyeri punggung serta sensasi berupa rasa terbakar yang menjalar.

3. Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah gangguan otak dan sistem saraf pusat yang membuat penderitanya salah menafsirkan sinyal sehingga rasa nyeri semakin kuat terasa. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit pada berbagai bagian tubuh, termasuk pada punggung. Rasa sakit yang ditimbulkan sering kali disertai dengan sensasi panas atau perasaan seperti terbakar.

4. Stenosis spinal

Stenosis spinal menyebabkan penyempitan pada tulang belakang. Penyempitan ini menimbulkan tekanan pada saraf yang memicu gejala seperti punggung panas muncul.

5. Neuropati diabetik

Pasien diabetes dapat mengalami jenis nyeri saraf yang disebut neuropati diabetik. Kadar glukosa dan trigliserida darah tinggi pada penderita diabetes berisiko merusak saraf yang memunculkan sensasi yang tidak biasa seperti rasa nyeri, mati rasa dan rasa panas.

6. Terbakar sinar matahari (sunburn)

Kulit punggung atau pundak bagian atas dapat mudah terbakar oleh sinar matahari jika tidak ditutupi atau dilindungi dengan tabir surya. Ketika sinar matahari membakar kulit yang terpapar, kulit akan terasa panas saat disentuh. Selain itu, area kulit yang terbakar juga dapat menjadi merah dan mengelupas.

7. Infeksi kulit

Infeksi kulit seperti selulitis atau herpes zoster dapat menyebabkan kulit terasa panas saat disentuh. Sensasi panas biasanya timbul sebagai tanda bahwa tubuh tengah melawan infeksi.

8. Heartburn (GERD)

Heartburn atau GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Sebagian besar orang yang mengalami naik asam lambung biasanya merasakan sakit di tengah dada. Namun pada kasus yang parah, rasa ini dapat menjalar ke punggung. Selain itu, penderita GERD juga bisa merasakan panas hingga ke punggung bagian tengah atas.

9. Radang sendi di tulang belakang

Radang sendi di tulang belakang dapat terjadi karena sejumlah penyakit seperti osteoporosis atau osteoarthritis. Sendi tulang belakang yang meradang bisamenimbulkan rasa sakit dan juga sensasi panas.

10. Kelainan tulang belakang

Kelainan bentuk tulang belakang seperti lordosis, kifosis, skoliosis dapat memengaruhi postur tubuh. Adanya kelainan pada postur tubuh berisiko mengakibatkan ketidakseimbangan tekanan pada tulang belakang. Hal ini bisa memicu berbagai gejala dari nyeri hingga punggung yang terasa panas.

11. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit neurologis yang terjadi karena adanya kerusakan pada lapisan myelin. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan pada myelin dapat mengubah cara sinyal ditafsirkan sehingga menyebabkan gejala umum, seperti kelemahan dan kekakuan otot, kesemutan, mati rasa, nyeri, dan sensasi panas.

12. Batu ginjal

Batu ginjal adalah kondisi yang muncul ketika terjadi pengkristalan mineral dan garam berupa batu di dalam ginjal. Batu ginjal bisa menyebabkan penderitanya merasa sangat kesakitan. Nyeri yang tajam kerap muncul di punggung bawah dan biasanya hanya terjadi di satu sisi. Terkadang, rasa nyeri pada punggung tersebut juga menimbulkan sensasi panas.

13. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah infeksi bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan lewat gigitan kutu. Penyakit ini dapat memengaruhi sistem saraf dengan menyebabkan ujung saraf di tulang belakang meradang dan teriritasi, sehingga menimbulkan sensasi terbakar di punggung.

14. Penyebab lainnya

Beberapa gangguan medis berikut juga berisiko menimbulkan rasa panas pada punggung:
  • Stres
  • Kurang berolahraga
  • Otot yang mengalami cedera karena mengangkat beban berat
  • Terjatuh
Punggung panas biasanya dapat diredakan di rumah dengan beristirahat, menempelkan kompres dingin atau panas, menggunakan obat antiinflamasi, dan olahraga. Umumnya, sensasi panas dapat hilang dalam hitungan menit atau dalam beberapa jam.Akan tetapi jika gejala berlangsung selama berhari-hari, atau kondisi Anda memburuk, konsultasikan segera pada dokter. Punggung panas yang berasal dari masalah saraf atau infeksi membutuhkan pertolongan medis dari dokter.
Healthline. https://www.healthline.com/health/hot-back
Diakses pada 17 Februari 2021
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/back-pain/back-burning-sensation#
Diakses pada 17 Februari 2021
Spine Universe. https://www.spineuniverse.com/conditions/neck-pain/pinched-nerves-can-cause-back-neck-pain#
Diakses pada 17 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325763#outlook
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email