Polisitemia

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Indra Wijaya
Polisitemia dapat menimbulkan gejala berupa warna kulit menjadi merah dan sakit kepala
Jumlah sel darah merah terlalu banyak hingga meningkatkan kekentalan darah.

Pengertian Polisitemia

Polisitemia atau juga biasa disebut erythrocytosis merupakan gangguan pada darah karena tubuh memproduksi sel darah merah terlalu banyak, akibatnya kekentalan darah meningkat. Tugas sel darah merah untuk membawa oksigen ke organ dan jaringan tubuh menjadi terganggu. Selain itu dapat terjadi bekuan darah dan komplikasi lainnya.

Definisi jumlah tingginya sel darah merah berbeda antara fasilitas kesehatan. Rentang angka normal pada pria dewasa adalah 4,35-5,65 juta/μl dan 3.92-5.13 juta/μl untuk wanita. Angka normal untuk anak-anak bervarias tergantung usia dan jenis kelamin.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Untuk tahap awal penyakit ini tidak memperlihatkan gejala yang berarti, tetapi orang yang mengidap polisitemia dapat mengalami gejala seperti:

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Berubahnya warna kulit menjadi merah di bagian wajah, tangan, serta kaki
  • Mudah merasa lelah
  • Tekanan darah tinggi
  • Pusing
  • Terasa kurang nyaman di perut
  • Kebingungan
  • Mimisan atau memar
  • Terasa nyeri dan kaku pada sendi serta terjadi pembengkakan
  • Mengalami gatal-gatal pada kulit setelah mandi

Penyebab

Biasanya penyebab penyakit ini dapat terjadi karena kurangnya oksigen yang didapatkan tubuh atau penyakit ginjal. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan peningkatan produksi sel darah merah yang berfungsi untuk mengkompensasi kondisi tubuh. Adapula penyebab lain yang disebabkan kekurangan oksigen yaitu:

Mengonsumsi obat-obat tertentu juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah, yaitu:

  • Steroid anabolik
  • Transfusi darah
  • Menyuntikkan protein yang memicu peningkatan sel darah merah

Adapula penyebab lain yang meningkatkan konsentrasi sel darah merah yaitu:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh
  • Polisitemia vera
  • Mieloproliferatif

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes lebih lanjut seperti:

  • Tes darah
    Tes ini berfungsi untuk melihat jumlah kadar sel darah merah dan tingkat eritropoietin (EPO). Hormon EPO merupakan hormon yang dihasilkan ginjal yang untuk meningkatkan produksi sel darah merah saat tubuh kekurangan oksigen. Jika anda menderita eritrositosis primer maka kadar EPO Anda akan terdeteksi sedangkan untuk eritrositosis  sekunder maka kadar  EPO akan terdeteksi tinggi. Adapula fungsi lain dari tes darah yaitu untuk memeriksa kadar sel darah merah dan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Pulse oximetry
    Tes ini berfungsi untuk mengukur jumlah oksigen dalam darah dengan cara menggunakan alat berupa clip-on yang ditaruh di jari.

Apabila terdapat kecurigaan masalah dari tulang sumsum, maka dokter akan melakukan tes JAK2 untuk mengetahui apakah ada gejala mutasi genetik dan melakukan biopsi sumsum tulang.

Pengobatan

Pengobatan bertujuan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah dan mengurangi gejala. Terdapat beberapa pengobatan yang dapat dilakukan yaitu:

  • Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sejumlah kecil darah dari tubuh untuk untuk mengurangi kadar sel darah merah. Anda perlu melakukan prosedur ini 2 kali seminggu atai lebih tergantung kondisi tubuh.
  • Aspirin berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri pada aktivitas sehari-hari dan mencegah pembekuan darah.
  • Obat untuk menurunkan produksi sel darah merah. Contoh obat-obatan yang dimaksud adalah hidroksiurea, busulfan, dan interferon.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila terdapat beberapa gejala seperti di atas, sebaiknya melakukan tes darah lalu berkonsultasi dengan dokter agar dapat melakukan tes lebih lanjut untuk memastikan penyakit anda.

Referensi

Healthline. https://www.healtline.com/health/erythrocytosis
Diakses pada 23 November 2018.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-red-blood-cell-count/basics/definition/sym-20050858
Diakses pada 23 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/polycythaemia/
Diakses pada 23 November 2018.

Back to Top