Kulit & Kelamin

Pori Pori Tersumbat

29 Nov 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pori Pori Tersumbat
Pori-pori tersumbat sering menjadi penyebab jerawat
Pori-pori tersumbat dapat terjadi ketika minyak atau sel kulit mati terperangkap dalam lubang pori. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu sejumlah masalah kulit, seperti munculnya komedo atau jerawat yang meradang hingga bernanah.Normalnya, kelenjar di dalam kulit memang akan menghasilkan minyak alami yang disebut sebum. Sebum ini kemudian akan dibawa ke permukaan kulit melalui pori-pori untuk melembapkan wajah.Dalam jumlah yang tepat, sebum sangat penting untuk melindungi kulit dari pertumbuhan bakteri yang berlebihan, selain menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi, berbagai hal, seperti perubahan hormon atau faktor dari lingkungan bisa menjadi penyebab kulit berminyak secara berlebihan. Minyak berlebih, kotoran, serta sel kulit mati yang menumpuk inilah yang kemudian menyebabkan pori-pori tersumbat. Sejumlah perawatan wajah, seperti tindakan dermaplaning, penggunaan produk eksfoliator, baik itu berapa toner ataupun masker wajah dapat membantu pengelupasan kulit sehingga bisa membebaskan berbagai zat yang terperangkap di pori-pori.Meski begitu, perawatan tersebut tetap mesti dibarengi dengan mencegah apa yang jadi pemicu atau penyebab pori-pori tersumbat. 
Penyebab pori-pori tersumbat antara lain debu, penggunaan makeup, hingga produksi minyak berlebih.Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat Anda lebih berisiko mengalami pori-pori tersumbat, yaitu:

1. Penggunaan kosmetik 

Kosmetik atau makeup dirancang untuk menempel pada kulit. Jadi, tak heran jika partikel-partikel yang ada di dalamnya dapat terperangkap di pori-pori. Apalagi jenis kosmetik yang digunakan bersifat comedogenic, yakni suatu bahan yang memiliki kecenderungan untuk menyumbat pori-pori. Produk comedogenic biasa kita temukan sebagai sunblock atau body lotion. Oleh karena itu, penting untuk menghapus riasan Anda sebelum tidur untuk menghindari hal ini terjadi. Di samping itu, saat berolahraga, Anda sebaiknya tidak menggunakan makeup lengkap. Kombinasi keringat, makeup, dan mungkin bakteri yang ada dapat menjadi penyebab pori-pori tersumbat. 

2. Polusi udara

Kulit kita bersentuhan dengan polutan setiap harinya. Denu, asap, udara yang tercemar di jalanan bisa menempel pada kulit wajah.Meski muka tampak bersih, nyatanya partikel-partikel ini dapat terperangkap di pori-pori. Untuk mengatasinya, pastikan Anda mencuci muka dan mandi, minimal dua kali sehari. 

3. Perubahan hormon

Kadar hormon yang tidak seimbang dapat membuat kelenjar minyak memproduksi sebum lebih banyak. Ketidakseimbangan hormon ini biasa terjadi akibat beragam faktor, seperti pubertas, menstruasi, penggunaan alat kontrasepsi, menopause, kehamilan, hingga pola makan. 

4. Jenis kulit 

Jenis kulit yang dimiliki seseorang dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko pori-pori tersumbat. Pemilik kulit berminyak cenderung mudah berjerawat dibandingkan pemilik kulit normal atau kering. Hal ini telah dibuktikan oleh suatu studi yang menyatakan bahwa beberapa orang memproduksi lebih banyak sebum daripada orang lain. Hal ini akan membuat pori-pori yang lebih besar sehingga dapat memicu terjadinya pori-pori tersumbat. Tipe kulit adalah sesuatu yang diwariskan secara genetik, namun, terdapat berbagai produk perawatan diri yang dapat menyeimbangkan produksi minyak pada kulit.

5. Elastisitas kulit yang berkurang 

Suatu penelitian yang dimuat dalam Dermatologic Surgery mengemukakan bahwa penurunan elastisitas kulit membuat pori-pori lebih besar dan membuatnya lebih mudah tersumbat. Penuaan adalah alasan utama elastisitas kulit berkurang. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat merusak struktur dan mengurangi elastisitas kulit. 6. Ras tertentuPenelitian lainnya yang dilakukan tahun 2015 mengatakan bahwa orang-orang dari sejumlah etnis tertentu lebih rentan memiliki pori-pori yang lebih besar dari etnis lainnya. Orang Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, atau Korea Selatan memiliki ukuran pori-pori yang relatif lebih kecil dibanding orang berkulit hitam. 

7. Merokok

Racun yang ada dalam asap rokok akan membatasi aliran darah ke jaringan wajah sehingga menyebabkannya mengering dan kendur. Di samping itu, asap rokok juga dapat meninggalkan lapisan berminyak di wajah hingga menyumbat pori-pori.

8. Pola makan

Pola makan yang tinggi karbohidrat, gula, cokelat, serta produk susu dapat memicu pori-pori tersumbat. 

9. Kebiasaan buruk 

Beberapa kebiasaan berikut ini dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, antara lain:
  • Jarang mencuci seprai yang dipakai tidur. 
  • Sering memegang wajah dengan tangan yang belum dicuci.
  • Sering berjemur tanpa tabir surya.
  • Terlalu sering menelepon dan menempelkan wajah di layar ponsel.
  • Kebiasaan mencongkel atau memencet jerawat.
Konsultasikan ke dokter kulit apabila pori-pori yang tersumbat telah menyebabkan banyak masalah kulit. Terlebih jika Anda sudah melakukan berbagai cara mengatasi pori-pori tersumbat dan tak juga berhasil. Dokter kulit dapat memeriksa kondisi kulit dan merekomendasikan perawatan yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit Anda.Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat minum serta beberapa produk produk perawatan kulit sebagai langkah pengobatan pori-pori tersumbat.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/clogged-pores#seeking-help
Diakses pada 24 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-unclog-pores
Diakses pada 24 Oktober 2021
Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4337418/
Diakses pada 24 Oktober 2021
The Healthy. https://www.thehealthy.com/skin-health/acne/clogged-pores/
Diakses pada 24 Oktober 2021
Proven Skincare. https://www.provenskincare.com/skin-concern/clogged-pores/#causes-of-clogged-pores
Diakses pada 24 Oktober 2021
The Derm Specs. https://www.thedermspecs.com/blog/5-foods-that-cause-acne/
Diakses pada 24 Oktober 2021
British Journal of Dermatology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1365-2133.2006.07465.x
Diakses pada 24 Oktober 2021
Dermatologic Surgery. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26918966/
Diakses pada 24 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email