Protanomali

Ditulis oleh dr. Rikho Melga Shalim
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Sel kerucut L yang abnormal dapat menyebabkan retina kesulitan menangkap warna merah atau disebut juga protanomali.
Sel kerucut L yang abnormal dapat menyebabkan retina kesulitan menangkap warna merah atau disebut juga protanomali.

Pengertian Protanomali

Mata melihat warna dengan mengandalkan sel-sel pada retina. Pada retina, terdapat dua jenis sel yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang berperan saat melihat dalam cahaya yang sedikit. Sedangkan sel kerucut lebih berperan dalam cahaya terang dan untuk membedakan warna. 

Sel kerucut terbagi menjadi 3 berdasarkan sensitivitas terhadap panjang gelombang cahaya yang menentukan warna. Panjang gelombang panjang merupakan sinar merah yang ditangkap sel kerucut L. Panjang gelombang sedang, sinar hijau, ditangkap sel kerucut M, dan panjang gelombang pendek yaitu sinar biru ditangkap sel kerucut S.

Protanomali merupakan salah satu jenis masalah penglihatan akibat abnormalnya sel kerucut L yang menangkap sinar merah pada bagian retina mata seseorang. Kondisi ini membuat proses menangkap warna merah tidak sempurna.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala protanomali yaitu kesulitan melihat obyek berwarna merah, oranye, dan kuning. Warna-warna tersebut akan terlihat lebih hijau. Protanomali biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab

Penyebab protanomali adalah kesalahan genetik yang kemungkinan diturunkan dari orangtua. Protanomali dikaitkan dengan kromosom seks X pada manusia dan bersifat resesif atau tidak dominan.

Manusia memiliki kromosom seks XX pada perempuan dan XY pada laki-laki. Keadaan ini membuat perempuan dapat menderita protanomali (ketika kedua kromosom X membawa gen protanomali) atau hanya menjadi “pembawa” atau karier gen protanomali (ketika hanya satu kromosom X yang membawa gen protanomali). Sedangkan, pada laki-laki, karena hanya memiliki satu kromosom X maka kemungkinan yang terjadi hanya antara menderita protanomali atau tidak sama sekali.

Diagnosis

Diagnosis diterapkan berdasarkan keluhan kesulitan membedakan warna merah, oranye, dan kuning. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan seperti tes warna Ishihara dan Anomaloskop.

Tes warna Ishihara merupakan tes yang menggunakan buku. Buku ini berisi halaman-halaman dengan lingkaran besar seperti piring yang tersusun dari lingkaran-lingkaran kecil yang berbeda warna dan ukuran. Beberapa lingkaran kecil tersebut akan membentuk angka dengan warna yang berbeda dengan warna lingkaran lainnya.

Tes ini biasanya dapat dilakukan di puskesmas atau klinik terdekat oleh dokter umum. Biasanya dokter akan mengacak halaman yang akan ditunjukkan untuk menghindari hafalan urutan angka dari pasien yang diperiksa.

Tes lain yaitu anomaloskop biasanya dilakukan oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan ini menggunakan alat yang mengharuskan pasien menyesuaikan warna hingga sama menurut dirinya sendiri.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penderita protanomali. Namun, beberapa teknologi terbaru seperti kacamata untuk buta warna dikatakan dapat membantu memberi penglihatan akan warna lebih baik. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis mata untuk penggunaan kacamata buta warna.

Pencegahan

Upaya pencegahan protanomali yang bisa dilakukan bersifat untuk mencegah memiliki keturunan dengan protanomali. Caranya dengan skrining buta warna, mengingat protanomali dapat diwariskan dari orangtua.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah sejak dini pada dokter ketika mengalami kesulitan membedakan warna.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa informasi perlu Anda siapkan, seperti:

  • Kapan pertama kali Anda mengalami kesulitan membedakan warna?
  • Warna apa saja yang terkadang membuat Anda berdebat dengan orang lain?
  • Apakah dalam keluarga Anda ada yang memiliki keluhan serupa?
  • Riwayat penyakit yang diderita
  • Riwayat pengobatan

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya akan melakukan tes Ishihara dan bila diperlukan akan merujuk Anda ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Referensi

Judd DB. Facts of color-blindness. JOSA. 1943 Jun 1;33(6):294-307.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/poor-color-vision/diagnosis-treatment/drc-20354991
Diakses 30 Juni 2019

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/color_blindness/facts_about
Diakses 30 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/what-you-need-to-know-about-color-blindness-tests
Diakses 30 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/color-blindness
Diakses 30 Juni 2019

Back to Top