Kulit & Kelamin

Prostatitis

Diterbitkan: 25 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Prostatitis
Prostatitis bisa memicu nyeri apda penis dan sekitarnya
Prostatitis adalah peradangan atau pembengkakan yang terasa nyeri pada kelenjar prostat. Prostat merupakan organ yang terletak di antara penis dan kandung kemih. Organ ini berfungsi menghasilkan air mani, yang melindungi sperma saat memasuki saluran reproduksi wanita.Kondisi prostatitis dapat disebabkan oleh infeksi pada prostat. Namun keadaan ini juga bisa terjadi tanpa tanda-tanda infeksi.Berbeda dengan gangguan prostat lainnya yang biasa menyerang pria dengan usia lebih tua, prostatitis dapat mengenai siapa saja. Penyakit ini umum terjadi pada pria berumur 30-50 tahun.Prostatitis dapat menimbulkan nyeri berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Tapi kondisi ini akan membaik setelah ditangani. 
Prostatitis
Dokter spesialis Urologi
GejalaNyeri di penis, saat BAB, dan berkemih
Faktor risikoUsia muda, riwayat prostatitis, infeksi saluran kemih
Metode diagnosisTes darah, CT scan, tes urine
PengobatanObat-obatan, penanganan mandiri
ObatAntibiotik, alpha blockers, antiradang
KomplikasiBakteremia, peradangan epididimis, abses prostat
Kapan harus ke dokter?Nyeri pinggul, sulit atau sakit saat berkemih, dan nyeri saat ejakulasi
Gejala prostatitis berbeda-beda dan tergantung pada jenisnya. Secara umum, penyakit ini dikelompokkan menjadi prostatitis akut dan kronis.Prostatitis akut ditandai dengan gejala muncul secara mendadak. Sementara prostatitis kronis memiliki gejala yang berlangsung lama, yakni setidaknya tiga bulan.

Gejala prostatitis akut

  • Nyeri berat di penis dan sekitarnya, buah zakar, dubur, perut bagian bawah, atau punggung bawah
  • Nyeri saat buang air besar (BAB)
  • Nyeri saat berkemih
  • Buang air kecil menjadi lebih sering, terutama malam hari
  • Gangguan saat mulai atau berhenti berkemih
  • Tidak bisa menahan buang air kecil
  • Sering ada darah pada urine
  • Tidak bisa berkemih, sehingga terjadi penumpukan urine pada kandung kemih (retensi urin)
  • Rasa tidak enak badan, seperti pegal-pegal, nyeri, dan demam
  • Nyeri punggung bawah
  • Nyeri saat ejakulasi

Gejala prostatitis kronis

  • Nyeri di penis dan sekitarnya, buah zakar, dubur, perut bagian bawah, atau punggung bawah
  • Nyeri saat berkemih
  • Lebih sering buang air kecil, khususnya pada malam hari
  • Gangguan saat mulai atau berhenti berkemih
  • Gangguan seksual, seperti disfungsi ereksi, nyeri saat ejakulasi, atau nyeri pinggul setelah berhubungan seks
  • Prostat yang membesar dan nyeri saat menjalani pemeriksaan colok dubur oleh dokter
 
Penyebab prostatitis yang umum adalah infeksi bakteri. Bakteri yang terdapat di dalam urine bisa bocor ke prostat dan menyebabkan prostatitis bakteri akut. Jika prostatitis ini tidak mampu diatasi dengan antibiotik, kondisi ini bisa berkembang menjadi prostatitis bakteri kronis.Selain karena bakteri, kerusakan saraf pada saluran kemih bawah akibat operasi atau trauma pada daerah kelamin juga termasuk penyebab prostatitis. Meski kenyataannya demikian, banyak kasus prostatitis yang tidak diketahui penyebabnya. 

Jenis-jenis prostatitis

Terdapat beberapa jenis prostatitis, antara lain:
  • Prostatitis bakterial akut

Prostatitis bakterial akut adalah infeksi bakteri yang bersifat akut (mendadak) dan disertai peradangan pada prostat. Kondisi ini termasuk jenis prostatitis yang paling jarang ditemui, tapi gejalanya terasa berat.Kondisi ini perlu segera ditangani. Bila dibiarkan, prostatitis bakterial akut dapat menyebabkan penyebaran bakteri ke pembuluh darah.Penderita prostatitis ini biasanya dirawat di rumah sakit, dan ditangani dengan pemberian cairan, antibiotik, dan obat pereda nyeri.
  • Prostatitis bakterial kronis

Prostatitis bakterial kronis ditandai oleh infeksi saluran kemih berulang akibat infeksi bakteri kronis pada kelenjar prostat. Kondisi ini termasuk sulit didiagnosis. Kenapa?Pasalnya, proses menemukan bakteri pada urine tergolong sulit. Jadi pengambilan sampel cairan prostat perlu dilakukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri.Pengobatan prostatitis bakterial kronis dapat dilakukan dengan konsumsi antibiotik untuk jangka panjang.
  • Prostatitis nonbakterial kronis

Prostatitis nonbakterial kronis juga disebut sindrom nyeri pinggul kronis (chronic pelvic pain syndrome). Kondisi ini merupakan jenis prostatitis yang paling sering terjadi, dan memiliki gejala berupa nyeri, gangguan berkemih, dan seringkali disfungsi ereksi.Bakteri penyebab kondisi ini biasa tidak ditemukan dalam urine. Namun gejala peradangan tetap dirasakan oleh penderita.
  • Prostatitits asimptomatik

Sesuai dengan namanya, prostatitis asimptomatik tidak memiliki gejala. Tapi peradangan pada prostat akan ditemukan saat pasien menjalani biopsi atau pemeriksaan air mani.Karena tidak bergejala, penyakit ini umumnya tidak memerlukan penanganan secara medis. 

Faktor risiko prostatitis

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang pria untuk menaglami prostatitis. Faktor-faktor ini dapat berupa:
  • Usia muda atau dewasa muda
  • Pernah mengalami prostatitis
  • Mengalami infeksi saluran kemih
  • Mengalami cedera pinggul, seperti karena jatuh saat bersepeda
  • Menggunakan selang kencing (kateter)
  • Mengidap HIV/AIDS
  • Pernah menjalani biopsi (pengambilan jaringan) prostat
 
pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga akan menyarankan untuk melakukan berbagai tes, seperti:
  • Tes darah untuk memeriksa tanda infeksi pada prostat dan gangguan prostat lainnya.
  • Tes pencitraan (CT scan) untuk melihat gambaran pada saluran kemih dan prostat.
  • Post-prostatic massage. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memijat prostat dan memeriksa cairan yang keluar.
  • Tes urine dilakukan untuk melihat apakah terdapat infeksi yang terdeteksi pada urine Anda.
 
Cara mengobati prostatitis umumnya tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pasien bisa menjalani penanganan medis dari dokter maupun pengobatan mandiri di rumah.

1. Pengobatan dari dokter

Upaya pengobatan medis dari dokter yang biasanya diberikan meliputi:
  • Antibiotik

Obat antibiotik merupakan obat yang paling sering diresepkan untuk prostatitis. Dokter akan memiliki jenis antibiotik berdasarkan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.Pasien dengan gejala berat mungkin memerlukan antibiotik yang diberikan dengan suntikan. Pasien dengan prostatitis kronis atau berulang membutuhkan antibiotik selama 4-6 minggu atau lebih.
  • Obat alpha blockers

Obat jenis alpha-blockers digunakan untuk membantu melemaskan otot pada bagian bawah kandung kemih tempat prostat berada. Obat jenis ini dapat meredakan gejala yang dirasakan pasien, seperti nyeri saat berkemih.
  • Obat antiradang

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dapat meredakan radang dan membuat pasien lebih nyaman.

2. Penanganan mandiri di rumah

Beberapa upaya pengobatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan gejala prostatitis dapat berupa:
  • Berendam air hangat (sitz bath) atau menggunakan alas penghangat.
  • Kurangi atau hindari konsumsi alkohol, kafein, makanan asam dan pedas yang dapat mengiritasi kandung kemih.
  • Hindari aktivitas yang dapat mengiritasi prostat, seperti duduk terlalu lama atau bersepeda.
  • Minum air putih yang banyak, karena dapat membuat pasien lebih sering berkemih dan membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih.
 

Komplikasi prostatitis

Bila dibiarkan, prostatitis dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Komplikasi prostatitis tersebut meliputi:
  • Infeksi bakteri yang menyebar di darah (bakteremia)
  • Peradangan epididimis, yaitu saluran yang menempel pada bagian belakang buah zakar
  • Abses prostat, yaitu kumpulan nanah di dalam prostat
  • Gangguan air mani dan ketidaksuburan (biasanya disebabkan oleh prostatitis kronis)
 
Beberapa cara mencegah prostatitis yang dapat dilakukan meliputi:
  • Menjaga kebersihan

Jagalah kebersihan penis dan area di sekitarnya untuk mencegah terjadinya infeksi.
  • Menghindari duduk terlalu lama

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan tekanan pada kelenjar prostat yang dapat menyebabkan peradangan seiring berjalannya waktu. Hindari bersepeda dan duduk terlalu lama.
  • Berolahraga teratur

Berolahraga setidaknya 3 kali seminggu dapat mengurangi cemas yang terkait pada beberapa jenis prostatitis. Olahraga seperti berjalan kaki, peregangan, atau berolahraga di gym dapat dilakukan.
  • Banyak minum air putih

Beberapa jenis prostatitis disebabkan karena bakteri pada saluran kemih yang mencapai prostat dan menyebabkan infeksi. Dengan banyak minum air putih, urine akan terdilusi dan bakteri dapat keluar lewat urine.
  • Makan buah dan sayur

Buah dan sayur mengandung nutrisi tinggi yang dapat menjaga tubuh tetap sehat dan membantu melawan infeksi dan peradangan.
  • Mengurangi konsumsi makanan pedas

Makanan pedas dapat mengiritasi kandung kemih dan menyebabkan gejala prostatitis memburuk.
  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol

Minuman seperti teh, kopi, soda, dan alkohol dapat mengiritasi saluran kencing dan kandung kemih
  • Menjaga berat badan ideal

Berat badan berlebih tidak baik untuk prostat. Beberapa langkah untuk mengurangi berat badan dapat berupa pola makan yang sehat, berolahraga, dan tidur cukup.
  • Mengendalikan stres

Pria dengan stres berat di pekerjaan atau rumah lebih rentan mengalami prostatitis. Untuk mengendalikan stress, pasien dapat melakukan meditasi, relaksasi atau berkonsultasi dengan terapis.
  • Berhubungan intim yang aman

Infeksi menular seksual dapat menyebabkan prostatitis. Pasien dapat menggunakan kondom jika berhubungan seksual lebih dari satu pasangan untuk menghindarinya.
  • Segera menghubungi dokter bila mengalami gejala

Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala saat berkemih, buang air besar, atau nyeri pada area pinggul. 
Hubungi dokter bila pasien mengalami nyeri pinggul, sulit atau nyeri saat berkemih, dan nyeri saat ejakulasi. Beberapa jenis prostatitis dapat menyebabkan infeksi berat atau kondisi medis lainnya bila dibiarkan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintakah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait prostatitis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis prostatitis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostatitis/symptoms-causes/syc-20355766
Diakses pada November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/prostatitis/
Diakses pada November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/men/prevent-prostatitis#1
Diakses pada November 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15319-prostatitis
Diakses pada 25 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/prostatitis#1
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email