Mata

Proptosis (Mata Menonjol)

Diterbitkan: 28 Apr 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Proptosis (Mata Menonjol)
Proptosis adalah kondisi mata menonjol keluar dari lubang mata. Penonjolan mata biasanya berkisar 2 mm atau lebih besar dari lubang mata sehingga dianggap tidak normal. Kondisi ini bisa mengancam jiwa atau kehilangan penglihatan.Untuk itu, penting sekali melakukan pemeriksaan guna mendapatkan diagnosis dalam menentukan penyebab utamanya. Diagnosis harus dilakukan secara komprehensif agar penyebab baik itu jinak atau ganas bisa diidentifikasi dengan jelas.Pengobatan mata menonjol sangat penting dilakukan guna menjaga penglihatan penderitanya tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, pengobatan yang tepat juga mencegah kerusakan mata dan kematian pasien.Setiap pasien penyakit dengan nama lain exophthalmos ini mungkin akan berbeda. Sebab, pengobatan yang diberikan akan sangat tergantung apa penyebab mendasari dari kondisi ini. Perawatan sendiri mungkin melibatkan ahli penyakit dalam dan dokter mata. 
Penyebab proptosis pada orang dewasa yang paling umum adalah penyakit Graves. Penyakit tersebut biasanya menyebabkan edema dan infiltrasi limfoid pada jaringan orbital. Sementara pada anak-anak, proptosis umumnya disebabkan oleh selulitis orbital.Selain itu, kondisi lain yang bisa menyebabkan exophthalmos antara lain:
  • Glaukoma kongenital
  • Tumor orbital
  • Pendarahan retrobulbar
  • Trombosis sinus kavernosus
  • Orbitopati tiroid
  • Mukokel orbital
  • Radang dalam selaput lendir
  • Limfoma orbital
  • Glioma
  • Metastasis orbital
  • Cedera
  • Lesi vaskular
  • Fistula karotis-kavernosa
  • Hemangioma kapiler
  • Hemangioma kavernosa
  • Orbital varix
  • Sindrom inflamasi orbital
  • Pseudoproptosis
  • Arteriovenous malformation (AVM)
  • Mucormycosis
  • Penyakit tiroid mata
  • Granulomatosis dengan polyangiitis
  • Sarkoidosis
  • Idiopathic orbital Inflammation
  • Malformasi limfatik orbital
  • Rhabdomyosarcoma orbital
  • Lesi kelenjar lakrimal
  • Meningioma selubung saraf optik
 
Sebaiknya segera konsultasi ke dokter jika kondisi ini disertai dengan beberapa gejala berikut:
  • Sakit mata atau kemerahan
  • Sakit kepala
  • Kehilangan penglihatan
  • Diplopia
  • Demam
  • Proptosis berbenyut
  • Proptosis neonatal
Kondisi di atas bisa menjadi tanda bahaya sehingga perlu segera dikonsultasikan dengan dokter. 
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/eye-disorders/symptoms-of-ophthalmologic-disorders/proptosis
Diakses pada 28 April 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7204542/
Diakses pada 28 April 2021
Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/proptosis-1
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email