Kandungan

Plasenta Previa

15 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Plasenta Previa
Plasenta previa adalah kondisi plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Pada kehamilan normal, plasenta menempel di bagian atas atau samping rahim sehingga tidak menutup jalan lahir.  Plasenta atau ari-ari merupakan struktur yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Jaringan ini terhubung dengan janin melalui tali pusar, dan berperan menyediakan oksigen, nutrisi, serta membuang kotoran janin.Berdasarkan derajatnya, plasenta previa dibagi menjadi beberapa tipe. Pada tipe parsial, letak rendah, dan marginalis, masih mungkin dilakukan persalinan normal.Namun pada plasenta previa totalis menandakan bahwa persalinan harus dilakukan lewat operasi caesar. Pasalnya, risiko perdarahan akan lebih tinggi apabila penderita menjalani persalinan normal. 
Plasenta Previa
Dokter spesialis Kandungan
GejalaPerdarahan tanpa sakit pada trimester kedua atau ketiga, kontraksi
Faktor risikoJaringan parut pada rahim, riwayat plasenta previa, hamil kembar
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, ultrasound, MRI
PengobatanOklusi, pemberian tokolisis, pematangan paru janin
ObatTokolitik, betamethasone
KomplikasiPerdarahan, syok, gawat janin
Kapan harus ke dokter?Perdarahan jalan lahir
Secara umum, tanda dan gejala plasenta previa meliputi perdarahan lewat jalan lahir yang berwarna merah terang, tanpa sakit saat paruh kedua kehamilan. Beberapa wanita hamil yang mengalami plasenta previa juga mengalami kontraksi. Mungkin saja ada tanda dan gejala plasenta previa yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.Pada banyak wanita yang didiagnosis mengalami plasenta previa, posisi plasenta dapat bergeserdi awal kehamilan sehingga tidak menutupi jalan lahir. Karena rahim membesar, jarak antara leher rahim dan plasenta pun bertambah.Jika bagian plasenta yang menutupi leher rahim semakin besar, maka pada akhir kehamilan, plasenta tersebut tetap berada di atas atau menutupi leher rahim. Akibatnya, kecil kemungkinan plasenta dapat berpindah posisi, agar tidak menutupi jalan lahir. 
Penyebab utama plasenta previa sampai sekarang belum diketahui pasti. Namun terdapat beberapa faktor risiko plasenta previa yang meliputi:
  • Memiliki jaringan parut pada rahim karena operasi sebelumnya, seperti operasi sesar dan kuret 
  • Mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya 
  • Hamil kembar
  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Merokok 
  • Menyalahgunakan obat-obatan terlarang
 
Diagnosis plasenta previa dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.Pemeriksaan penunjang yang biasanya dokter lakukan untuk mendiagnosis plasenta previa antara lain:
  • Pemeriksaan ultrasound

Pemeriksaan ultrasound dapat dilakukan selama pemeriksaan  kehamilan (antenatal care) rutin, atau setelah mengalami satu kali perdarahan lewat jalan lahir. Kebanyakan kasus plasenta previa terdiagnosis secara tidak sengaja melalui pemeriksaan USG pada trimester kedua kehamilan. Terdapat dua jenis pemeriksaan USG untuk mendiagnosis plasenta previa, yaitu USG transvaginal dan USG transabdominal.Pada USG transvaginal, dokter akan memasukkan alat probe (semacam tongkat) yang dimaksukkan ke dalam jalan lahir. Dokter akan berhati-hati dengan posisi transducer di dalam vagina, agar tidak mengganggu plasenta dan menyebabkan perdarahan. USG transvaginal adalah metode pemeriksaan yang paling dianjurkan untuk mendiagnosis plasenta previa karena dapat menentukan tipe dan letak plasenta previa.Sedangkan USG transabdominal dilakukan dengan menggerakkan probe USG pada permukaan perut untuk menilai keadaan dalam perut.
  • Pemeriksaan MRI

Pemeriksaan dapat dilakukan untuk menentukan lokasi plasenta secara persis dalam sistem reproduksi.Jika dari hasil pemeriksaan penunjang dokter mendiagnosis plasenta previa, maka selanjutnya sebisa mungkin dokter akan menghindari pengujian vagina rutin (vaginal touche atau colok vagina) untuk mengurangi risiko perdarahan. 
Cara mengobati plasenta previa umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut serta tipe plasenta previa yang dialami.

Pada kondisi darurat

Bila terjadi perdarahan hebat, dokter akan menstabilkan kondisi penderita terlebih dahulu dengan melakukan pemasangan jalur infus  dan memberikan cairan dalam kecepatan yang tinggi.Dokter juga akan meminta cross-match golongan darah untuk menyiapkan transfusi darah bila perdarahan sangat banyak. Setelah kondisi penderita stabil, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui  penyebab perdarahan dari jalan lahir tersebut.Pemeriksaan USG yang dipilih adalah USG transabdominal. USG transvaginal sebaiknya tidak dilakukan karena akan semakin memicu terjadinya perdarahan.Tatalaksana ekspektan (tidak dilakukan persalinan) dengan observasi ketat diindikasikan pada situasi dimana usia kehamilan kurang dari 36 minggu asalkan perdarahan sudah berhenti atau berkurang dan terdapat alat monitor janin yang baik.Namun apabila perdarahan tidak dapat dihentikan atau tidak terdapat alat monitor janin yang baik, maka pilihannya adalah dilakukan persalinan segera lewat operasi sesar.Pada kasus perdarahan berat yang sulit dihentikan, dokter mungkin juga akan melakukan prosedur operasi berikut untuk menghentikan perdarahan:
  • Oklusi atau penyumbatan sumber perdarahan menggunakan balon aortik sebelum dilakukan operasi sesar dan histerektomi (pengangkatan rahim)
  • B-lynch atau penjahitan kompresi vertikal paralel
  • Ligasi pembuluh darah arteri rahim
  • Ligasi pembuluh darah arteri hipogastrika

Pemberian tokolosis

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi persalinan prematur akibat plasenta previa adalah obat tokolitik. Tokolitik hanya diindikasikan apabila perdarahan yang terjadi sedikit.

Pematangan paru janin

Apabila usia kehamilan kurang dari 34 minggu dan sang ibu tidak memerlukan persalinan segera, maka dapat dilakukan pematangan paru janin dengan pemberian obat golongan kortikosteroid yaitu betamethasone.

Metode persalinan

Metode persalinan pada ibu hamil  yang mengalami plasenta previa tergantung dari tipenya, yaitu:
  • Plasenta previa parsial: plasenta menutupi sebagian mulut rahim. Pada tipe ini masih mungkin dilakukan persalinan normal.
  • Plasenta previa letak rendah: tipe ini terjadi pada kehamilan trimester awal sampai pertengahan. Pada tipe ini plasenta terletak pada tepi mulut rahim. Pada tipe ini juga masih mungkin dilakukan persalinan normal.
  • Plasenta previa marginal: pada tipe ini plasenta terletak pada bagian bawah rahim dan menekan mulut rahim namun tidak menutupinya. Karena tepi plasenta menyentuh bagian dalam mulut rahim, maka mungkin terjadi gesekan saat persalinan dan menyebabkan perdarahan ringan. Namun pada tipe ini persalinan normal masih dapat dilakukan.
  • Plasenta previa totalis: pada tipe ini, plasenta telah menutupi seluruh bagian mulut rahim sehingga akan menyebabkan perdarahan berat apabila dilakukan persalinan normal. Oleh karena itu pilihannya pada tipe ini adalah operasi sesar.

Komplikasi plasenta revia

Bila tidak ditangani dengan baik, plasenta revia dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Perdarahan hebat
  • Syok akibat kehilangan darah yang banyak
  • Masalah pada janin akibat kurangnya oksigen
  • Persalinan prematur
  • Kematian
 
Langkah pencegahan plasenta previa tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun apabila Anda sudah didiagnosis mengalami plasenta previa dan Anda mengalami perdarahan, maka Anda sebaiknya melakukan hal berikut untuk menjaga kesehatan kehamilan dan memastikan kelancaran persalinan:
  • Sebaiknya tidak berhubungan seksual, tidak menggunakan tampon dan sabun cuci vagina, serta tidak menjalani pemeriksaan dalam (colok vagina).
  • Sering memonitor kesehatan janin
  • Rawat inap di rumah sakit untuk observasi sampai persalinan.
 
Hubungi dokter segera apabila Anda sedang hamil dan mengalami perdarahan lewat jalan lahir. Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait plasenta previa?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis plasenta previa agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placenta-previa/symptoms-causes/syc-20352768
Diakses pada 11 Desember 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/262063-treatment
Diakses pada 11 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/placenta-previa
Diakses pada 5 Agustus 2020
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/placenta-previa
Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email