Polip Rahim

Ditulis oleh Aby Rachman
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Polip rahim merupakan pertumbuhan jaringan yang terlihat seperti benjolan
Polip rahim tumbuh pada dinding bagian dalam dari rahim yang meluas ke dalam uterus

Pengertian Polip Rahim

Polip adalah pertumbuhan jaringan tidak normal yang seringkali terlihat seperti benjolan kecil atau tangkai kecil jamur. Kebanyakan polip kecil dan kurang dari setengah inci. Polip rahim tumbuh menempel pada dinding bagian dalam dari rahim yang meluas ke dalam rongga uterus. Sel yang tumbuh secara berlebihan di dalam lapisan rahim mengarah pada pembentukan polip rahim yang diketahui dengan polip endometrial.

Polip bukan termasuk kanker meskipun beberapa merupakan kanker atau berubah menjadi kanker. Polip rahim bisa berukuran beberapa milimeter atau tidak lebih besar dari biji wijen, sampai beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar. Wanita dapat memiliki satu atau beberapa polip rahim. Biasanya polip rahim menempel di dalam rahim, tetapi di saat tertentu polip bisa jatuh ke mulut rahim menuju ke vagina. Polip rahim lebih sering terjadi pada wanita yang akan menopause atau sudah menopause, namun wanita yang lebih muda juga dapat mengalaminya.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala-gejala umum polip rahim meliputi:

  • Pendarahan menstruasi yang tidak biasa, contohnya memiliki periode menstruasi yang tidak diduga panjang dan beratnya
  • Pendarahan diantara periode menstruasi
  • Menstruasi berat
  • Pendarahan pada vagina setelah menopause
  • Mengalami masalah dalam pembuahan sehingga sulit untuk hamil

Penyebab

Dokter tidak mengetahui secara pasti penyebab dari munculnya polip rahim, namun faktor hormon tampaknya berperan dalam munculnya polip. Setiap bulan, level estrogen naik dan turun, sehingga mengarahkan dinding rahim menjadi lebih tebal dan kemudian akan meluruh saat menstruasi. Pertumbuhan dinding rahim yang berlebihan menyebabkan polip. Beberapa hal yang menyebabkan wanita memiliki polip rahim adalah usia 40 – 50an. Hal ini dikarenakan perubahan pada level estrogen yang terjadi sebelum dan sesudah menopause. Obesitas, tekanan darah tinggi, dan mengonsumsi obat kanker payudara (tamoxifen) juga menjadi salah satu penyebab polip rahim.

Faktor risiko

Berikut adalah beberapa faktor risiko wanita mempunyai polip rahim:

  • Saat ingin menopause atau setelah menopause
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Minum tamoxifen, terapi obat untuk kanker payudara

Komplikasi

Polip rahim berhubungan dengan pembuahan. Jika memiliki polip rahim dan menyebabkan seseorang menjadi sulit untuk hamil, pengangkatan polip rahim menjadi solusi agar bisa hamil, tetapi hal ini tidak sepenuhnya terjadi pada seluruh wanita.

Diagnosis

Jika dokter mencurigai seorang wanita mungkin mengidap polip rahim, dokter akan melakukan beberapa tes berikut:

  • Ultrasound Transvaginal
    Dokter dapat memasukkan alat USG melalui vagina, yang berguna untuk menghasilkan gambar bagian dalam rahim di layar monitor. Dengan ultrasound ini, dokter akan melihat polip secara jelas atau dapat mengidentifikasi polip rahim sebagai jaringan endometrial yang mengental.
  • Histeroskopi
    Dokter akan memasukkan teleskop (histeroskop) yang lunak, tipis dan fleksibel melalui vagina dan mulut rahim menuju ke rahim. Histeroskopi dapat membantu dokter untuk memeriksa bagian dalam rahim.
  • Biopsi Endometrial
    Dokter akan menggunakan kateter penghisap di dalam rahim untuk mengumpulkan spesimen pengujian laboratorium. Polip rahim dapat dikonfirmasi dengan biopsi endometrial.

Pengobatan

Berbagai tindakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati polip rahim adalah:

  • Pemantauan rutin
    Polip kecil tanpa gejala dapat terselesaikan dengan sendirinya. Perawatan dari polip kecil tidak dibutuhkan kecuali bagi wanita yang memiliki risiko kanker rahim.
  • Obat-obatan
    Beberapa obat hormon, termasuk progestin dan pelepasan hormon gonadotropin, dapat mengobati gejala polip. Tetapi mengonsumsi terlalu banyak obat hanya sekedar mengatasi kondisi ini untuk jangka pendek, dan saat konsumsi obat dihentikan polip dapat tumbuh kembali.
  • Operasi
    Histeroskopi adalah alat yang digunakan dokter untuk melihat bagian dalam rahim, dan dapat digunakan untuk menghilangkan polip. Polip yang diambil akan dikirim ke laboratorium untuk diteliti menggunakan mikroskop.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera kunjungi dokter jika mendapati gejala-gejala berikut:

  • Pendarahan melalui vagina setelah menopause
  • Pendarahan diantara periode menstruasi
  • Pendarahan menstruasi yang tidak biasa

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda membuat daftar pertanyaan yang mencakup:

  • Gejala apa saja yang Anda alami dan kapan gejala tersebut dimulai. Tuliskan semua gejala yang dialami, meskipun Anda tidak yakin apakah gejala tersebut berhubungan dengan kondisi Anda.
  • Tuliskan obat-obatan, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi.
  • Mintalah teman atau keluarga menemani saat konsultasi untuk membantu mengingat informasi yang diberikan.
  • Bawalah buku kecil untuk menuliskan informasi penting.
  • Susunlah pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut dapat berupa:

  • Kapan gejala dimulai?
  • Seberapa sering Anda merasakan gejala ini?
  • Seberapa parahkah gejalanya?
  • Apakah ada yang terlihat memperbaiki gejala?
  • Apakah ada hal yang memperburuk gejala?
  • Apakah Anda pernah mengalami polip rahim atau polip mulut rahim sebelumnya?

 

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/polyps#symptoms
diakses pada 29 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-polyps/diagnosis-treatment/drc-20378713
diakses pada 29 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-polyps/symptoms-causes/syc-20378709
diakses pada 29 Oktober 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/uterine-polyps#2
diakses pada 29 Oktober 2018.

Back to Top