Pleuritis

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Widiastuti
Pleuritis adalah penyakit peradangan yang terjadi di pleura, jaringan tipis yang melapisi paru dan rongga dada.
Pleuritis adalah penyakit peradangan yang terjadi di pleura, jaringan tipis yang melapisi paru dan rongga dada.

Pengertian Pleuritis

Ketika bernapas, jaringan tipis yang melapisi paru–paru dan dinding dada disebut dengan pleura. Lapisan ini menjaga agar paru–paru tidak bergesekan dengan dinding rongga dada setiap kali menarik napas. Di dalam setiap rongga kecil antara 2 lapisan terdapat sedikit cairan untuk menjaga semuanya berjalan dengan baik dan halus. 

Pleuritis merupakan keadaan di mana pleura yaitu selaput yang terdiri dari lapisan jaringan yang melapisi sisi dalam rongga dada dan lapisan jaringan yang mengelilingi paru-paru mengalami peradangan. Apabila Anda mengalami radang pada pleura, maka dapat mengakibatkan nyeri pada dada tajam yang sangat sakit (nyeri pleuritik) yang memburuk ketika Anda bernafas. Banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan pleuritis. Pengobatan pleuritis meliputi mengontrol rasa sakit dan mengobati kondisi medis yang mendasari.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Rasa nyeri pada dada yang diakibatkan oleh radang selaput dada mempunyai tanda dan gejala yang dapat membantu dokter untuk lebih mudah mendeteksinya. Sebaiknya Anda memantau tanda dan gejala ini:

  • Mengalami rasa sakit pada dada yang menjadi lebih buruk saat Anda bernapas, batuk atau bersin.
  • Mengalami rasa sakit yang menyebar ke bagian lain seperti bahu atau punggung Anda.
  • Sesak atau sulit untuk bernapas karena berusaha sakit ketika bernapas.
  • Mengalami batuk.
  • Mengalami demam dan kedinginan.
  • Berat badan menurun.

Pada beberapa kasus, cairan dapat bertambah pada ruang diantara 2 lapisan pleura, yang disebut dengan efusi pleura. Ketika ada cukup banyak cairan didalam rongga pleura, maka nyeri pleuritik dapat berkurang atau menghilang karena kedua lapisan pleura tidak lagi bergesekan satu dengan lainnya.

Sejumlah besar cairan pada rongga pleura dapat menyebabkan tekanan yang akan menekan paru–paru sampai paru–paru tersebut tidak lagi dapat mengembang sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini akan menyebabkan semakin sulit untuk bernapas dan mungkin dapat menyebabkan batuk. Cairan berlebih ini dapat pula terinfeksi dan menyebabkan empiema, yang seringkali disertai oleh demam.

Penyebab

Anda dapat mengalami peradangan pada pleura saat Anda memiliki peradangan paru-paru dikarenakan infeksi, seperti infeksi virus (influenza), infeksi bakteri seperti pneumonia bakteri, atau TBC (tuberculosis). Kondisi  ini juga dapat timbul  apabila Anda mengalami beberapa hal ini yaitu:

  • Penyakit terkait asbestosis, seperti mesothelioma (kanker yang disebabkan oleh paparan terhadap asbes)
  • Kanker tertentu, seperti kanker paru–paru, kanker payudara, limfoma, sarkoma
  • Mengalami trauma dada seperti fraktur (patah) tulang rusuk, trauma tumpul pada dinding dada, pneumotoraks
  • Gagal jantung
  • Bekuan darah pada pembuluh darah paru-paru
  • Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus
  • Infeksi jamur
  • Infeksi parasit
  • Penyakit yang diturunkan seperti penyakit sickle cell anemia.
  • Obat–obatan tertentu seperti obat–obatan yang dapat menyebabkan lupus like syndrome seperti hydralazine, phenytoin
  • Menghirup bahan toksik atau kimia seperti paparan terhadap ammonia

Diagnosis

Dokter akan meminta Anda untuk menggambarkan jenis rasa sakit yang Anda rasakan saat bernafas atau batuk, lalu dokter akan bertanya apakah rasa sakit akan  semakin membaik atau memburuk dalam sehari. Dokter akan mendengarkan paru-paru Anda menggunakan stetoskop untuk mendeteksi apakah paru-paru Anda menimbulkan suara aneh.

Untuk memastikan penyakit Anda sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan  ini yaitu:

Tes pencitraan. Dokter akan meminta  Anda untuk melakukan rontgen, CT scan, atau bahkan USG yang berfungsi untuk menggambar kondisi dada Anda apakah Anda mempunyai  pleuritis  yang menyebabkan rasa sakit Anda.

Tes darah. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan apakah infeksi yang menyebabkan penyakit ini. Selain Itu juga dapat mengungkapkan apakah Anda memiliki penyakit autoimun seperti lupus atau masalah lain.

Elektrokardiogram. Melakukan tes elektrokardiogram pada jantung untuk mendeteksi apakah nyeri pada dada yang Anda alami disebabkan oleh masalah jantung atau pleuritis.

Prosedur Diagnostik

Thoracentesis. Thoracentesis dilakukan dengan mengambil cairan di antara rongga pleura dengan jarum untuk diperiksa di laboratorium untuk mencari tanda–tanda infeksi.

Thoracoscopy. Prosedur ini dilakukan jika dicurigai adanya kemungkinan penyakit TBC (tuberculosis) atau kanker yang menyebabkan pleuritis. Prosedur ini dilakukan dokter agar dapat melihat langsung ke dalam dada dengan menggunakan selang yang memiliki kamera kecil, sehingga dokter dapat melihat apakah terdapat kelainan atau untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) jika diperlukan.

Pengobatan

Pengobatan pada pleuritis dan efusi pleura berfokus pada kondisi penyakit yang mendasari. Apabila dokter telah mendeteksi sumber peradangan atau infeksi, dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat. Beristirahat dengan cukup dapat membantu Anda dalam proses penyembuhan karena hal ini penting. Saat Anda berbaring pada bagian yang sakit mungkin memberikan tekanan yang cukup untuk membuat rasa sakit hilang.

Adapun beberapa cara lain untuk mengobati penyakit ini yaitu:

  • Pemberian antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi bakteri
  • Mengonsumsi obat seperti aspirin, ibuprofen, atau obat anti-inflamasi non-steroid lainnya
  • Mengonsumsi obat batuk yang diresepkan oleh dokter yang mungkin mengandung kodein
  • Mengonsumsi obat untuk memecah penggumpalan darah atau gumpalan besar nanah dan lendir
  • Melakukan bronkodilator menggunakan perangkat inhaler dengan dosis yang diresepkan, seperti yang digunakan untuk mengobati asma

Seseorang yang mempunyai cairan banyak pada paru-paru mereka (efusi pleura) harus menjalani pengobatan di rumah sakit dengan selang  pembuangan di dada sampai cairan hilang.

Pencegahan

Melakukan pengobatan sedini mungkin terhadap infeksi saluran pernapasan dan bakteri dapat mencegah terjadinya pleuritis.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada penyakit ini dan mengalami kesulitan saat bernapas, rasa sakit intens pada dada saat bernapas serta perubahan pada warna kulit Anda menjadi biru segera berkonsultasi dengan dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu termasuk apa saja yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala yang Anda alami. Jadi menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk pleuritis berikut pertanyaan umum yang dapat Anda tanyakan ketika berkunjung ke dokter yaitu:

  • Apa yang menyebabkan penyakit saya ini?
  • Pemeriksaan apa yang saya perlukan?
  • Pengobatan apa yang paling tepat untuk saya?
  • Apakah saya berisiko untuk mengalami komplikasi?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Bisakah Anda menggambarkan tanda dan gejala yang Anda alami?
  • Apakah gejala Anda terjadi secara terus menerus?
  • Seberapa berat gejala Anda?
  • Apa yang dapat memperbaiki dan memperburuk kondisi Anda?
  • Apakah Anda terlibat dalam pekerjaan atau proyek atau hobi selama bertahun–tahun yang mungkin menyebabkan Anda sering terpapar asbes?
  • Apakah Anda sudah didiagnosa atau diobati untuk kondisi penyakit lainnya?
  • Apakah Anda baru saja bepergian?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pleurisy
diakses pada 2 Januari 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pleurisy/symptoms-causes/syc-20351863
diakses pada 2 Januari 2019.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001371.htm
diakses pada 2 Januari 2019.

Web MD. https://www.webmd.com/lung/understanding-pleurisy-basics#1-3
diakses pada 2 Januari 2019.

Back to Top