Penyakit Lainnya

Prediabetes

Diterbitkan: 13 Mar 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Prediabetes
Mengantuk adalah salah satu gejala hiperinsulinemia yang terjadi pada penderita prediabetes
Prediabetes adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki level gula darah yang lebih tinggi dari kadar normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diindikasikan sebagai diabetes.Gula (Glukosa) didapat dari makanan yang dikonsumsi. Di dalam tubuh, glukosa tersebut akan diolah menjadi energi dengan bantuan hormon insulin. Pada penderita prediabetes, kerja insulin mulai terganggu sehingga alih-alih mengubah glukosa menjadi energi, glukosa malah menumpuk dalam darah.Kadar glukosa yang tinggi di dalam darah dapat merusak tubuh. Jika dibiarkan, prediabetes dapat berkembang  menjadi diabetes tipe 2 dengan berbagai komplikasinya, seperti penyakit jantung dan stroke.Prediabetes dapat diobati dan dicegah dengan deteksi dini dan menjalani gaya hidup sehat. 
Prediabetes
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaLebih lapar dan haus dari biasanya, sering buang air kecil, merasa lelah dan lesu
Faktor risikoKelebihan berat badan, berusia di atas 45 tahun, genetik
Metode diagnosisTes gula darah puasa, TTGO, HbA1C
PengobatanGaya hidup sehat, obat-obatan
ObatMetformin
KomplikasiDiabetes tipe 2
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala terutama memiliki faktor risiko
Tidak ada gejala atau tanda yang jelas dari prediabetes. Prediabetes biasanya ditemukan tak sengaja diperiksa saat pemeriksaan medis rutin. Pada beberapa kasus, pasien yang diketahui mengalami PCOS atau akantosis nigrikans yang ditunjukkan dengan munculnya bercak kulit berwarna lebih gelap dibanding sekitarnya dengan tekstur seperti beludru. Bercak ini biasanya muncul di area siku, lutut, ketiak, leher atau buku-buku jari.Diabetes berkembang secara bertahap, dalam tahap prediabetes gejala yang ditunjukkan mungkin tidak terlalu jelas. Namun, tanda dan gejala diabetes berikut sering dirasakan di tahap awal diabetes, diantaranya:
  • Lebih lapar dan haus dari biasanya
  • Lebih sering buang air kecil
  • Merasa lelah dan lesu
  • Sering mengantuk
Baca juga: Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2, Apa Bedanya? 
Prediabetes terjadi ketika tubuh mulai kesulitan dalam menggunakan hormon insulin. Insulin merupakan hormon yang diperlukan tubuh untuk menyalurkan glukosa dalam darah ke dalam sel tubuh untuk diolah menjadi sumber energi.Insulin berasal dari kelenjar yang disebut pankreas. Pankreas berfungsi untuk mengedarkan insulin ke dalam aliran darah. Saat insulin beredar, hormon ini memungkinkan glukosa yang berasal dari makanan untuk memasuki sel. Saat inilah insulin berperan dalam menurunkan jumlah gula dalam darah sehingga tetap pada kadar normalnya.Pada penderita pradiabetes, proses tersebut tidak berjalan dengan baik. Penyebabnya bisa terjadi apabila pankreas pasien yang mungkin tidak menghasilkan kadar insulin yang cukup atau sel menjadi resisten terhadap insulin dan tidak mengolah glukosa yang masuk. Jadi, alih-alih mengubahnya menjadi sumber energi, glukosa akan menumpuk di aliran darah.Adapun yang menyebabkan gangguan pada kerja insulin tidak diketahui secara pasti, namun, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya prediabetes, antara lain:
  • Kelebihan berat badan
  • Ukuran pinggang yang melebihi 100 cm untuk pria dan 89 cm untuk wanita
  • Mengonsumsi diet berupa daging olahan atau minuman dengan pemanis.
  • Berusia di atas 45 tahun
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
  • Kurang aktif secara fisik
  • Pernah mengalami diabetes selama hamil
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 9 kilogram.
  • Menderita sindrom polikistik ovarium (PCOS)
  • Menderita gangguan tidur seperti sleep apnea obstructive
  • Perokok aktif maupun pasif karena asap tembakau dapat meningkatkan resistensi insulin.
Baca juga: Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan 
Seseorang perlu melakukan pemeriksaan berikut untuk mengetahui apakah mengembangkan prediabetes diantaranya adalah:
  • Tes gula darah puasa
Pemeriksaan kadar glukosa darah saat puasa dilakukan dengan mengambil darah pasien yang sebelumnya telah berpuasa selama 8 jam. Jika hasilnya berkisar antara 100-125 mg/dL, maka dapat dianggap prediabetes.
  • Tes toleransi glukosa oral atau TTGO
TTGO adalah pemeriksaan yang berfungsi mengukur kemampuan tubuh dalam menyerap zat gula (glukosa) setelah pasien mengonsumsi gula dalam kadar tertentu. Dianggap prediabetes jika kadar gula darah pasien berkisar antara 140-199 mg/dL.
  • Tes HbA1C
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menunjukan jumlah gula di dalam darah selama 2–3 bulan sebelumnya. Dinyatakan prediabetes jika kadar HbA1C 5,7-6,4%. 
Prediabetes biasanya dapat diatasi hanya dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti:
  • Makan makanan yang sehat.
Pilih makanan dengan lemak dan kalori yang rendah namun tinggi serat. Aturlah pola diet dengan berfokus pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan ikan dengan asam lemak omega-3 seperti salmon dan tuna. Batasi konsumsi garam agar tidak melebihi 1500mg per harinya. Hindari atau batas konsumsi alkohol atau makanan dengan tambahan gula dan lemak yang tidak sehat.
  • Bergerak aktif
Menggerakan tubuh secara aktif terbukti dapat mengurangi risiko diabetes. Dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan detak jantung, misalnya mengendarai sepeda ke kantor atau berjalan kaki lebih sering. Target idealnya adalah menjalani setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang atau 75 menit bagi yang kuat  selama seminggu.
  • Menurunkan berat badan berlebih.
Penurunan berat badan sebesar 5% hingga 7% saja dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Untuk menjaga berat badan yang sehat, fokuslah pada perubahan permanen akan kebiasaan makan dan olahraga Anda.
  • Berhenti merokok.
Merokok dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
  • Minum obat sesuai kebutuhan.
Jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes, dokter biasanya merekomendasikan obat minum yang disebut metformin. Obat yang berfungsi untuk mengontrol kolesterol dan tekanan darah tinggi mungkin juga akan diresepkan.Baca juga: Senam Kaki Diabetes dan Olahraga Lainnya untuk Penderita Diabetes 

Komplikasi

Apabila pradiabetes tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dengan berbabagai komplikasinya, termasuk ke dalamnya adalah:
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit jantung
  • Kolesterol tinggi
  • Kebutaan
  • Tekanan darah tinggi
  • Masalah saraf (neuropati perifer)
  • Kehilangan anggota tubuh (amputasi)
Baca jawaban dokter: Impoten dan diabetes, ada hubungannya? Bagaimana mengatasinya? 
Prediabetes dan diabetes tipe 2 dapat dicegah. Biasanya hal ini dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan berat badan, mengonsumsi makanan yang sehat dan rajin berolahraga.Baca juga: Panduan Pemilihan Gula untuk Diabetes             
Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda merasakan berbagai gejala diabetes meskipun terasa ringan. Terutama jika Anda memiliki faktor risiko terkait diabetes.Selain itu, disarankan untuk melakukan medical check-up tahunan untuk memeriksa kondisi Kesehatan Anda secara keseluruhan termasuk kondisi prediabetes. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Jika saya memiliki prediabetes, apakah saya akan menjadi penderita diabetes?
    • Langkah apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah diabetes?
    • Saya menderita diabetes. Apakah anak saya harus menjalani pemeriksaan untuk diabetes?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait prediabetes?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis prediabetes agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/cg/prediabetes.html
Diakses pada 1 Januari 2019
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/prediabetes/
Diakses pada 1 Januari 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/prediabetes/article.htm#what_is_the_treatment_for_prediabetes
Diakses pada 1 Januari 2019
Medlineplus. https://medlineplus.gov/prediabetes.html
Diakses pada 1 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/symptoms-causes/syc-20355278
Diakses pada 8 Oktober 2020
Web Md. https://www.webmd.com/diabetes/what-is-prediabetes
Diakses pada 8 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/diabetes/library/features/truth-about-prediabetes.html
Diakses pada 8 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Inilah Penyakit-penyakit yang Bisa Muncul Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes adalah kondisi yang dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memproses gula darah. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai penyakit lain, misalnya penyakit ginjal.
28 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Komplikasi diabetes dapat menimbulkan penyakit ginjal

5 Gaya Hidup Milenial yang Sebetulnya Bahaya untuk Kesehatan (Plus Tips Sehatnya)

Gaya hidup milenial yang serba trendy ternyata berisiko buruk bagi kesehatan. Minum boba sambil kerja dapat memicu...Baca selengkapnya
Gaya hidup milenial dengan minum boba tea tingkatkan risiko diabetes

7 Jenis Olahraga untuk Penderita Diabetes, Mana Yang Cocok untuk Anda?

Manfaat olahraga untuk penderita diabetes sangatlah beragam. Mulai dari menurunkan kadar gula hingga melawan gangguan insulin. Tapi apa sajakah jenis olahraga untuk penderita diabetes yang sebaiknya dilakukan?Baca selengkapnya
Olahraga untuk penderita diabetes berguna dalam menurunkan kadar gula darahnya