Pterygium ditandai dengan mengeruhnya selaput permukaan bola mata di sebelah ataupun kedua mata.
Pterygium ditandai dengan mengeruhnya selaput permukaan bola mata di sebelah ataupun kedua mata.

Pterygium adalah penyakit mata yang ditandai dengan mengeruhnya selaput pada permukaan bola mata. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan, dan biasanya terbentuk di sisi yang paling dekat dengan hidung Anda, serta tumbuh ke area pupil (tengah mata). Ini memang terlihat menyeramkan, tetapi ini bukanlah kanker. Pertumbuhan penyakit ini dapat terjadi pada satu mata atau keduanya. Ketika terjadi pada kedua mata, penyakit ini dikenal sebagai pterygium bilateral. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2013, prevalensi pterygium di Indonesia mencapai 8,3%. Prevalensi tertinggi, yaitu 25,2% ditemukan di Bali. Jakarta tercatat 3,7%, yang merupakan prevalensi terendah.

Gejala yang dialami seseorang yang mengidap pterygium antara lain:

  • Mata terasa terbakar
  • Terasa seperti ada pasir di mata
  • Mata terasa gatal
  • Terasa seperti ada sesuatu di dalam mata
  • Kemerahan pada mata

Beberapa penyebab seseorang mengalami pterygium adalah paparan intensif dari sinar ultraviolet (seperti dari matahari), mata yang kering, dan iritasi terhadap debu dan angin.

Dokter mata akan mendiagnosis kondisi mata Anda dengan melihat bagian depan mata anda menggunakan mikroskop khusus yang disebut slit lamp

Jika pertumbuhan penyakit ini menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu penglihatan Anda, dokter dapat menghilangkannya dengan prosedur rawat jalan. Seperti operasi apa pun, mungkin akan timbul komplikasi jika dilakukan operasi ini, yang mencakup kembalinya pertumbuhan pterygium yang lebih agresif dan timbulnya bekas luka. Dokter umumnya hanya menganjurkan prosedur operasi jika cara pengobatan lainnya gagal. 

Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan jika gejala yang dialami ringan. Namun, jika kondisi ini menyebabkan mata menjadi kemerahan atau iritasi, dokter akan merekomendasikan salep mata, memberikan obat tetes mata yang menghilangkan kemerahan dan iritasi, dan obat tetes mata steroid untuk mengurangi kemerahan, rasa gatal, bengkak, dan nyeri.

Pterygium dapat dicegah dengan mengenakan kacamata hitam setiap hari, termasuk pada hari-hari mendung, karena awan tidak menghalangi sinar ultraviolet (UV). Pilih kacamata warna yang menahan 99-100% radiasi ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB).

Anda juga perlu memakai kacamata hitam saat berada di dalam mobil. Tidak seperti kaca depan, jendela samping mobil Anda tidak melindungi anda dari sinar UV. Anda juga dapat memasang lapisan film ke jendela samping mobil, sebagai pelindung.

Penderita pterygium sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika sudah mengalami beberapa gejalanya. Terlebih, jika mata sudah menjadi kemerahan dan mengalami iritasi.

 

Depkes. http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013
Diakses pada 16 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/pterygium-surfers-eye#1
Diakses pada 16 Oktober 2018

Artikel Terkait