Kulit & Kelamin

Pityriasis Alba

25 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Pityriasis Alba
Pityriasis alba adalah penyakit kulit yang umum diderita oleh anak-anak dan kalangan dewasa muda. Penyebab pastinya tidak diketahui. Namun kondisi ini diduga terkait dengan eksim, yakni gangguan kulit yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal.Kondisi ini ditandai dengan bercak-bercak bulat yang menonjol dari kulit yang lebih terang. Sebagian besar bercak ini berada di wajah atau area tubuh lain.Nama pityriasis alba berasal dari kata Latin pityrus, yang berarti dedak karena bercaknya yang bersisik,  dan kata alba yang berarti putih. 
Pityriasis Alba
Dokter spesialis Kulit
GejalaBercak putih bentuk oval atau tidak beraturan
Faktor risikoAnak-anak berusia 6-12 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan dengan menggunakan lampu ultraviolet
PengobatanObat-obatan, pelembap
ObatKrim hidrokortison
KomplikasiDiatesis atopik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala pityriasis alba
Secara umum, gejala pityriasis alba berupa bercak putih berbentuk oval atau tidak beraturan, yang dikelilingi oleh kulit merah muda. Bercak ini biasanya bersisik dan kering, serta mungkin muncul di:
  • Wajah, yang merupakan tempat paling umum
  • Lengan atas
  • Leher
  • Dada
  • Punggung
Bercak merah muda dapat memudar menjadi bercak berwarna terang setelah beberapa minggu. Bercak ini biasanya hilang dalam beberapa bulan. Tapi dalam beberapa kasus, ada bercak yang dapat bertahan selama beberapa tahun.Baca juga: Penyebab Munculnya Bercak Putih di Wajah Selain Panu 
Sampai sekarang, penyebab pityriasis alba belum diketahui. Namun dokter menduga bahwa ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko kemunculannya.Faktor-faktor risiko pityriasis alba meliputi:
  • Eksim atau dermatitis atopik
  • Kulit yang sangat sensitif
  • Kulit yang sering terpapar sinar matahari langsung tanpa menggunakan tabir surya
  • Anak usia 6-12 tahun
  • Sering mandi air hangat
 
Diagnosis pityarisis alba dapat dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter biasanya bisa mendiagnosis pityarisis alba hanya dengan melihat kulit pasien secara langsung.
  • Pemeriksaan dengan menggunakan lampu ultraviolet (UV)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyoroti perbedaan pada warna kulit pasien.
  • Kalium hidroksida (KOH)

Kalium hidroksida (KOH) dapat digunakan untuk mengobati goresan ringan pada kulit. Saat diperiksa di bawah mikroskop, keberadaan jamur akan terlihat jelas sehingga bisa mengonfirmasi panu atau kondisi jamur lain seperti tinea korporis (kurap).
  • Biopsi kulit

Meski jarang, biopsi kulit bisa dilakukan untuk mengambil sampel jaringan kulit dan memeriksanya di laboratorium. 
Cara mengobati pityarisis alba yang umumnya dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Pelembap

Pelembap yang mengandung bahan emolien dapat membantu melembutkan kulit dan mengurangi kulit bersisik, terutama pada wajah. Misalnya, petrolatum, minyak mineral, squalane, atau dimethicone. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kulit.
  • Krim hidrokortison

Krim hidrokortison 1% dapat digunakan jika muncul rasa gatal pada bercak. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.Krim hidrokortison tidak boleh dioleskan di sekitar mata atau di kelopak mata. Durasi pemakaiannya juga tidak boleh lebih dari empat minggu, kecuali atas saran dokter.Anak-anak lebih rentan terhadap efek samping krim ini. Karena itu, tanyakan pada dokter anak sebelum menggunakannya untuk anak.
  • Inhibitor kalsineurin topikal

Inhibitor kalsineurin topikal adalah obat nonsteroid yang juga dapat diresepkan untuk membersihkan ruam. Obat ini jarang diperlukan, tapi terkadang disarankan pada kasus yang parah.Jika tidak ditangani dengan optimal, komplikasi pityarisis alba yang bisa saja terjadi adalah diatesis atopik. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah pityriasis alba juga masih tidak pasti. Satu-satunya langkah yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung.Baca juga: SPF Serta Tips Memilih dan Mengoleskan Tabir Surya Agar Kulit Terlindungi 
Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pityriasis alba?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pityriasis alba agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/pityriasis-alba/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pityriasis-alba
Diakses pada 25 Agustus 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/pityriasis-alba-1068759
Diakses pada 25 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/skin-pityriasis-alba
Diakses pada 25 Agustus 2021
Dermatology Advisor. https://www.dermatologyadvisor.com/home/decision-support-in-medicine/dermatology/pityriasis-alba/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email