Penyebab pori-pori besar adalah kulit berminyak
Ukuran pori-pori yang besar dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang.

Pori-pori wajah yang besar merupakan suatu perubahan yang terjadi pada permukaan wajah, dimana ukuran pori-pori membesar sehingga dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Kondisi ini bukan suatu penyakit namun sering memberikan penurunan fungsi estetika yang dapat menurunkan kualitas hidup bagi yang mengalaminya.

Banyaknya faktor yang dapat memicu kondisi ini menjadi penyebab sulitnya menentukan penanganan yang tepat. Keadaan ini lebih banyak ditemukan pada pria daripada wanita, karena pria memproduksi lebih banyak hormon testosteron yang dapat memicu produksi sebum (minyak). Sementara itu, ukuran pori-pori bervariasi antar etnis. Orang Cina memiliki ukuran pori-pori yang relatif lebih kecil, berkebalikan dengan orang kulit hitam. Seiring dengan bertambahnya usia, ukuran pori-pori juga dapat membesar.

Ada tiga penyebab utama membesarnya pori-pori wajah, antara lain:

  • Produksi minyak yang berlebihan.
  • Penurunan elastisitas kulit di sekitar pori-pori, yang dapat disebabkan oleh penuaan kulit.
  • Penambahan volume folikel rambut (akar rambut).

Selain tiga poin di atas, beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi ukuran pori-pori adalah:

  • Jerawat, terutama yang hilang timbul atau menetap. Namun, tingkat keparahan jerawat tidak berpengaruh terhadap ukuran pembesaran pori-pori wajah.
  • Faktor genetik (orang dengan kulit yang tebal dan berminyak).
  • Produk perawatan kulit terutama yang bersifat komedogenik (memicu pertumbuhan komedo), misalnya produk untuk mengurangi kulit berminyak dan jerawat. Mekanisme produk tersebut adalah dengan memicu pengelupasan lapisan atas kulit sehingga kulit menjadi kering. Kulit yang kering membuat pori-pori terlihat lebih kecil. Namun, jika dipakai jangka panjang, tubuh akan menerima sinyal bahwa kulit terlalu kering sehingga akan memproduksi minyak. Pada akhirnya, wajah akan kembali berminyak dan malah menyebabkan pori-pori membesar.

Produk yang sebaiknya hanya dipakai jangka pendek, di antaranya:

  • Toner/astringent.
  • Produk scrub wajah.
  • Produk berbahan dasar minyak, sehingga dalam memilih produk kecantikan, lebih disarankan yang water-based.
  • Kerusakan kulit oleh karena sinar matahari dan radiasi lainnya. Seperti pada penuaan kulit, paparan sinar matahari atau radiasi lain pada kulit dapat merusak kolagen dan elastin yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit.
  • Kekurangan vitamin A.

Pengobatan untuk pori-pori besar tergantung dari penyebabnya, sehingga berbeda untuk tiap individu. Namun, keadaan ini biasanya disebabkan tidak hanya oleh satu faktor, sehingga pengobatannya secara umum ditujukkan untuk mengurangi produksi minyak, meremajakan kulit, dan mengurangi ukuran folikel rambut.

Obat luar yang dapat dipakai:

  • Retinoid (vitamin A): merupakan terapi awal, untuk memperbaiki kolagen dan elastin.
  • Tretinoin, isotretinoin, dan tazaroten: berkhasiat tidak hanya untuk menyamarkan pori-pori kulit, namun juga untuk mengurangi kerutan kulit, bercak hitam pada kulit, dan produksi minyak.
    • Efek samping tretinoin: kulit kering, pengelupasan kulit, rasa terbakar, kemerahan.
    • Efek samping tazaroten: dermatitis (peradangan pada kulit)
  • Asam glikolik dan vitamin C.
  • Obat peeling: bekerja dengan mematikan sel kulit sehingga terjadi regenerasi sel menjadi lebih sehat. Dengan begitu, komponen kulit seperti kolagen dan elastin juga ikut diperbaharui.

Obat minum seperti anti-androgen (anti hormon seks) dapat juga digunakan untuk untuk menurunkan produksi minyak.

Selain terapi obat-obatan, terdapat terapi alternatif lain seperti:

  • Microneedling: menggunakan dermaroller (roller dengan jarum-jarum kecil) yang disapukan di wajah menyebabkan tusukan-tusukan kecil yang memicu respon penyembuhan kulit. Hal ini dapat menyamarkan ukuran pori-pori yang besar.
  • Laser, radiofrekuensi, dan ultrasound. Alat tersebut dapat menghantarkan energi panas dan gelombang ultrasound yang dapat memperbaiki kolagen dan menurunkan produksi minyak. Efek samping yang dapat terjadi adalah kemerahan dan kulit kering. Efek jangka panjangnya belum diketahui. Meskipun beberapa penelitian membuktikan penggunaan alat ini dianggap bermanfaat, namun literaturnya masih kurang karena masih tergolong terapi baru.

Berbagai macam terapi di atas tidak dapat mengecilkan ukuran pori-pori, melainkan hanya membantu menyamarkannya.

  • Menghindari pemakaian produk perawatan kulit yang bersifat komedogenik.
  • Memilih pembersih wajah yang tepat. Untuk kulit berminyak, gunakan pembersih gel-based, sedangkan untuk kulit normal sampai kering, gunakan pembersih yang cara membersihkan wajah:
    • Basahi wajah dengan air hangat
    • Oleskan pembersih wajah dan pijat lembut secara memutar
    • Bilas dan keringkan wajah dengan lembut
    • Lakukan pada pagi dan malam hari
  • Mengontrol berat badan untuk mengurangi produksi minyak
  • Memakai pelembap. Anggapan yang sering salah adalah pemakaian pelembap pada wajah berminyak akan membuat wajah semakin berminyak. Faktanya adalah, pelembap membantu minyak untuk masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam sehingga dapat terdistribusi dengan baik. Minyak yang dapat terdistribusi dengan baik ini tidak akan menumpuk di permukaan kulit sehingga kulit tidak tampak berminyak. Selain itu, tubuh juga akan menerima sinyal bahwa produksi minyak sudah cukup sehingga minyak tidak diproduksi lagi secara berlebihan. Pilihan pelembap yang tepat untuk wajah berminyak adalah pelembap yang ringan dan water-based.
  • Memakai tabir surya minimal SPF 30, 15 menit sebelum beraktivitas di luar.
  • Memperlakukan wajah dengan lembut. Hindari menggaruk, menggosok, memencet wajah karena dapat mengiritasi wajah sehingga membuat pori-pori membesar.
  • Exfoliate dengan memakai produk untuk pengelupasan kulit. Namun frekuensi yang disarankan adalah tidak lebih dari tiga kali dalam satu minggu.
  • Menggunakan clay mask (masker lumpur) untuk daerah wajah yang berminnyak. Masker ini akan menguras kelebihan minyak sehingga tidak menyumbat pori-pori.
  • Membersihkan makeup sebelum tidur.
  • Meminum air yang cukup.
  • Pola makan sehat. Hindari makanan tinggi lemak.
  • Olahraga teratur.

Jika ada masalah kulit, contohnya jerawat, disarankan berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Jika mengubah kebiasaan seperti mengganti produk perawatan kulit, memakai tabir surya, pelembap, dan lain-lain tidak berhasil, disarankan untuk konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut seperti obat-obatan maupun terapi modern.

  1. Membuat janji untuk berkonsultasi dengan dokter
  2. Mencatat gejala yang dialami
  3. Mencatat kebiasaan pemakaian produk perawatan kulit maupun produk perawatan kecantikan
  4. Mencatat pertanyaan yang ingin ditanyakan

Dokter akan mencari kemungkinan penyebab pori-pori membesar dan menyarankan serangkaian terapi untuk membantu mengurangi gejala.

American Academy of Dermathology. https://www.mdedge.com/sites/default/files/issues/articles/CT098007033.PDF
diakses pada 4 Desember 2018.

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/skin-care/pores
diakses pada 4 Desember 2018.

Cosmetic Dermatology. https://www.mdedge.com/sites/default/files/issues/articles/CT098007033.PDF
diakses pada 4 Desember 2018.

Dermnet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/enlarged-pores/
diakses pada 4 Desember 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-get-rid-of-large-pores#ditch-irritants
diakses pada 4 Desember 2018.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320775.php
diakses pada 4 Desember 2018. 

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26918966
diakses pada 4 Desember 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/beauty/features/minimize-pores#1
diakses pada 4 Desember2018.

Artikel Terkait