Infeksi

Polio

Diterbitkan: 06 Nov 2018 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Polio
Virus polio dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas dan meski jarang, dapat menyebabkan kematian. Saat ini jumlah penderita polio sudah menurun karena dapat dicegah dengan vaksinasi. Kebanyakan orang yang mengidap polio tidak bergejala dan tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus polio. Tetapi untuk beberapa orang, polio menyebabkan kelumpuhan sementara atau permanen yang dapat membahayakan nyawa. Tidak ada obat untuk menyembuhkan polio, vaksinasi adalah satu-satunya cara mencegah terkena polio. 
Polio
Dokter spesialis Anak
GejalaKelumpuhan, demam, nyeri otot
Faktor risikoOrang yang belum divaksinasi polio, anak-anak di bawah 5 tahun, wanita hamil
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan spesimen, serologi
PengobatanObat-obatan, fisioterapi, terapi okupasi
ObatObat pereda nyeri
KomplikasiGagal napas, kelumpuhan faring, miokarditis
Kapan harus ke dokter?Mengalami kelemahan atau lumpuh, belum melengkapi vaksin polio, memiliki alergi vaksin polio
Penyakit polio tidak menunjukkan gejala. Beberapa orang dapat mengalami gejala flu 3-21 hari setelah mereka terinfeksi.Gejala tersebut dapat berupa:
  • Demam (suhu tubuh di atas 38C)
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Nyeri otot
  • Merasa sakit atau lemah
Gejala ini biasanya menghilang dalam seminggu. Pada beberapa kasus, virus polio dapat menyerang saraf tulang belakang dan dasar otak. Ini akan menyebabkan kelumpuhan, yang muncul dalam beberapa jam atau hari. Kelumpuhan biasanya tidak permanen, dan membaik dalam beberapa minggu atau bulan. Namun pada beberapa kasus, gejala tersebut tetap muncul, bahkan menjadi fatal jika kelumpuhan juga dialami otot pernapasan.Gejala polio non-paralisis (tanpa kelumpuhan)
  • Demam
  • Sakit Tenggorokan
  • Sakit Kepala
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Sakit punggung
  • Sakit leher atau kaku leher
  • Nyeri atau kaku pada lengan dan kaki
  • Kelemahan otot
Gejala polio paralitik (menyebabkan kelumpuhan)Ini adalah penyakit polio yang berat namun langka. Tanda dan gejala awal dari polio ini  mirip dengan gejala dari polio non-paralitik, seperti demam dan sakit kepala. Yang membedakan adalah gejala tambahan seperti:
  • Kehilangan refleks
  • Otot terasa sangat nyeri dan lemah
  • Tungkai lemas dan lumpuh (flaccid paralysis)
Sindrom post-polioSindrom ini merupakan kumpulan dari gejala dan tanda yang dialami bertahun-tahun setelah sembuh dari polio. Gejala yang dialami dapat berupa:
  • Nyeri atau kelemahan otot yang memberat
  • Kelelahan
  • Pengecilan otot (atrofi)
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Gangguan pernapasan saat tidur, misalnya sleep apnea (henti napas sementara saat tidur)
  • Penurunan toleransi terhadap dingin
Virus polio dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi, atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Orang yang membawa virus polio dapat menyebarkan virus tersebut melalui feses atau melalui udara saat orang yang sudah terinfeksi tersebut batuk atau bersin. Ketika virus memasuki mulut seseorang, virus tersebut akan berjalan masuk ke saluran pencernaan, dimana virus tersebut akan mulai menggandakan diri.Dalam beberapa kasus, virus juga bisa memasuki pembuluh darah dan menyebar ke sistem saraf. Orang yang sudah terinfeksi dengan virus dapat menyebarkan virus polio tersebut bahkan sebelum gejala muncul sampai beberapa minggu setelahnya. Orang yang terinfeksi polio dan tidak mengalami gejala apapun tetap bisa menularkan polio kepada orang lain.
Diagnosis polio biasanya dilakukan dokter berdasarkan gejalanya, seperti leher dan punggung yang kaku hingga kesulitan menelan dan bernapas. Untuk memastikan diagnosa, dokter dapat mengambil sampel sekresi tenggorokan, feses atau cairan tidak berwarna di sekitar otak dan tulang belakang dan melakukan tes untuk virus polio.  
Saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan polio. Terapi yang dilakukan bertujuan untuk menunjang fungsi tubuh dan mengurangi risiko efek jangka panjang.Pengobatan polio diantaranya adalah dengan perawatan di rumah sakit, obat penghilang rasa sakit, alat pembantu pernapasan serta latihan fisik untuk mencegah terjadinya masalah pada otot dan sendi.Apabila pasien mengalami komplikasi setelah infeksi polio, pasien membutuhkan perawatan berkala dan perhatian khusus, misalnya dengan fisioterapi. Operasi juga dapat menjadi pilihan terapi jika diperlukan perbaikan kelainan bentuk tungkai.  
Polio dapat dicegah melalui pemberian imunisasi polio. Rekomendasi imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk polio adalah sebanyak 4 kali, yaitu pada saat bayi baru lahir (0-1 bulan), usia 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi booster (penguat) dapat diberikan pada anak berusia 18 bulan. 
Tanyakan kepada dokter mengenai rekomendasi vaksin polio sebelum bepergian ke negara dimana masih banyak terjadi polio. Hubungi dokter jika: 
  • Anak belum melengkapi seluruh regimen vaksin polio
  • Anak memiliki reaksi alergi terhadap vaksin polio
  • Anak memiliki masalah lebih dari kemerahan ringan atau sakit saat suntik vaksin
  • Seseorang pernah terkena polio dan sekarang mengalami kelemahan dan kelelahan yang tidak beralasan
 
  • Tuliskan gejala yang dialami dan kapan gejala tersebut muncul
  • Tuliskan informasi mengenai paparan terhadap sumber infeksi termasuk detail mengenai perjalanan keluar negeri, negara yang dikunjungi dan tanggalnya
  • Sejarah medis, termasuk kondisi dimana dirawat, obat-obatan, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi serta vaksinasi sebelumnya
  • Pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter
 
  • Apakah gejala terus berlanjut atau hanya saat tertentu?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Apakah ada yang hal yang mengatasi gejala?
  • Apakah ada yang memperburuk gejala?
  • Apakah belakangan ini Anda berada di lingkungan dengan orang yang memiliki gejala yang sama?
  • Apakah Anda hamil?
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
diakses pada 28 September 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polio/symptoms-causes/syc-20376512
diakses pada 28 September 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/polio/
diakses pada 28 September 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Vaksin Hib adalah Pencegah Meningitis dan Pneumonia pada Bayi, Ini Kelebihannya

Vaksin HiB adalah imunisasi yang diberikan guna mencegah meningitis maupun pneumonia akibat bakteri HiB. Imunisai ini dilakukan saat bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan serta diulang pada usia 18 bulan.
27 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Pemberian vaksin HiB dapat mencegah penyakit meningitis dan pnemumonia akibat bakteri HiB

Meski Nyaman, Inilah 4 Risiko Flat Shoes yang Perlu Diketahui Wanita

Flat shoes memang nyaman dipakai sehari-hari. Namun, jangan terlena. Ada banyak risiko yang harus ditanggung pemakainya, seperti perubahan pada….Baca selengkapnya
Flat shoes sebabkan tulang punggung bengkok

Hal yang Wajib Anda Ketahui Seputar Imunisasi Measles Rubella untuk Anak

Dari sekian banyak imunisasi yang harus dijalani oleh anak, imunisasi measles rubella adalah salah satu imunisasi yang penting untuk diberikan karena mampu mencegah penyakit campak dan rubella yang berpotensi membahayakan nyawa buah hati.
26 Dec 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Imunisasi measles rubella wajib diberikan kepada anak