Hilangnya fungsi pendengaran seiring penuaan usia atau presbikusis dapat ditangani dengan menggunakan alat bantu dengar
Alat bantu dengar menjadi salah satu solusi untuk penderita presbikusis.

Kehilangan pendengaran secara perlahan-lahan seiring berjalannya usia atau presbikusis adalah gangguan telinga yang umum. Penuaan dan paparan kronis terhadap suara keras adalah faktor terbesar yang memengaruhi gangguan pendengaran.

Gejala presbikusis diantaranya adalah:

  • Bunyi yang didengar seperti teredam
  • Kesulitan memahami kata-kata, terutama saat ruangan berisik atau di kerumunan orang banyak
  • Pendengaran konsonan bermasalah
  • Sering meminta orang lain berbicara lebih lambat, jelas, dan keras
  • Perlu menaikan volume televisi atau radio

Beberapa penyebab presbikusis adalah kerusakan telinga bagian dalam, penumpukan kotoran telinga, serta infeksi dan gendang telinga pecah.

Tes untuk mendiagnosis presbikusis di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi penyebab gangguan pendengaran
  • Tes skrining telinga untuk mengidentifikasi seberapa baik seseorang mendengar kata-kata yang diucapkan dalam beberapa volume dan bagaimana respon terhadap suara tersebut
  • Tuning fork test yaitu pemeriksaan dengan garpu tala yang dapat membantu dokter mengidentifikasi gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan pada bagian tengah telinga.
  • Tes audiometri dilakukan untuk mengetahui kemampuan seseorang mendengar

Jika seseorang memiliki presbikusis, perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa pilihan terapi yang tersedia adalah:

  • Alat bantu dengar. Alat bantu dengar seseorang untuk mendengar lebih jelas.
  • Implan koklea. Implan koklea akan mengkompensasi bagian yang rusak atau tidak bekerja di telinga bagian dalam.
  • Operasi. Pembedahan mungkin diperlukan jika seseorang memiliki cedera telinga akibat trauma.

Berikut ini merupakan beberapa langkah yang dapat menghindari memburuknya gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia:

  • Lindungi telinga dari kebisingan dengan menggunakan penutup telinga
  • Pertimbangkan tes pendengaran rutin, terutama jika sering terpapar kebisingan atau suara keras, seperti bekerja di pabrik.
  • Hindari kegiatan yang akan meningkatkan risiko penurunan pendengaran seperti mendengarkan musik keras-keras dalam periode yang lama, atau kegiatan lainnya.

Jika Anda tiba-tiba kehilangan pendengaran, terutama di satu telinga, segera cari pertolongan medis. Bicaralah dengan dokter jika Anda kesulitan mendengar dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Pendengaran Anda mungkin memburuk jika:

  • Anda kesulitan memahami semua yang dikatakan orang lain dalam percakapan, terutama saat latar belakang bising
  • Suara terasa teredam
  • Anda sadar bahwa Anda harus menaikkan volume musik, radio atau televisi

Beberapa hal yang dapat Anda persiapkan diantaranya adalah:

  • Membuat daftar gejala apapun yang Anda alami
  • Menuliskan informasi medis utama, seperti riwayat kesehatan Anda
  • Merangkum riwayat pekerjaan Anda, termasuk pekerjaan masa lalu yang berisiko meningkatkan presbikusis
  • Mengajak teman atau anggota keluarga untuk membantu mengingat informasi yang diberikan dokter
  • Menuliskan pertanyaan yang akan anda diajukan ke dokter

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosa Anda, diantaranya adalah:

  • Bagaimana Anda menggambarkan gejala yang Anda alami? Apakah Anda memiliki rasa sakit pada telinga Anda?
  • Apakah gejala datang tiba-tiba?
  • Apakah Anda mengalami dering, raung, atau desisan pada telinga Anda?
  • Apakah gejala yang Anda alami termasuk pusing atau masalah keseimbangan?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
diakses pada 19 Oktober 2018.

Artikel Terkait