Penyakit Lainnya

Ptyalism

20 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ptyalism
Ptyalism atau hipersalivasi lebih sering dialami oleh ibu hamil, terutama di trimester awal kehamilan.
Ptyalism, atau hipersalivasi, adalah kondisi ketika rongga mulut (kelenjar ludah) memproduksi air liur secara berlebihan hingga menetes keluar (drooling).  Kondisi ini disebut juga dengan sialorrhea.Normalnya, produksi air liur hanya sebanyak 0,75 hingga 1,5 liter per hari. Namun, orang yang mengalami hipersalivasi, air liur bisa mencapai satu atau dua liter per harinya.Air liur memiliki banyak manfaat, seperti membantu proses makan dan menelan, serta mencegah mulut kering. Air liur juga mengandung kalsium, enzim, dan antibakteri untuk membantu melawan kerusakan gigi dan penyakit gusi.Meski begitu, jumlah air liur yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang kesulitan menjaga kebersihan serta kesehatan mulut dan gigi, atau dalam bersosialisasi. Bahkan dalam salah satu kasus sialorrhea posterior, bukannya ditelan, air liur yang berlebihan dalam mulut dapat masuk ke saluran udara (trakea). Hal ini bisa menyebabkan iritasi paru-paru kronis yang disebut aspirasi.Air liur berlebihan juga dapat terjadi pada bayi. Kondisi ini normal terjadi.Saat bayi menginjak usia 15-36 bulan, produksi air liur ini akan menurun. Akan tetapi, jika pada usia di atas 4 tahun air liur masih sangat banyak, Anda boleh mulai waspada.Ptyalism dapat terjadi pada siapa pun, tapi lebih biasa terjadi pada ibu hamil saat trimester awal atau orang dengan keterbelakangan mental. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung apa yang menjadi penyebabnya.Baca juga: 6 Fungsi Air Liur, Bantu Pencernaan Hingga Memudahkan Berbicara
Ptyalism
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Umum, Gigi
GejalaDrooling, bibir kering, bau mulut, dehidrasi, gangguan bicara
Faktor risikoKehamilan, gangguan kecemasan, dan cedera ringan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik meliputi kondisi mulut, postur kepala, dan pergerakan lidah
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan
ObatGlikopirolat
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Ptyalism atau hipersalivasi sebenarnya bukanlah penyakit. Air liur berlebihan merupakan gejala dari penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.Meski begitu, orang yang mengalami ptyalism umumnya mengalami gejala-gejala berikut:
  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Kulit di sekitar rongga mulut menjadi rusak dan lebih lembek.
  • Infeksi yang muncul di kulit sekitar rongga mulut.
  • Bau mulut.
  • Dehidrasi.
  • Gangguan bicara.
  • Pneumonia.
  • Indra perasa menjadi terganggu.
Baca jawaban dokter: Apa penyebab bayi mengeluarkan air liur sangat banyak?
Pada ptyalism yang terjadi sementara, beberapa kondisi di bawah ini bisa menjadi penyebabnya:
  • Gigi berlubang.
  • Infeksi.
  • Naiknya cairan lambung (reflux).
  • Kehamilan.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Paparan racun, seperti merkuri.
Produksi air liur umumnya akan berkurang dan kembali seperti semula, setelah kondisi-kondisi di atas tidak lagi dialami. Pada ibu hamil, produksi air liur berlebih disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan hormon di tubuh. Selain itu, ptyalism pada ibu hamil juga dapat dipicu oleh rasa mual yang sering timbul.Pasalnya, rasa mual yang dirasakan akan membuat ibu hamil sulit menelan makanan. Gangguan pencernaan, seperti heartburn pada ibu hamil, juga dapat memicu timbulnya ptyalism.Sedangkan pada kondisi produksi air liur berlebih yang terjadi secara terus-menerus dan konstan, pemicunya biasa berupa suatu gangguan kronis yang menyebabkan otot kehilangan kemampuan untuk mengontrol pergerakannya.Saat pergerakan otot tidak terkendali, kemampuan menelan pun akan terganggu. Akibatnya, air liur akan terus menumpuk di rongga mulut. Beberapa kondisi di bawah ini bisa menjadi penyebab terjadinya ptyalism yang permanen:
  • Susunan gigi yang berantakan.
  • Lidah berukuran terlalu besar.
  • Gangguan intelektual.
  • Cerebral palsy atau lumpuh otak.
  • Gangguan pada saraf wajah.
  • Penyakit Parkinson.
  • Amytrophic lateral schleoris (ALS).
  • Stroke.
Tujuan utama mendiagnosis produksi air liur berlebih adalah untuk mengetahui gangguan kesehatan atau kondisi lain yang menjadi penyebabnya. Untuk mendiagnosis ptyalism, dokter akan melakukan pemeriksaan pada:
  • Rongga mulut, gigi, dan jaringan kulit di sekitarnya.
  • Kontrol lidah, kemampuan menelan, dan stabilitas rahang.
  • Tonsil dan jalur pernapasan.
  • Kondisi emosional.
  • Postur kepala, pemeriksaan untuk melihat tanda-tanda dehidrasi, dan kondisi lapar.
  • Jenis obat-obatan yang dikonsumsi.
Selain itu, dokter juga akan memeriksa bagaimana dan kapan kondisi ini mulai terjadi. Jumlah air liur yang diproduksi dan dampaknya terhadap keseharian pun akan diperiksa oleh doker guna mendapatkan diagnosis yang pasti.
Jika tidak parah, ptyalism umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Namun beberapa langkah di bawah ini dianggap bisa membantu Anda dalam meredakan gejala yang dirasakan:
  • Mengurangi porsi makan, namun menambah frekuensi makan.
  • Sikat gigi dan kumur menggunakan obat kumur beberapa kali sehari.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula atau menghisap permen yang keras.
  • Lebih sering minum air.
Pada kondisi yang lebih lanjut dan memerlukan perawatan, dokter mungkin akan memberikan beberapa pilihan perawatan, seperti pemberian obat glikopirolat. Obat ini bekerja dengan menghentikan kerja saraf di kelenjar air liur, sehingga produksi air liur dapat berkurang.Meski begitu, konsumsi obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping. Misalnya, mulut kering, konstipasi, sulit buang air kecil, gangguan penglihatan, menjadi hiperaktif, dan menjadi mudah marah.
Cara mencegahnya adalah dengan memperbaiki penyebabnya, jika penyebabnya adalah permasalahan gigi dan mulut sebaiknya segeralah mengunjungi dokter gigi. Apabila anda sedang hamil dan mengalami ptyalism maka disarankan Anda tidak perlu khawatir karena sejauh ini tidak ada studi yang menjelaskan bahwa hal tersebut membahayakan janin.
Beberapa kasus ptyalism, seperti yang disebabkan oleh kehamilan, gangguan kecemasan, dan cedera ringan, dapat berhenti dengan sendirinya tanpa penanganan dari dokter. Namun jika kondisi ini terjadi karena gangguan yang lebih serius seperti gangguan saraf, dan tidak kunjung hilang, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.
Disarankan anda mencatat kapan awal munculnya gejala ini, dan dalam kondisi apa produksi air liur menjadi bertambah banyak agar dokter dapat mencaritahu apa diagnosis yang tepat untuk keluhan anda.
Tujuan dari terapi ptyalism adalah menurunkan produksi air liur dan mencegah mulut kering. Terdapat beberapa obat-obatan untuk menangani ptyalism salah satunya pemberian antikolinergik yang bekerja pada sistem saraf parasimpatik. Toxin botulinum juga merupakan obat yang dapat menurunkan produksi air liur.
NCT. https://www.nct.org.uk/pregnancy/worries-and-discomforts/common-discomforts/excessive-saliva-pregnancy
Diakses pada 15 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318728.php
Diakses pada 15 Oktober 2021
https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/ptyalism
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/hypersalivation
Diakses pada 30 Mei 2019
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2004/0601/p2628.html
Diakses pada 15 Oktober 2021

Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/excessive-saliva-during-pregnancy_9454
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email