Infeksi

Presbikusis

11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Presbikusis
Alat bantu dengar menjadi salah satu solusi untuk penderita presbikusis.
Presbikusis adalah gangguan pendengaran akibat penuaan. Kondisi ini sangat umum terjadi pada orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun. Di Indonesia sendiri, gangguan pendengaran dengan angka tertinggi ditemukan pada kelompok usia lebih dari 75 tahun.Presbikusis membuat penderitanya kehilangan pendengaran secara perlahan-lahan seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa orang yang mengidap presbikusis pada awalnya tidak menyadari adanya perubahan pada pendengaran.Karena gangguan pendengaran biasanya terjadi di dasar struktur telinga, jenis suara yang pertama tidak terdengar adalah yang bernada tinggi. Misalnya dering telepon, bunyi siul teko air, atau bunyi “bip” pada microwave. Sementara itu, kemampuan untuk mendengar suara bernada rendah sering kali tidak terpengaruh.Cara penderita presbikusis dalam berucap sering kali tidak berubah. Akan tetapi, kemampuan untuk membedakan atau mengenali yang sedang dikatakan bisa saja menurun.Meskipun persentase dan perjalanan klinisnya dapat bervariasi. Presbycusis memiliki dampak yang luar biasa pada kualitas hidup seseorang. Penanganan kondisi ini melibuti penggunaan alat bantu dengar dan tindakan medis seperti implan koklea atau operasi.
Presbikusis
Dokter spesialis THT
GejalaSuara yang didengar seperti teredam, sulit memahami kata-kata terutata saat di tempat yang berisik, sering meminta orang lain berbicara lebih lambat, jelas, dan keras
Faktor risikoUsia lanjut, pekerjaan dengan pajanan suara bising dan keras terus menerus, arteriosklerosis
Metode diagnosisotoskopi, timpanometri, audiometri
PengobatanAlat bantu dengar, implan koklea, operasi
KomplikasiTuli permanen, fungsi kognitif menurun, demensia, depresi
Kapan harus ke dokter?Saat merasa kesulitan memahami semua yang dikatakan orang lain dalam percakapan, terutama saat latar belakang bising, suara terasa teredam, harus mengeraskan volume musik, radio atau televisi
Gejala presbikusis di antaranya:
  • Bunyi yang didengar seperti teredam
  • Kesulitan memahami kata-kata, terutama saat ruangan berisik atau di kerumunan orang banyak
  • Pendengaran konsonan bermasalah
  • Sering meminta orang lain berbicara lebih lambat, jelas dan mengulang perkataan
  • Perlu menambah volume televisi atau radio
  • Telinga berdengung
  • Kesulitan memahami pembicaraan via telepon
Seiring bertambahnya usia, telinga dapat mengalami berbagai gangguan. Presbikusis paling sering terjadi karena:
  • Kerusakan telinga bagian dalam
  • Kerusakan di telinga tengah
  • Kerusakan di sepanjang jalur saraf ke otak
  • Hilangnya sel rambut (reseptor sensorik di telinga bagian dalam)
Hal-hal lain yang memengaruhi gangguan pendengaran terkait usia antara lain adalah:
  • Penumpukan kotoran telinga
  • Infeksi dan gendang telinga pecah.

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya presbisikus, di antaranya:
  • Memiliki status sosial ekonomi yang rendah
  • Sering terpapar kebisingan dengan volume yang keras, misalnya karena mendengarkan musik atau kebisingan terkait pekerjaan.
  • Paparan ototoksin, termasuk aminoglikosida, agen kemoterapi dan logam berat.
  • Infeksi terkait telinga
  • Merokok
  • Berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, penyakit vaskular, gangguan imunologi, dan faktor hormonal.
  • Mengalami penyakit penyebab demam tinggi seperti infeksi otak atau meningitis yang dapat menyebabkan gangguan koklea.
  • Efek samping beberapa obat, seperti aspirin dan antibiotik tertentu
  • Faktor genetik
  • Faktor makanan (misalnya, diet tinggi lemak)
Tes untuk mendiagnosis presbikusis adalah:
  • Pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi penyebab gangguan pendengaran
  • Tes skrining telinga untuk mengidentifikasi kemampuan mendengar kata-kata yang diucapkan dalam beberapa volume dan respons terhadap suara tersebut
  • Tuning fork test yaitu pemeriksaan dengan garpu tala yang dapat membantu dokter mengidentifikasi gangguan pendengaran akibat kerusakan pada bagian tengah telinga
  • Tes audiometri untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam mendengar
Jika seseorang mengalami presbikusis, perawatan yang dijalaninya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa pilihan terapi yang tersedia adalah:
  • Alat bantu dengar. Alat bantu dengar akan membantu seseorang untuk mendengar lebih jelas.
  • Implan koklea. Implan koklea akan mengkompensasi bagian yang rusak atau tidak bekerja di telinga bagian dalam.
  • Operasi. Pembedahan mungkin diperlukan jika seseorang mengalami cedera telinga akibat trauma.
  • Membersihkan kotoran telinga oleh dokte. Anda tidak disarankan untuk membersihkan telinga dengan cotton bud karena berisiko kotoran justru terdorong ke dalam.

Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, presbikusis dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Penurunan fungsi kognitif pada lansia
  • Peningkatan risiko terkena demensia
  • Gangguan fungsi komunikasi dan interaksi sosial
  • Efek negatif pada suasana hati, seperti peningkatan kecemasan dan depresi.
  • Gangguan postur yang dapat berdampak pada persepsi gerakan dan penempatan posisi seseorang di dalam ruang
  • Menempatkan penderitanya dalam kondisi berbahaya. Misalnya saat ada bunyi peringatan seperti alarm asap, bel pintu, klakson dan bunyi lainnya yang seharusnya diperhatikan tapi akhirnya tidak terdengar.
  • Tuli permanen
Berikut ini beberapa langkah yang dapat menghindari memburuknya gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia:
  • Lindungi telinga dari kebisingan dengan menggunakan penutup telinga.
  • Jalani tes pendengaran rutin, terutama jika sering terpapar kebisingan atau suara keras, seperti bekerja di pabrik.
  • Hindari kegiatan yang akan meningkatkan risiko penurunan pendengaran seperti mendengarkan musik keras-keras dalam periode yang lama, atau aktivitas serupa lainnya.
Jika Anda tiba-tiba kehilangan pendengaran, terutama di satu telinga, segera cari pertolongan medis. Berkonsultasilah dengan dokter apabila kesulitan mendengar dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Pendengaran mungkin memburuk jika:
  • Anda kesulitan memahami semua yang dikatakan orang lain dalam percakapan, terutama saat latar belakang bising
  • Suara terasa teredam
  • Anda harus menaikkan volume musik, radio atau televisi
Beberapa hal yang dapat Anda persiapkan adalah:
  • Membuat daftar gejala
  • Menuliskan informasi medis utama, seperti riwayat kesehatan pribadi
  • Merangkum riwayat pekerjaan, termasuk pekerjaan masa lalu yang bmeningkatkan risiko terhadap presbikusis
  • Mengajak teman atau anggota keluarga untuk membantu mengingat informasi yang diberikan dokter
  • Menuliskan pertanyaan yang akan Anda diajukan pada dokter
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosis Anda, di antaranya:
  • Bagaimana Anda menggambarkan gejala yang dialami? Apakah ada rasa sakit pada telinga?
  • Apakah gejala datang tiba-tiba?
  • Apakah Anda mengalami dering, raung, atau desisan pada telinga?
  • Apakah gejala yang Anda alami termasuk pusing atau masalah keseimbangan?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis presbikusis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
The National Institute on Deafness and Other Communication Disorders . https://www.nidcd.nih.gov/sites/default/files/Content%20Images/presbycusis.pdf
Diakses pada 15 Maret 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/presbycusis
Diakses pada 15 Maret 2021
Uptodate. https://www.uptodate.com/contents/presbycusis
Diakses pada 15 Maret 2021
Sciencedirect. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/presbycusis
Diakses pada 15 Maret 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
diakses pada 19 Oktober 2018
My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/5840-age-related-hearing-loss
Diakses pada 15 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559220/
Diakses pada 15 Maret 2021
World Health Organization. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/deafness-and-hearing-loss-age-related-hearing-loss-(presbycusis)
Diakses pada 15 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email