Perut

Polip Usus

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Polip Usus
Adanya darah di feses bisa menjadi gejala penyakit serius, salah satunya adalah polip usus.
Polip usus adalah gumpalan kecil sel yang terbentuk di lapisan usus besar. Kebanyakan polip yang tumbuh di usus tidak berbahaya. Namun, beberapa jenis polip dapat berubah menjadi kanker usus besar seiring waktu.Polip dapat dialami siapa saja di segala usia. Namun, nda berisiko lebih tinggi memiliki polip usus jika mengidap obesitas atau seorang perokok. Risiko juga lebih tinggi jika Andamemiliki keluarga dengan riwayat penyakit polip usus atau kanker usus.Polip usus digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan struktur sel polip, ukuran, jumlah, serta lokasi benjolannyatersebut. Beberapa jenis polip memiliki risiko yang lebih besar untuk berkembang menjadi kanker usus besar. Jenis-jenis polip usus meliputi:

1. Polip usus adenomatus

Ini adalah jenis yang  paling sering ditemui. Semakin besar ukuran polip (lebih besar dari 1 cm), semakin tinggi kecenderungan polip tersebut menjadi kanker. Polip yang berjumlah lebih dari 1 juga dapat berkembang jadi kanker.Polip usus adenomatus itu sendiri ada yang berbentuk mirip tabung berisi dan polip berbentuk silinder langsing seperti jari. Polip yang berbentuk seperti jari lebih tinggi kemungkinannya untuk menjadi kanker.

2. Polip usus hiperplastik

Jenis polip usus ini adalah yang paling banyak ditemukan setelah polip adenomatus. Polip hiperplastik dapat terbentuk bersamaan dengan polip usus adenomatus.Namun, polip usus hiperplastik amat kecil kemungkinannya berubah menjadi kanker.

3. Sindrom polip adenomatus genetik

Jenis polip ini disebabkan oleh mutasi genetik sehingga umumnya menjadi kondisi keturunan yang diwariskan dalam keluarga.Dibandingkan tipe lain, polip usus karena mutasi genetik lebih besar kemungkinannya untuk berkembang menjadi kanker. 
Polip Usus
Dokter spesialis Bedah
GejalaFeses berdarah, perubahan kebiasaan buang air besar, nyeri perut
Faktor risikoUsia >50 tahun, diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, faktor keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik digital rektal, analisis feses, kolonoskopi
PengobatanOperasi
KomplikasiKanker usus
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami nyeri perut, feses berdarah, dan perubahan kebiasaan buang air besar lebih dari 1 minggu
Polip usus sering kali tidak menimbulkan gejala apapun yang terlihat dari luar, sampai dokter memeriksa usus pasien. Namun, gejala polip usus yang umum muncul adalah::
  • Terdapat darah saat buang air besar.
  • Feses berwarna gelap atau kemerahan karena darah.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar. Sembelit atau diare yang berlangsung lebih dari satu minggu. Hal ini biasanya menandakan adanya polip berukuran besar di dalam usus.
  • Sakit, nyeri, muntah, dan mual,=. Umumnya karena polip yang berukuran besar.
  • Perdarahan dalam, karena polip usus akan membuat tubuh kehilangan zat besi.
  • Intususepsi. Polip dapat menyebabkan bagian usus yang terdampak jadi terlipat ke area usus lain yang berdekatan. Hal ini menyebabkan saluran di  usus besar jadi terhambat.
  • Mengalami gejala anemia seperti lemah, letih ,lesu, lelah, dan pucat.
Penyebab polip usus belum diketahui secara pasti. Beberapa polip muncul karena mutasi genetik yang menyebabkan sel yang sehat tumbuh secara abnormal sehingga membentuk benjolan di usus. Selain itu, terdapat pula faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan polip usus. Di antaranya adalah:
  • Usia di atas 50 tahun.
  • Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
  • Faktor keturunan, jika seseorang memiliki keluarga dengan riwayat polip usus atau kanker usus maka risiko orang tersebut terkena polip usus semakin besar.
  • Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Gangguan pencernaan seperti radang usus besar atau penyakit Crohn yang memengaruhi usus
  • Obesitas.
  • Jarang berolahraga.
 
Dalam mendiagnosis polip usus, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut:
  • Analisis feses. FIT (fecal immunochemical test) dan FOBT (fecal occult blood test) kedua tes inibertujuan untuk mendeteksi kandungan darah dalam feses atau tinja yang berpotensi dihasilkan polip usus. Jika prosedur ini berhasil memastikanadanya polip di usus, prosedur penanganan lain penting untuk dilakukan.
  • Pemeriksaan rektal. Dokter akan memasukkan jari ke dalam rektum (ujung usus besar) untuk merasakan adanya  pertumbuhan atau bentuk yang tidak biasa. Prosedur ini hanya mampu mendeteksi polip di area rektum.
  • Kolonoskopi. Dokter akan memasukkan pipa tipis fleksibel berkamera melalui rektum. Kamera akan membantu dokter mengetahui kondisi dalam usus Anda, Kolonoskopi adalah tindakan diagnosis polip usus yang paling akurat. Selama prosedur ini dokter juga mungkin langsung mengeluarkan polip yang berukuran kecil.
  • Kolonoskopi virtual yang dibantu oleh tes pemindaian seperti CT scan atau MRI. Pada prosedur ini, cairan atau udara khusus akan dimasukkan ke dalam usus besar untuk memudahkan proses pemindaian. Akan tetapi, prosedur diagnosis ini dianggap kurang akurat dibanding kolonoskopi biasa. Sebab, polip usus yang ukurannya lebih kecil dari 1 cm bisa luput saat dilihat melalui prosedur kolonoskopi virtual.
  • Sigmoidoskopi fleksibel. Prosedur ini mirip seperti kolonoskopi, hanya saja pipa yang digunakan berukuran lebih kecil. Oleh sebab itu, usus besar yang dapat terdiagnosis hanya sampai sepertiga bagiannya saja. Sama seperti prosedur kolonoskopi biasa, prosedur ini dapat memeriksa sekaligus menangani polip di usus.
Setelah memastikan keberadaan dan ukuran polip usus, maka dokter akan melakukan beberapa prosedur untuk menghilangkan polip usus tersebut. Prosedur tersebut di antaranya adalah:
  • Prosedur untuk mengangkat polip usus yang berukuran lebih besar dari 1 cm dengan menggunakan alat forceps atau wire loop pada endoskopi saluran cerna.
  • Operasi. Polip yang ukurannya terlalu besar atau yang tidak bisa dikeluarkan saat proses screening, maka akan digunakan prosedur operasi yang dapat berupa laparoskopi (operasi dengan alat laparoskop) atau proktokolektomi.
 
Gaya hidup sehat adalah salah satu kunci untuk mencegah Anda terkena penyakit polip usus. Beberapa cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah terbentuknya polip usus adalah:
  • Perbanyak maka sayur, buah, kacang-kacangan, dan sereal yang memiliki serat tinggi.
  • Jaga berat badan agar tetap seimbang.
  • Rutin berolahraga, setidaknya 150 menit aktivitas aerobik serta 2 sesi aktivitas penguatan otot.
  • Kurangi konsumsi daging merah, makanan jadi yang berasal dari daging, dan makanan yang tinggi lemak.
  • Hindari merokok serta mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Bila perlu, mengonsumsi aspirin berdosis rendah setiap hari. Pengonsumsian obat-obatan seperti ini wajib dikonsultasikan dengan dokter.
Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti berdarah saat buang air besar, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.Selain itu, jika Anda sudah berusia 50 tahun atau lebih, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan usus Anda secara rutin. Orang-orang dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit polip juga perlu memeriksakan diri tentang risiko penyakit polip usus ke dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa yang akan tubuh saya alami dari gejala-gejala yang saya sebutkan?
    • Pengobatan apa saja yang tersedia untuk penyakit polip usus?
    • Apakah mungkin polip usus yang ada di tubuh saya menjadi ganas?
    • Apakah mungkin kondisi genetik saya menyebabkan polip usus?
    • Makanan apa yang harus saya hindari? Atau apakah saya perlu menjalani diet tertentu?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti :
  • Sejak kapan Anda mengalami gejala-gejala tersebut? Seberapa parah?
  • Apakah gejala yang Anda alami terus menerus atau terkadang saja?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita polip usus?
  • Apakah Anda merokok dan minum alkohol? Seberapa sering Anda melakukan itu?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis polip usus agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15370-colon-polyps
Diakses pada 1 September 2021

Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/colon-polyps.html
Diakses pada 9 Januari 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-polyps/symptoms-causes/syc-20352875
Diakses pada 9 Januari 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/colon_polyps/article.htm
Diakses pada 1 September 2021

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bowel-polyps/
Diakses pada 9 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/colorectal-cancer/colon-polyps-basics#1
Diakses pada 9 Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email