Plasenta Akreta

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Plasenta akreta umumnya ditangani dengan melakukan operasi caesar dan dilanjutkan operasi pengangkatan rahim.
Plasenta tumbuh terlalu dalam hingga menembus otot rahim (perkreta).

Pengertian Plasenta Akreta

Plasenta akreta adalah kondisi ketika plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Pada keadaan normal, plasenta terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan sehingga keadaan ini dapat membahayakan bayi ibu yang melahirkan dan dapat dipertimbangkan sebagai komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi. Terdapat 2 tipe plasenta akreta, yaitu plasenta inkreta (menempel di otot rahim) dan perkreta (menembus otot rahim) yang dapat menyebabkan kehilangan darah setelah melahirkan yang lebih banyak dari seharusnya. Jika kondisi sudah lebih dulu di diagnosis pada saat kehamilan, ibu hamil akan melahirkan secara caesar diikuti dengan operasi pengangkatan rahim jika diperlukan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala plasenta akreta seringkali tidak menunjukkan tanda atau gejala pada saat kehamilan, meskipun perdarahan yang keluar dari vagina saat 3 bulan pertama dapat terjadi. Biasanya plasenta akreta akan terdeteksi pada saat menjalani pemeriksaan USG rutin.

Penyebab

Plasenta akreta berhubungan dengan ketidaknormalan garis rahim, biasanya karena luka setelah operasi caesar atau operasi rahim lainnya. Namun terkadang plasenta akreta terjadi tanpa riwayat operasi rahim.

Faktor risiko

  • Riwayat operasi rahim sebelumnya. Risiko terkena plasenta akreta meningkat dengan operasi caesar atau operasi rahim yang pernah dijalani sebelumnya.
  • Posisi plasenta. Jika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim, atau terdapat dibagian bawah rahim, maka akan meningkatkan risiko terkena plasenta akreta.
  • Usia kehamilan. Plasenta akreta lebih umum terjadi pada wanita dengan usia lebih dari 35 tahun.
  • Riwayat melahirkan sebelumnya. Risiko plasenta akreta meningkat pada saat jumlah kehamilan meningkat.

Komplikasi

  • Perdarahan. Plasenta akreta menimbulkan risiko perdarahan setelah melahirkan. Perdarahan dapat membahayakan nyawa yang mencegah pembekuan darah secara normal, serta gagal paru dan gagal ginjal.
  • Kelahiran prematur. Plasenta akreta akan menyebabkan persalinan lebih awal. Jika plasenta akreta menyebabkan pendarahan saat kehamilan, ibu harus melahirkan bayi lebih awal dari waktu yang ditetapkan.

Diagnosis

Jika memiliki risiko terkena plasenta akreta saat kehamilan, seperti sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim atau karena operasi rahim sebelumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan teliti terhadap plasenta bayi. Dengan USG atau MRI, dokter dapat mengevaluasi seberapa dalam plasenta ditanam di dalam dinding rahim.

Pengobatan

Jika dokter mencurigai ibu hamil mengalami plasenta akreta, dokter akan merencanakan proses melahirkan yang aman. Pada kasus plasenta akreta, operasi caesar diikuti dengan operasi pengangkatan rahim (caesarean histerektomi) untuk mencegah kehilangan darah yang mengancam nyawa. Jika terdapat pendarahan vagina saat 3 bulan pertama, dokter akan merekomendasikan istirahat panggul atau istirahat di rumah sakit.

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tanyakan mengenai tindakan pencegahan, seperti aktivitas yang harus dihindari dan gejala yang membutuhkan perawatan khusus
  • Tanyakan anggota keluarga atau teman untuk menemani ke dokter, untuk membantu mengingat informasi yang diberikan
  • Tulis pertanyaan yang akan ditanyakan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan Anda mengalami pendarahan?
  • Apakah pendarahan terjadi sekali atau sering?
  • Apakah pendarahan tersebut parah?
  • Apakah pendarahan tersebut diikuti dengan sakit dan kontraksi?
  • Apakah Anda pernah hamil sebelumnya?
  • Apakah Anda pernah melakukan operasi rahim?
Referensi

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placenta-accreta/diagnosis-treatment/drc-20376436
Diakses pada 23 Oktober 2018.

Back to Top