logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Psikologi

Psikosis postpartum

20 Okt 2021

| Popy Hervi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Pengertian psikosis postpartum

Postpartum psychosis atau psikosis postpartum adalah gangguan kesehatan mental serius yang biasanya terjadi setelah Anda melahirkan. Kondisi yang juga dikenal dengan istilah psikosis nifas ini sangat jarang terjadi.

Psikosis postpartum biasanya dialami 1 dari 500 ibu setelah melahirkan. Kondisi ini merupakan gangguan kesehatan mental yang jauh lebih serius dibandingkan baby blues atau perubahan suasana hati ringan setelah melahirkan.

Psikosis postpartum bisa menjadi pengalaman yang luar biasa menakutkan. Oleh karena itu penting untuk mencari bantuan sesegera mungkin jika Anda mengalami gejala psikosis postpartum.  Jika ditangani dengan tepat dan dibantu oleh dukungan orang-orang terdekat, kebanyakan penderita psikosis postpartum bisa pulih sepenuhnya.

 

Psikosis postpartum

Dokter spesialisDokter Jiwa, Psikolog
Gejala

Delusi, halusinasi, depresi

Faktor risiko

Kehamilan pertama, mengalami mood swing yang parah saat hamil

Metode diagnosis

Tanya jawab, tes darah

Pengobatan

Obat-obatan, terapi kejang listrik atau electroconvulsive therapy (ECT)

Obat

Obat antipsikotik, penstabil suasana hati, dan benzodiazepin

Komplikasi

Keinginan bunuh diri

Kapan harus ke dokter?

Mengalami gejala psikosis postpartum

Tanda dan gejala psikosis postpartum

Secara umum, tanda dan gejala psikosis postpartum meliputi:

  • Delusi (kepercayaan pada sesuatu yang tidak nyata)
  • Halusinasi (melihat, mendengar, atau mengalami hal-hal imajiner)
  • Agitasi
  • Energi atau dorongan seks yang meningkat
  • Depresi, cemas, atau bingung
  • Insomnia parah (Anda bahkan mungkin tidak merasa perlu tidur.)
  • Paranoia dan perasaan curiga
  • Perubahan suasana hati yang konstan
  • Merasa tidak punya kedekatan dengan bayi Anda

 

Penyebab psikosis postpartum

Hingga kini, penyebab psikosis postpartum  belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.

Faktor-faktor risiko psikosis postpartum tersebut meliputi:

  • Memiliki anggota keluarga yang memiliki gangguan mental, khususnya jika psikosis postpartum
  • Menderita gangguan bipolar atau skizofrenia
  • Mengalami kelahiran traumatis atau kehamilan
  • Pernah mengalami psikosis postpartum

 

Faktor risiko psikosis postpartum

Beberapa faktor risiko psikosis postpartum meliputi:

  • Kehamilan pertama
  • Kehamilan tidak direncanakan.
  • Mengalami perubahan suasana hati atau mood swing yang parah saat hamil.
  • Berhenti mengonsumsi obat psikiatri saat hamil

 

Diagnosis psikosis postpartum

Diagnosis psikosis postpartum dilakukan dengan tanya jawab dan pemeriksaan tambahan.

Tanya jawab

Ceritakan pada dokter mengenai gejala dan semua hal yang Anda rasakan. Jangan pernah malu untuk menceritakan semua hal yang Anda rasakan kepada dokter. Karena psikosis postpartum merupakan hal yang sangat normal terjadi.

Pemeriksaan tambahan

Dokter juga biasanya akan menyarankan Anda melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Mengisi kuesioner
  • Tes darah untuk menentukan apakah tiroid yang kurang aktif berkontribusi pada tanda dan gejala yang Anda rasakan

 

Advertisement

Cara mengobati psikosis postpartum

Beberapa cara mengobati yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Obat-obatan

Obat-obatan seperti obat antipsikotik, penstabil suasana hati, dan benzodiazepin, bisa Anda konsumsi untuk mengontrol tanda dan gejala.

  • Terapi kejang listrik atau electroconvulsive therapy (ECT)

Prosedur ini diperlukan jika gejalanya tidak berkurang dengan mengonsumsi obat-obatan. ECT adalah prosedur memasukkan arus listrik kecil ke otak untuk memicu kejang singkat. ECT  menyebabkan perubahan kimia otak yang dapat mengurangi gejala psikosis dan depresi, terutama ketika perawatan lain tidak berhasil.

Jika tidak ditangani dengan benar, psikosis postpartum bisa menyebabkan komplikasi berupa munculnya keinginan bunuh diri.

 

Cara mencegah psikosis postpartum

Langkah pencegahan psikosis postpartum tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.

Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:

  • Konsultasi kepada dokter pada usia kehamilan 8 bulan mengenai kemungkinan mengalami gejala psikosis postpartum. Minta orang-orang terdekat untuk menemani Anda berkonsultasi ke dokter. Nantinya dokter akan menjelaskan lebih detail cara mengurangi risiko
  • Cukup tidur
  • Hindari stres

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada psikosis postpartum. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya.

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait psikosis postpartum?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis psikosis postpartum agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

 

Advertisement

melahirkankehidupan pasca melahirkandepresi pascapersalinanbaby blues

Bagikan

Dokter Terkait

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved