Polip hidung merupakan peradangan kronis karena asma, infeksi berulang dan alergi.
Polip hidung dapat menyerang siapa saja dan terkadang menunjukkan gejala pilek yang berulang.

Polip hidung adalah pertumbuhan suatu jaringan lunak tanpa rasa sakit di dalam hidung. Polip hidung biasanya bukan masalah serius, namun jika tidak diobati, dapat terus tumbuh dan memblokir hidung.

Polip hidung tumbuh menggantung seperti tetesan air mata atau anggur di dalam hidung. Polip hidung merupakan hasil dari peradangan kronis karena asma, infeksi berulang, alergi, efek obat-obatan, atau gangguan kekebalan tubuh tertentu.

Polip hidung dapat menyerang siapa saja, tetapi orang dewasa lebih sering mengalaminya. Obat-obatan dapat memperkecil atau menghilangkan polip hidung. Namun, bila polip hidung menjadi lebih serius dibutuhkan pembedahan untuk menghilangkannya. 

Gejala polip hidung di antaranya adalah:

  • Hidung mampet
  • Hidung berair
  • Cairan (mukus) hidung menumpuk di hidung bagian belakang dan tenggorokan, seperti tertelan (post-nasal drip)
  • Penurunan fungsi penciuman atau perasa
  • Mimisan
  • Mendengkur
  • Nyeri wajah atau sakit kepala
  • Nyeri di gigi bagian atas

Polip hidung terkadang menunjukkan gejala pilek yang berulang. Pilek dapat hilang dalam beberapa hari, tetapi polip hidung tidak akan membaik jika tidak diberikan pengobatan yang tepat. Jika polip hidung menghalangi sinus (kantong udara sekitar hidung), seseorang mungkin mengidap gejala sinusitis (radang pada rongga sinus di daerah wajah).

Penyebab pasti polip hidung belum diketahui. Namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko polip hidung, diantaranya adalah:

  • Asma
  • Reaksi sensitivitas terhadap obat aspirin
  • Alergi terhadap jamur di udara
  • Cystic fibrosis. Kelainan genetik yang menghasilkan produksi dan sekresi cairan lengket yang tidak normal, termasuk lendir dari selaput hidung dan sinus

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum untuk memeriksa polip di hidung. Tes diagnostik lainnya termasuk:

  • Endoskopi Hidung. Tabung kecil dengan lensa pembesar atau kamera kecil dimasukkan ke dalam hidung untuk melihat hidung dan sinus.
  • Gambar yang diperoleh dengan CT (computerized tomography) dapat membantu dokter untuk menentukan ukuran dan lokasi polip.
  • Tes alergi. Tes kulit untuk menentukan apakah alergi menjadi penyebab peradangan kronis.
  • Tes cystic fibrosis. Cystic Fibrosis merupakan kondisi yang diwariskan dan memengaruhi kelenjar dan yang menghasilkan lendir, air mata, keringat, air liur, dan cairan pencernaan.

Pertama-tama dokter akan memeriksa polip hidung dengan melakukan pemeriksaan hidung. Jika polip hidung ditemukan, biasanya pasien akan diberikan tetes hidung berisi steroid atau semprotan untuk mengecilkan polip. Tablet steroid biasanya direkomendasikan dokter jika polip besar, atau apabila obat tetes hidung dan semprotan tidak memberikan pengaruh dalam dua minggu. 

Operasi untuk menghilangkan polip juga direkomendasikan dokter jika gejala tidak membaik setelah sekitar 10 minggu. Walaupun polip hidung sudah hilang dengan prosedur operasi, tetapi polip bisa saja tumbuh kembali dalam beberapa tahun.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mengembangkan polip hidung atau memiliki polip hidung, diantaranya adalah: 

  • Mengelola alergi dan asma. Ikuti rekomendasi dokter untuk mengelola asma dan alergi.
  • Menghindari iritasi hidung. Hindari menghirup zat-zat yang mungkin menyebabkan peradangan atau iritasi pada hidung dan sinus. Seperti alergen, asap rokok, asap kimia, dan debu.
  • Mempraktekkan kebersihan yang baik. Mencuci tangan dengan benar dan teratur.
  • Melembabkan rumah. Gunakan humidifier jika udara di rumah cenderung kering.
  • Menggunakan bilas hidung atau lavage Gunakan semprotan air asin (salin) untuk meningkatkan aliran lendir dan menghilangkan alergen dan iritasi hidung lainnya.

Temui dokter segera jika Anda:

  • Khawatir memiliki polip hidung
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Mengalami gejala yang semakin parah
  • Mengalami penurunan fungsi penciuman

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan konsultasi dengan dokter: 

  • Bertanya dan mempersiapkan apa yang perlu dilakukan sebelum berkonsultasi. Contohnya, puasa sebelum melakukan pemeriksaan darah atau menjalani tes lain.
  • Menuliskan semua gejala yang Anda alami dan rasakan.
  • Membawa pendamping untuk membantu Anda mengingat semua informasi yang diberikan dokter.
  • Membuat daftar kondisi kesehatan Anda, seperti alergi, asma atau kondisi lain.
  • Membuat daftar semua obat yang sedang Anda konsumsi.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/nasal-polyps/
diakses pada 12 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasal-polyps/symptoms-causes/syc-
20351888
diakses pada 12 Oktober 2018.

Artikel Terkait