Pulpitis

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Pulpitis adalah peradangan yang terjadi pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri.
Pulpitis adalah peradangan yang terjadi pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri.

Pengertian Pulpitis

Pulpitis merupakan sebuah peradangan yang terjadi pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri. Saraf gigi (pulpa) terdapat di dalam setiap gigi yang ada pada mulut kita dan terdiri dari saraf-saraf serta pembuluh darah. Pulpitis dapat berawal dari lubang pada gigi yang tidak segera ditangani ataupun tidak tertangani dengan tepat sehingga berkembang semakin parah. Peradangan ini dapat terjadi baik pada anak-anak (gigi sulung) maupun orang dewasa (gigi permanen).

Pulpitis dapat terjadi pada satu gigi maupun lebih dan dapat menimbulkan rasa sakit. Berdasarkan intensitas sakit yang dirasakan, pulpitis dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu:

  1. Reversible pulpitis

    Reversible pulpitis merupakan peradangan ringan pada saraf gigi (pulpa) yang menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman saat gigi terpapar makanan manis maupun dingin dan kemudian rasa sakit akan segera menghilang apabila sudah tidak terpapar oleh hal-hal tersebut. Pada pulpitis jenis ini, keadaan saraf gigi (pulpa) dapat kembali normal apabila ditangani secara tepat. Apabila tidak ditangani secara tepat, maka reversible pulpitis akan berlanjut menjadi irreversible pulpitis.
  1. Irreversible Pulpitis

    Irreversible pulpitis merupakan peradangan pada saraf gigi (pulpa) yang ditandai dengan rasa nyeri secara tiba-tiba (spontan), rasa nyeri berdenyut, dan rasa nyeri yang bertahan lama (lebih dari 30 detik) setelah gigi terpapar oleh makanan manis maupun dingin atau panas. Rasa nyeri juga dapat terjadi ketika berbaring dan biasanya pada tahap ini pengobatan dengan obat antinyeri biasa tidak dapat meredakan rasa sakit yang dialami.

Pada pulpitis jenis ini, saraf gigi (pulpa) sudah tidak dapat kembali normal serta dibutuhkan perawatan yang lebih rumit untuk mempertahankan gigi tersebut. Apabila tidak ditangani, irreversible pulpitis dapat memicu terjadinya pembengkakan yang berisi nanah (abses) pada area akar gigi yang kemudian dapat menyebar pada bagian lain seperti rahang, sinus, maupun otak.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa gejala yang juga dapat timbul pada pulpitis adalah:

  • Rasa nyeri yang ringan hingga berat
  • Gigi menjadi sensitif terhadap makanan manis, panas, maupun dingin
  • Bau mulut
  • Rasa tidak nyaman pada mulut
  • Apabila semakin parah, pulpitis juga dapat menyebabkan terjadinya demam

Penyebab

Pada dasarnya, penyebab pulpitis adalah terbukanya pulpa (saraf gigi) sehingga dapat terpapar oleh bakter yang kemudian menimbulkan peradangan. Beberapa faktor pemicu yang dapat menyebabkan terpaparnya pulpa dengan bakteri adalah sebagai berikut:

  • Lubang pada gigi yang tidak ditangani atau tidak tertangani dengan baik. Meskipun lubang pada gigi Anda sudah ditambal, penambalan gigi yang tidak baik dapat mengakibatkan terjadinya lubang kembali pada gigi sehingga menimbulkan terjadinya pulpitis.
  • Gigi yang patah sehingga menyebabkan terbukanya saraf pada bagian dalam gigi.
  • Kebiasaan buruk untuk menggesek-gesekkan gigi sehingga gigi menjadi aus hingga saraf pada bagian dalam gigi menjadi terbuka.

Selain itu, terdapat beberapa faktor seperti kesehatan dan kebersihan rongga mulut yang buruk sehingga mudah menyebabkan gigi berlubang serta seringnya konsumsi makanan-makanan yang mempermudah timbulnya lubang pada gigi (misalnya makanan dan minuman manis) dapat meningkatkan risiko terjadinya pulpitis.

Diagnosis

Pemeriksaan mengenai pulpitis biasanya dilakukan oleh dokter gigi. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Dokter gigi akan memeriksa seluruh gigi, termasuk gigi yang berlubang, dengan beberapa alat-alat standar kedokteran gigi untuk melihat keadaan gigi bahkan kedalaman lubang pada gigi.
  • Tes sensitivitas gigi terhadap rangsangan panas ataupun dingin untuk melihat kondisi saraf dalam gigi. Intensitas rasa nyeri yang dirasakan pada pemeriksaan ini dapat menentukan kategori pulpitis.
  • Mengetuk gigi secara ringan pada gigi yang diduga mengalami pulpitis untuk mendeteksi penjalaran peradangan yang terjadi.
  • Rontgen (X-ray) pada area gigi yang sakit juga dapat membantu untuk melihat apakah saraf gigi (pulpa) sudah terbuka akibat gigi yang berlubang maupun gigi yang patah.

Electric pulp test adalah sebuah pemeriksaan dengan alat elektrik yang dapat dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi pada saraf gigi (pulpa).

Pengobatan

Pulpitis tidak dapat hilang dengan sendirinya. Maka dari itu, bila Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah pada pulpitis, baik reversible maupun irreversible pulpitis, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter gigi. Untuk mengatasi peradangan dan rasa nyeri, dokter gigi tentu akan membantu dengan meresepkan obat antiradang dan antinyeri untuk meredakan gejala tersebut. Akan tetapi, gigi yang mengalami pulpitis juga harus ditangani dengan baik. Penanganan pulpitis selanjutnya didasarkan pada jenis pulpitis.

Apabila mengalami reversible pulpitis, pengobatan yang dilakukan akan menyesuaikan dengan penyebab terjadinya peradangan pulpa. Misalnya dengan melakukan penambalan pada gigi yang berlubang sehingga proses penyembuhan dapat terjadi dan pulpa dapat berangsur-angsur normal kembali.

Apabila mengalami irreversible pulpitis, pengobatan yang diperlukan tentunya akan lebih rumit. Dokter gigi akan merujuk pada dokter gigi spesialis endodontik yang fokus menangani masalah yang berhubungan dengan perawatan saraf gigi. Dalam dunia kedokteran gigi, perawatan saraf disebut dengan pulpektomi atau perawatan saluran akar (PSA). Pulpektomi dapat dilakukan apabila saraf gigi (pulpa) yang mengalami peradangan masih dapat merespon tes sensitivitas terhadap rangsangan panas maupun dingin yang sebelumnya telah dilakukan oleh dokter gigi. Sedangkan perawatan saluran akar (PSA) merupakan pengobatan yang dilakukan apabila saraf gigi (pulpa) sudah mati atau tidak merespon terhadap tes sensitivitas panas maupun dingin.

Meskipun terdapat perbedaan penyebutan dalam kedua perawatan tersebut, jaringan pulpa sama-sama akan diambil dari saluran akar gigi. Selanjutnya saluran akar gigi akan dibersihkan, diisi dengan bahan khusus untuk membantu proses penyembuhan, dan kemudian akan ditutup atau ditambal. Pada beberapa kasus, apabila gigi sudah tidak dapat dipertahankan, maka pencabutan gigi akan dilakukan. Setelah melakukan perawatan, gigi tersebut juga tetap harus dipantau dalam jangka waktu tertentu untuk melihat perkembangan dari hasil perawatan.

Pencegahan

Pulpitis dapat dicegah dengan cara:

  • Menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari (setelah sarapan pagi dan sebelum tidur) serta membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss guna menghindari terjadinya lubang pada gigi.
  • Rutin konsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa keadaan seluruh gigi sehingga apabila terdapat masalah, dapat terdeteksi, dan tertangani sejak dini.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya gigi berlubang seperti permen, kue, dan minuman bersoda.
  • Apabila memiliki kebiasaan buruk menggesek-gesekkan gigi, penggunaan tooth guard dapat membantu.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasi pada dokter gigi apabila mengalami nyeri pada gigi. Semakin cepat rasa nyeri tersebut ditangani, maka semakin besar pula kemungkinan gigi kembali sehat.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat melakukan konsultasi dengan dokter gigi untuk penanganan pulpitis, pada awalnya dokter akan memeriksa seluruh keadaan gigi hingga mendapatkan kategori pulpitis. Selanjutnya, dokter akan menjelaskan pilihan perawatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan gigi. Untuk penanganan berupa penambalan gigi, umumnya dapat dilakukan dalam sekali kunjungan. Akan tetapi, apabila gigi membutuhkan perawatan saraf, maka penanganan dilakukan dalam beberapa kali kunjungan mengingat prosedur atau tahapan perawatan yang lebih rumit.

Referensi

American Association of Endodontists. https://www.aae.org/specialty/wp-content/uploads/sites/2/2017/07/endodonticdiagnosisfall2013.pdf
diakses pada 1 Desember 2018.

Colgate. https://www.colgate.com/en-us/oral-health/conditions/mouth-sores-and-infections/reversible-and-irreversible-pulpitis--causes-and-treatment
diakses pada 1 Desember 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pulpitis
diakses pada 1 Desember 2018.

JCDA Canada. http://www.jcda.ca/article/d90
diakses pada 1 Desember 2018.

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/dental-disorders/common-dental-disorders/pulpitis
diakses pada 1 Desember 2018

Back to Top