Plasenta Previa

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Reni Utari

Pengertian Plasenta Previa

Plasenta adalah struktur yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan, dan berperan menyediakan oksigen, nutrisi, serta membuang kotoran bayi. Plasenta terhubung dengan bayi melalui tali pusar. Pada banyak kehamilan, plasenta menempel pada  bagian atas atau samping rahim. 

Plasenta previa terjadi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi leher rahim ibu, yang merupakan jalan lahir.  Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan berat saat kehamilan dan melahirkan.  

Ibu hamil yang memiliki plasenta previa akan mengalami pendarahan selama kehamilan dan persalinan. Dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kontraksi, termasuk berhubungan intim, membersihkan vagina dengan menggunakan alat (douching), menggunakan tampon atau terlibat dengan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko perdarahan seperti berlari, squat dan melompat.

Ibu yang memiliki plasenta previa biasanya akan melahirkan melalui operasi Caesar, apabila plasenta tersebut tetap menutupi jalan lahir. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Perdarahan vagina yang berwarna merah terang, tanpa sakit saat paruh kedua kehamilan, adalah tanda utama plasenta previa. Beberapa wanita juga mengalami kontraksi. 

Pada banyak wanita yang didiagnosis dengan plasenta previa di awal kehamilan, posisi plasenta dapat bergeser, sehingga tidak menutupi jalan lahir. Karena rahim membesar, maka jarak antara leher rahim dan plasenta pun bertambah. 

Jika bagian plasenta yang menutupi leher rahim semakin besar, maka pada akhir kehamilan, plasenta tersebut tetap berada di atas atau menutupi leher rahim. Akibatnya, kecil kemungkinan plasenta dapat berpindah posisi, agar tidak menutupi jalan lahir. 

Penyebab

Penyebab utama plasenta previa tidak diketahui.

Faktor Risiko

  • Memiliki jaringan parut pada rahim karena operasi sebelumnya, seperti operasi Caesar dan kuret 
  • Mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya 
  • Hamil kembar
  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Merokok 
  • Menyalahgunakan obat-obatan terlarang

Komplikasi 

Jika ibu hamil memiliki plasenta previa, dokter akan melakukan pemantauan, termasuk pada janin, untuk mengurangi risiko komplikasi serius seperti: 

  • Perdarahan:
    Perdarahan vagina merupakan komplikasi berat yang membahayakan nyawa, dan dan dapat terjadi selama proses persalinan, melahirkan atau beberapa jam setelah persalinan. 
  • Kelahiran prematur:
    Perdarahan berat dapat mempercepat persalinan, bahkan sebelum bayi tersebut cukup bulan untuk dilahirkan. 

Diagnosis

Plasenta previa didiagnosis melalui pemeriksaan ultrasound, baik selama pemeriksaan  kehamilan (antenatal care) rutin, atau setelah mengalami satu kali perdarahan vagina. Kebanyakan kasus plasenta previa didiagnosis melalui pemeriksaan USG pada trimester kedua kehamilan. 

Diagnosis mungkin membutuhkan kombinasi USG perut dan USG transvaginal, yang dilakukan dengan alat seperti tongkat. Alat ini dimasukkan ke dalam vagina. Dokter akan berhati-hati dengan posisi transducer di dalam vagina, agar tidak mengganggu plasenta dan menyebabkan perdarahan. 

Jika mencurigai adanya plasenta previa, dokter akan menghindari pengujian vagina rutin, untuk mengurangi risiko perdarahan. Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengamati lokasi plasenta saat kehamilan, dan melihat kemungkinan perubahan posisi plasenta. 

Pengobatan

Tidak ada perawatan menggunakan obat atau operasi untuk menyembuhkan plasenta previa. Namun, ada beberapa pilihan untuk mengatasi perdarahan yang disebabkan oleh plasenta previa. 

Cara untuk mengatasi perdarahan, tergantung pada beberapa faktor, termasuk:

  • Volume perdarahan 
  • Jangka waktu perdarahan 
  • Usia dan kondisi kehamilan
  • Kesehatan ibu 
  • Kesehatan bayi 
  • Posisi plasenta dan  bayi

Jika plasenta tetap menutupi jalan lahir saat kehamilan, maka perawatan dilakukan untuk mendampingi ibu mempersiapkan persalinan. Banyak wanita dengan masalah plasenta previa yang membutuhkan operasi Caesar. 

Untuk kondisi dengan sedikit atau tidak ada perdarahan sama sekali, dokter akan menganjurkan tirah baring, dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya perdarahan, seperti melakukan hubungan intim dan berolahraga. Selain itu, bersiaplah untuk mencari pertolongan darurat medis, apabila terjadi perdarahan. 

Untuk perdarahan yang berat, diperlukan penanganan medis sesegera mungkin, karena kondisi ini bersifat darurat. Perdarahan berat mungkin akan memerlukan transfusi darah. Dokter juga kemungkinan akan merencanakan operasi Caesar, segera setelah bayi aman untuk dilahirkan, yaitu sekitar 36 minggu kehamilan.

Namun, persalinan dini mungkin diperlukan apabila perdarahan berat tetap berlangsung, atau terjadi perdarahan berulang. 

Apabila kelahiran direncanakan sebelum usia kehamilan menginjak 37 minggu, maka dokter akan menyarankan pemberian kortikosteroid, untuk membantu mematangkan paru-paru bayi. 

Apabila perdarahan tidak dapat berhenti maupun dikendalikan, atau bayi berada dalam bahaya, maka operasi Caesar darurat akan dilakukan, walaupun bayi tersebut masih prematur.  

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tanyakan mengenai larangan sebelum pemeriksaan. Pastikan untuk menemui dokter secepatnya. Namun jika tidak bisa segera berkonsultasi dengan dokter, tanyakan tentang aktivitas yang harus dihindari.
  • Ajaklah keluarga atau teman. Sebab, keluarga maupun teman dapat mendampingi Anda dan membantu mengingat, serta  mengumpulkan informasi.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik.

  • Kapan Anda menyadari munculnya perdarahan pada vagina?
  • Apakah Anda mengalami satu kali perdarahan, atau berulang kali?
  • Seberapa berat  perdarahannya?
  • Apakah perdarahan diikuti dengan sakit dan kontraksi?
  • Apakah Anda sempat mengalami kehamilan yang tidak disadari?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi pada rahim, termasuk operasi Caesar, pengangkatan fibroid atau dilatasi rahim dan kuret setelah keguguran, atau dalam prosedur aborsi?
  • Apakah Anda merokok? Jika iya, seberapa banyak rokok yang Anda habiskan dalam sehari?
  • Seberapa jauh jarak antara rumah Anda dan rumah sakit?
  • Berapa lama perjalanan yang dibutuhkan dari rumah Anda ke rumah sakit, dalam keadaan darurat? 
  • Apakah ada orang yang menjaga Anda apabila harus menjalani tirah baring?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placenta-previa/symptoms-causes/syc-20352768
Diakses pada 11 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placenta-previa/diagnosis-treatment/drc-20352773
Diakses pada 11 Desember 2018

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/262063-treatment
Diakses pada 11 Desember 2018

 

Back to Top