Prediabetes dapat menjadi diabetes tipe 2, namun dapat diatasi dengan mengatur pola makan serta melakukan olahraga
Mengantuk adalah salah satu gejala hiperinsulinemia yang terjadi pada penderita prediabetes

Prediabetes adalah penyakit dimana seseorang memiliki level gula (glukosa) darah yang sedikit lebih tinggi dibandingkan normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diindikasikan sebagai diabetes. Glukosa didapat dari makanan yang dikonsumsi. Terlalu banyak glukosa di dalam darah dapat merusak tubuh. Jika memiliki prediabetes, orang tersebut dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke. Kebanyakan orang dengan prediabetes tidak memiliki gejala. Dokter dapat menggunakan pemeriksaan HbA1C atau tes darah lain untuk mengetahui jika kondisi level glukosa darah dalam periode tertentu. Jika penderita berusia 45 tahun atau lebih, dokter dapat merekomendasikan tes prediabetes terutama jika orang tersebut kelebihan berat badan.

Tidak ada gejala atau tanda dari prediabetes. Prediabetes biasanya ditemukan tak sengaja diperiksa saat pemeriksaan medis rutin. Hiperinsulinemia atau kadar insulin tinggi memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Sering mengantuk
  • Lesu
  • Penumpukan lemak di sekitar perut

Prediabetes terjadi ketika insulin di dalam tubuh mulai bekerja tidak normal. Insulin membantu pemindahan glukosa dari darah masuk ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Ketika insulin tidak bekerja dengan baik, akan terlalu banyak glukosa yang menumpuk di dalam darah. Level yang sedikit lebih tinggi dibandingkan normal termasuk dalam prediabetes. Jika level menjadi lebih tinggi, kondisi ini dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2. Level glukosa tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke dan masalah kesehatan lain.

Seseorang perlu melakukan pemeriksaan berikut untuk mengetahui apakah mengembangkan prediabetes diantaranya adalah:

  • Tes HbA1C menunjukan jumlah gula di dalam darah selama 2–3 bulan sebelumnya. Dinyatakan prediabetes jika kadar HbA1C 5,7-6,4%.
  • Pemeriksaan kadar glukosa darah saat puasa. Level gula darah dites setelah puasa selama 8 jam sebelum pemeriksaan. Jika hasilnya 100-125 mg/dL, maka dapat dianggap prediabetes.

Prediabetes biasanya dapat diatasi hanya dengan menjaga pola makan dan melakukan olahraga. Namun beberapa orang dengan prediabetes harus diobati dengan obat yang disebut metformin. Jika seseorang didiagnosa dengan prediabetes, konsultasikan rencana pengobatan dengan dokter.

Prediabetes dan diabetes tipe 2 dapat dicegah. Biasanya hal ini dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan berat badan, mengonsumsi makanan yang sehat dan rajin berolahraga. Semakin lama seseorang mengalami prediabetes atau diabetes, semakin banyak masalah kesehatan yang dialami. Sehingga pencegahan atau menunda penyakit ini dapat mencegah masalah kesehatan lain.

Pertanyaan yang dapat diajukan kepada dokter:

  • Jika saya memiliki prediabetes, apakah saya akan menjadi penderita diabetes?
  • Langkah apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah diabetes?
  • Saya menderita diabetes. Apakah anak saya harus menjalani pemeriksaan untuk diabetes?

Drugs. https://www.drugs.com/cg/prediabetes.html
Diakses pada 1 Januari 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/prediabetes/
Diakses pada 1 Januari 2019

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/prediabetes/article.htm#what_is_the_treatment_for_prediabetes
Diakses pada 1 Januari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/prediabetes.html
Diakses pada 1 Januari 2019

Artikel Terkait