Kulit & Kelamin

Pityriasis Rosea

15 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pityriasis Rosea
Pityriasis Rosea tidak ditularkan ke orang lain melalui kontak fisik.
Pityriasis rosea adalah penyakit kulit yang ditandai dengan  bercak ruam berbentuk bulat atau oval. Ruam kulit akibat pitiriasis rosea umumnya muncul pertama kali di area dada, perut, atau punggung. Bentuk bercak ruam terkadang dapat menyerupai pohon pinus atau pohon natal terbalik, sehingga kondisi ini disebut juga sebagai christmas tree rash.Pityriasis rosea biasa terjadi pada orang-orang berusia 10-35 tahun.
Pityriasis Rosea
Dokter spesialis Kulit
GejalaRuam , berbentuk oval, serta gatal di dada, punggung, lengan, dan kaki
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi jaringan kulit, tes darah
PengobatanPenggunaan pelembap, obat-obatan, fototerapi
ObatHidrokortison krim, antihistamin
KomplikasiGatal parah, bintik coklat yang bertahan lama setelah ruam sembuh
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala pityriasis rosea
Gejala-gejala pityriasis rosea umumnya berlangsung selama 4-8 minggu.Pada awalnya, penderita kondisi ini akan merasa tidak enak badan dan mengalami gejala mirip flu selama 1-2 hari. Gejala-gejala yang dimaksud di antaranya adalah:
Setelah gejala mirip flu muncul, kemudian akan muncul ruam kulit yang awalnya berupa satu bercak besar yang disebut herald patch pityriasis rosea. Setelah beberapa hari, akan muncul lebih banyak ruam dalam bentuk bercak kecil yang dapat menyebar ke area dada, punggung, lengan, dan kaki. Ruam berupa bercak kecil ini biasanya merupakan versi yang lebih kecil dari herald patch yang sudah muncul sebelumnya. Ruam kulit pitiriasis rosea biasanya terlihat dengan ciri sebagai berikut:
  • Berwarna merah jambu atau merah muda pada orang berkulit terang. Pada orang berkulit gelap, ruam biasanya berwarna keunguan atau coklat tua.
  • Berbentuk oval.
  • Bersisik.
  • Dapat mengikuti garis di kulit atau tampak seperti pola pohon natal.
  • Terasa gatal.
Tidak diketahui penyebab pasti terjadinya pityriasis rosea. Diduga, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus. Tetapi, kondisi ini tidak bersifat menular, dan tidak ditularkan ke orang lain melalui kontak fisik.
Dokter akan mendiagnosis pityriasis rosea dengan melakukan sejumlah pemeriksaan berikut ini:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
    Dokter akan menanyakan berbagai gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya tanda-tanda ruam herald patch khas pityriasis rosea.
  • Biopsi kulit
    Dokter juga dapat merekomendasikan prosedur biopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Biopsi kulit dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala serupa. 
  • Tes darah
    Pemeriksaan sampel darah juga dapat direkomendasikan untuk memastikan keberadaan sifilis sekunder dalam darah, yang bisa menyebabkan ruam serupa.
Pityriasis rosea yang ringan tidak membutuhkan perawatan apa pun. Sebab, ruam pada kulit dapat hilang dalam waktu 6 minggu sampai 5 bulan. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala dari kondisi ini, antara lain:

Obat-obatan

  • Calamine atau zinc oxide yang dijual bebas di apotek adalah obat topikal (obat oles) yang biasanya berbentuk losion. Produk ini dapat mengobati rasa gatal, sakit dan perasaan yang tidak nyaman akibat munculnya ruam di kulit.
  • Antihistamin, yang digunakan untuk alergi, juga bisa mengobati ruam dan gatal-gatal
  • Pelembap atau krim hidrokortison dengan kadar terendah untuk mengurangi gejala pityriasis rosea seperti rasa gatal. 
  • Kortikosteroid atau acyclovir dapat diresepkan oleh dokter jika pityriasis rosea yang dialami cukup parah. Acyclovir sendiri merupakan obat antivirus yang dapat melawan virus herpes, virus yang diduga dapat menyebabkan pityriasis rosea.

Perawatan tubuh

  • Mandi air hangat menggunakan sabun dengan kandungan yang lembut. Biasanya sabun untuk pityriasis rosea bisa menggunakan sabun yang dibuat untuk kulit sensitif.
  • Berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari atau melakukan terapi sinar ultraviolet (UV) juga dapat membantu ruam untuk hilang lebih cepat.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, pityriasis rosea dapat menimbulkan berbagai komplikasi berupa,
  • Rasa gatal yang amat parah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Bercak berwarna gelap pada kulit, umumnya terjadi pada orang-orang dengan kulit berwarna gelap. 
Tidak diketahui secara pasti cara untuk mencegah pityriasis rosea karena penyebab dari kondisi ini tidak diketahui sepenuhnya.
Temui dokter jika Anda mengalami ruam yang terus menerus atau tidak bisa Anda jelaskan. Dokter biasanya dapat mendiagnosis apakah ruam tersebut merupakan pityriasis rosea, atau kondisi kulit lainnya, seperti eksim, atau penyakit kulit akibat infeksi jamur. Dokter akan merujuk Anda ke spesialis kulit jika diperlukan.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut dapat berupa:
  • Kapan dan di bagian tubuh mana pertama kali Anda mulai melihat ruam?
  • Apakah Anda pernah mengalami ruam jenis ini di masa lalu?
  • Apakah gejala Anda berubah seiring waktu?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pityriasis rosea agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/pityriasis-rosea-symptoms
diakses pada 9 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/pityriasis-rosea
diakses pada 30 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pityriasis-rosea/symptoms-causes/syc-20376405
diakses pada 9 September 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/pityriasis_rosea/article.htm
diakses pada 30 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000871.htm
diakses pada 30 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/whats-pityriasis-rosea
diakses pada 9 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pityriasis-rosea/
diakses pada 9 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email