Preeklampsia merupakan kondisi naiknya tekanan darah pada saat masa kehamilan
Preeklampsia umunya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan dan dapat berlanjut hingga akhir masa kehamilan.

Preeklampsia adalah suatu kondisi yang terjadi saat masa kehamilan yang ditandai dengan naiknya tekanan darah secara tiba-tiba, serta pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki. Preeklampsia merupakan komplikasi yang umum pada masa kehamilan dan biasanya mulai terjadi pada trimester ketiga.

Meski umum terjadi, namun kondisi ini tetap perlu mendapatkan perhatian khusus karena apabila tidak segera diatasi dapat berkembang menjadi eklampsia. Eklampsia pada ibu hamil bisa menyebabkan kejang, koma, hingga kematian.

Meski begitu, komplikasi preeklampsia sangat jarang terjadi apabila ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya ke dokter.

Preeklampsia umumnya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Kebanyakan kasus terjadi pada minggu ke-24 hingga minggu ke-26 kehamilan, dan berlanjut hingga akhir masa kehamilan. Walaupun jarang terjadi, kondisi ini juga dapat terjadi pada 6 minggu pertama setelah melahirkan.

Kebanyakan ibu hamil hanya mengalami gejala yang ringan. Meski begitu, perawatan perlu segera dilakukan, sebelum gejala dan komplikasi yang terjadi semakin bertambah parah. Secara umum, semakin awal gejala preeklampsia terjadi, maka kemungkinan kondisi berkembang menjadi parah, akan semakin tinggi.

Gejala awal preeklampsia adalah naiknya tekanan darah serta proteinuria (adanya protein dalam urine). Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini juga merupakan gejala preeklampsia.

  • Berat badan naik secara signifikan, yang disebabkan oleh bertambahnya cairan di tubuh
  • Nyeri pada area perut dan sekitarnya
  • Sakit kepala yang parah
  • Perubahan refleks tubuh
  • Berkurangnya produksi urine atau bahkan berhenti sama sekali
  • Pusing
  • Muntah-muntah dan mual yang parah
  • Gangguan penglihatan

Hingga saat ini, para ahli belum yakin tentang penyebab preeklampsia. Namun secara umum, kondisi ini dipercaya disebabkan oleh gangguan pada perkembangan plasenta.

Gangguan tersebut terjadi karena pembuluh darah yang menyuplai plasenta, berukuran lebih sempit dari yang seharusnya. Sehingga, respons yang dikeluarkan pun menjadi berbeda, terhadap sinyal yang diberikan oleh hormon. Ukuran pembuluh darah yang sempit tersebut juga membuat aliran darah ke plasenta menjadi terbatas.

Penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah tersebut belum diketahui secara jelas. Namun beberapa faktor di bawah ini diduga dapat menjadi pemicunya.

  • Kerusakan pada pembuluh darah
  • Kurangnya aliran darah ke uterus (rahim)
  • Gangguan sistem imun
  • Faktor genetik

Untuk menegakkan diagnosis preeklampsia, dokter akan melakukan dua pemeriksaan dasar, yaitu pemeriksaan tekanan darah dan tes urine. Ibu hamil yang positif preeklampsia, akan mengalami kenaikan tekanan darah (hipertensi) hingga 140/90 mmHg.

Selain itu, dalam urine ibu hamil yang menderita preeklampsia mengandung protein. Jumlah protein yang terkandung pada sampel urine tersebut akan menentukan parahnya kondisi yang dialami.

Tidak hanya kedua pemeriksaan di atas, dokter juga akan melakukan beberapa tes tambahan, seperti:

  • Tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat fungsi ginjal, hati, serta penggumpalan darah.
  • USG. Perkembangan bayi akan diawasi secara cermat untuk melihat apakah bayi tumbuh dengan baik
  • Pemeriksaan detak jantung bayi. Dokter akan melihat apakah jantung bayi berdetak dengan normal.

Perawatan preeklampsia dapat berbeda tergantung dari seberapa dekat Anda dengan hari perkiraan lahir (HPL). Jika sudah mendekati HPL dan dokter menganggap bayi telah berkembang dengan baik. Maka, Anda akan disarankan untuk menjalani persalinan secepat mungkin.

Jika Anda mengalami preeklampsia yang tidak terlalu parah, dan bayi di dalam kandungan belum berkembang sempurna, dokter mungkin akan menyarankan beberapa langkah di bawah ini.

  • Beristirahat dengan Anda dapat berbaring menghadap ke kiri, agar bayi di dalam kandungan tidak memberikan tekanan pada pembuluh darah besar.
  • Lebih sering untuk kontrol kandungan
  • Mengurangi konsumsi garam
  • Minum air setidaknya 8 gelas per hari
  • Lebih banyak mengonsumsi protein

Jika mengalami preeklampsia yang parah, dokter mungkin akan memberikan obat penurun tekanan darah, agar kondisi kesehatan Anda terjaga saat melahirkan. Selama mengonsumsi obat tersebut, Anda akan disarankan untuk beristirahat total, mengubah pola makan, dan mengonsumsi suplemen.

Preeklampsia tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kenaikan tekanan darah, yaitu:

  • Minum air sebanyak 6 hingga 8 gelas per hari
  • Hindari mengonsumsi makanan yang digoreng atau makan kemasan
  • Batasi konsumsi garam
  • Olahraga teratur
  • Hindari mengonsumsi alkohol dan minuman maupun makanan yang mengandung kafeina
  • Istirahatkan kaki dengan memposisikan kaki lebih tinggi, beberapa kali sehari
  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi suplemen dan obat yang diresepkan oleh dokter secara teratur

Langkah-langkah tersebut dapat membantu untuk menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko preeklampsia.

Segala hubungi dokter, apabila Anda mengalami kondisi-kondisi seperti di bawah ini.

  • Anda mengalami pembengkakan yang sangat besar di pergelangan kaki, wajah, atau tubuh bagian atas.
  • Anda merasa pusing, penglihatan menjadi buram, dan lebih sensitif terhadap cahaya
  • Anda mengalami kejang
  • Anda merasakan nyeri pada perut bagian atas, terutama apabila rasa nyeri berlokasi di sisi kanan sebelah bawah tulang rusuk.

Segala keluhan yang Anda rasakan selama masa kehamilan juga perlu segera dikonsultasikan dengan dokter, walau tidak termasuk dalam kondisi di atas.

Umumnya, dokter akan dapat mendiagnosis preeklampsia saat Anda melakukan kontrol kandungan rutin. Setelah itu, Anda akan dijadwalkan untuk lebih sering melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.

Berikut ini beberapa persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum mengunjungi dokter kandungan.

  • Catat gejala serta keluhan yang ada, meski Anda merasa hal tersebut adalah hal yang normal terjadi selama kehamilan.
  • Catat obat, vitamin, maupun suplemen yang sedang dan pernah Anda konsumsi selama masa kehamilan
  • Saat kontrol, ada baiknya untuk didampingi pasangan, keluarga, ataupun teman, yang dapat membantu Anda untuk mengingat berbagai informasi dari dokter saat pemeriksaan.
  • Catat pertanyaan yang ingin Anda tanyakan, urutkan dari yang paling penting, sebagai antisipasi apabila waktu kunjungan terbatas.

Saat melakukan pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini.

  • Apakah ini kehamilan pertama Anda, atau kehamilan pertama dengan pasangan yang sekarang?
  • Apakah akhir-akhir ini Anda merasakan gejala yang tidak biasa, seperti penglihatan menjadi buram dan sering merasa pusing?
  • Apakah perut bagian atas pernah terasa nyeri, tetapi tidak berkaitan dengan gerakan yang dilakukan oleh bayi di dalam kandungan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat menderita tekanan darah tinggi?
  • Apakah Anda pernah menderita preeklampsia pada kehamilan sebelumnya?
  • Apakah Anda memiliki riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya?
  • Apakah ada gangguan kesehatan lain yang sedang Anda alami saat ini?

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/preeclampsia/
Diakses pada 2 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/252025.php
Diakses pada 2 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pre-eclampsia/treatment/
Diakses pada 2 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/preeclampsia
Diakses pada 2 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/preeclampsia-eclampsia#1
Diakses pada 2 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745
Diakses pada 2 April 2019

Artikel Terkait